Hari AIDS Sedunia
Artikel () 02 Desember 2017 18:21:46 WIB
Tanggal 1 Desember 2017 kali ini rupanya ada dua momen yang dirayakan berbarengan. Pertama adalah Maulid Nabi Muhammad SAW. Dan kedua Hari AIDS Sedunia.
Pada tayangan 1 Desember 2017 CNN Indonesia menayangkan berita tentang kasu HIV AIDS di Indonesia yang berjumlah sebanyak 255.000 kasus dengan 74 persen disebabkan oleh perilaku seks bebas, baik dengan lawan jenis dan sesama jenis. Dan pelaku seks bebas tersebut berusia 21-29 tahun.
Sementara itu Republika edisi 29 November 2017 merilis berita dengan judul “Ratusan Ibu Rumah Tangga Terkena HIV/AIDS”. Penyebabnya disebut di berita tersebut bermacam-macam, termasuk di antaranya akibat berhubungan intim dengan pasangan sahnya maupun berhubungan intim dengan pasangan tidak sah. Selain itu kegiatan pergi ke salon untuk cabut dan sulam alis juga berkemungkinan terkena HIV/AIDS. Dan juga bisa akibat tato, tindik dan sejenisnya serta donor darah.
Jika di masa sebelumnya, ibu rumah tangga yang terkena HIV AIDS lebih disebabkan penularan dari suami yang jajan dengan PSK maka pada saat ini disebutkan di berita Republika tersebut bahwa kemungkinan ibu rumah tangga yang menjalin hubungan intim dengan pasangan tidak sah kini suah ada. Sayangnya d berita Republika tersebut tidak dijelaskan dengan pasti berapa persentasenya.
Dan yang agak aneh berita yang coba saya telusuri di media online, khusus untuk peringatan Hari AIDS tahun 2017 ini ada media yang memberitakan bawa dibanding PSK maka ibu rumah tangga lebih rentan terkena HIV/AIDS karena PSK menggunakan pengaman sebelum berhubungan intim.
Ini artinya PSK lebih bermartabat dibanding ibu rumah tangga. Hal ini jelas keliru. Karena bagaimanapun PSK bukanlah pekerjaan yang baik, meskipun sudah dijuluki sebagai pekerja.
Ada hal lain yang bisa diambil pelajaran dari paparan ini. Bahwa memilih pasangan untuk berumah tangga ternyata bagi umat Islam memang perlu memperhatikan masalah ketaatan terhadap ajaran agama. Karena ini merupakan hadis dari Rasulullah SAW sebagai arah yang benar dalam memilih pasangan hidup.
Selain itu, pergaulan bebas atau seks bebas yang merupakan penyebab yang cukup besar dari penularan HIV/AIDS ini sudah sepantasnya dicegah dengan berbagai pendekatan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Pendekatan agama adalah salah satu yang bisa dipakai.
Perlu disadari bahwa selama ini pengaruh internet dalam penyebaran konten pornografi maupun pergaulan bebas telah memicu orang-orang muda tidak lagi malu melakukan hubungan seks bebas dengan pasangan yang tidak sah. Sehingga meskipun mereka beragama Islam tapi hidupnya seperti kehilangan arah yang jelas.
Dan ternyata, wanita baik PSK maupun ibu rumah tangga sama-sama menjadi korban dari penyebaran HIV/AIDS ini. Maka di momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini perlu kembali bagi umat Islam untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dengan mengikuti sunnahnya, membaca kisah hidup dan perjuangannya. Sehingga dengan hidup yang sesuai ajaran Islam umat Islam akan terlindung dari musibah semacam virus HIV/AIDS ini. Dan bagi kaum pria yang sudah berumah tangga namun masih suka jajan dengan PSK semoga bisa menjadi suami yang bertanggung jawab kepada istri dan anaknya. (efs)
Referensi: Republika, 29 November 2017
PSK: Pekerja Seks Komersil
ilustrasi: freefoto.com