Tidak Ikuti IVAtest, Tunjada ASN akan ditunda

Tidak Ikuti IVAtest, Tunjada ASN akan ditunda

Berita Utama WISNITA(Dishub) 17 Oktober 2017 15:11:22 WIB


Hal ini perlu saya tegaskan apabila masih minimnya ASN maupun isteri ASN yang mengikuti IVA test deteksi dini, akan dilakukan penundaan tunjadanya bagi yang tidak mengikuti Iva Test,  sebelumnya akan kita lakukan sweeping ke OPD yang ada di Provinsi Sumatera Barat terang Nevi Prayitno.

Kita berupaya mewujudkan perempuan yang ada di Sumatera Barat sehat. Hal ini di sampaikan langsung saat rapat evaluasi TP PKK deteksi dini kanker servik di lingkungan ASN maupun isteri ASN Provinsi Sumatera Barat, Selasa (17/10).

Boleh saja tidak mengikuti bagi ASN yang telah IVA test di puskesmas atau rumah sakit lain namun harus melampirkan surat bukti ivates dari puskesmas terkait. 

Dari hasil evaluasi didapatkan bahwa capaian OPD yang mengikuti Iva Test <50%. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi-inovasi, serta sosialisasi yang lebih luas lagi. 

Sementara untuk pemeriksaan tersebut tidak dipungut biaya apapun, nevi menyampaikan rasa kecewa karena kurangnya keinginan ASN untuk memeriksakan diri sebagai deteksi dini kanker serviks.  

Nevi menargetkan minimal 80% mengikuti IVA test, dalam minggu ini. Hingga saat ini, dari 3945 ASN baru 525 orang peserta ASN yang mengikuti IVA Test dan terdapat 9 orang positif kanker servik, 1 orang tumor payudara, 9 orang polip, 2 orang kista, dan 9 orang servisitis.

Kami akan lihat hasil akhirnya dalam minggu ini apabila masih minim mungkin akan diberlakukan penundaan tunjada agar ASN tersebut mengikuti pemeriksaan IVA test karena ini juga masuk dalam program pemerintah, apalagi dari hasil pemeriksaan  ada yang positif. 

Lebih baik mencegah dari pada mengobati, karena kanker servik penyakit no 2 mematikan di dunia ini semua dilaksanakan untuk menurunkan angka kematian pembunuh no.2 setelah jantung.

Mari kita bersama jangan biarkan diri kita terbunuh oleh sebab itu kanker periksakan sejak dini. Karena banyak  yang tidak tahu, kita himbau kepala OPD untuk mengajak staf untuk deteksi dini selagi masih stadium rendah. Tes ini meskipun sederhana hasilnya luar biasa.


Berita Terkait Lainnya :