HARI RABIES SEDUNIA
Artikel YUNI ERLITA, S.Pt(Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan) 29 September 2017 08:13:42 WIB
Rabies adalah penyakit mematikan dikarenakan infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila.
Tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia, yang dipromotori dan dikampanyekan oleh sebuah organisasi bernama Alliance For Rabies Control (ARC). Peringatan hari rabies sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, meningkatkan pengendalian dan meningkatkan pencegahan penyakit rabies.
ARC adalah sebuah organisasi yang tujuan utamanya untuk menghilangkan rabies. Dalam sejarah pendiriannya disebutkan bahwa ARC berawal dari pertemuan tim ahli rabies internasional. Pertemuan tersebut menyimpulkan bahwa penanganan masalah rabies membutuhkan tim yang berasal dari berbagai profesi dan multi disiplin ilmu. Maka pada tahun 2006, di Inggris, didirikanlah The Alliance For Rabies Control. Kemudian pada tahun 2007, di Amerika Serikat, berdiri The Global Alliance For Rabies Control. Aliansi ini menjadi sebuah organisasi baru dalam penanganan rabies yang bersifat: independent, non profit, menyatukan berbagai pemangku kepentiangan (sektor swasta dan pemerintahan), mewakili medis, kedokteran hewan, satwa liar dan profesi kesejahteraan hewan.
Gerakan Hari Rabies Sedunia yang ditetapkan pada tanggal 28 September, pertama kalinya dicanangkan dan diperingati pada tahun 2007. Pada saat itu, berbagai kegiatan dilaksanakan seperti: klinik vaksinasi, lomba lari, parade, seminar pendidikan, festival dan pawai. Kegiatan ini mendapat respon dan partisipasi lebih dari 400.000 orang dari 74 negara. Ini menandakan bahwa adanya pengakuan luas dari masyarakat dunia akan pentingnya tindakan dan pengendalian terhadap penyakit yang dapat mematikan tersebut.
Di dunia, kasus kematian akibat rabies cukup tinggi. Di Asia terjadi 50.000 kematian per tahun, India 20.000-30.000 kematian per tahun, China rata-rata 2.500 kematian per tahun, Vietnam 9.000 kematian per tahun, Filipina 200 – 300 kematian per tahun dan Indonesia selama 4 tahun terakhir rata-rata sebanyak 143 kematian per tahun.
Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI) adalah Organisasi Non Teritorial dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), merupakan organisasi yang terdiri dari dokter hewan yang berkerja di bidang perkarantinaan hewan di Indonesia. Dokter Hewan Karantina dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan salah satunya adalah Rabies yang dapat ditularkan oleh hewan dan bersifat zoonotic. Memperingati Hari Rabies sedunia, IDHKI melakukan sosialisasi serempak melalui pemasangan spanduk Peduli Rabies di seluruh komisariat IDHKI (52 komisariat), dan melalui anggota-anggota nya dengan memanfaatkan media social seperti facebook, path, bbm, whatapps dan line untuk menyebarkan informasi Peduli Rabies dengan tujuan manjangkau banyak masyarakat mengerti dan peduli dengan Rabies.
Rabies adalah penyakit hewan yang berbahaya dan dapat menular ke manusia, periksakan dan vaksinasikan hewan kesayangan ke dokter hewan #WorldRabiesDay 28/9 #IDHKI
www.pertanian.go.id/bbkptgpriok/idhki--28-september--hari-rabies-sedunia