Drs. H. Nasrul Abit Dt. Malintang Panai Hadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) Padang Panjang Batipuah X Koto (PABASKO)

Drs. H. Nasrul Abit Dt. Malintang Panai Hadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) Padang Panjang Batipuah X Koto (PABASKO)

Berita Utama EKO KURNIAWAN, S.Kom(Diskominfo) 09 Juli 2017 21:20:49 WIB


Padang Pariaman, 9 Juli 2017 - Bertempat di Anai Resort Wagub Sumbar Drs. H. Nasrul Abit Dt. Malintang Panai menghadiri Halal bi halal Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) Padang Panjang Batipuah X Koto (PABASKO) sekaligus melantik Kepengurusan IKPS PABASKO  Periode 2017 - 2021. Hadir dalam kesempatan ini Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang, Bupati Tanah Datar yg di wakili oleh Kadis Perindag Kab. Tanah Datar, IKPS Bukittinggi dan IKPS Tanah Datar.

Wagub dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada warga Pesisir Selatan yang tergabung dalam IKPS Pabasko disertai  ucapan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H” semoga dihari ini kita dapat berkumpul dan bersilaturahmi dalam keadaan yang fitri.

Selain memberi apresiasi positif atas kegiatan ini, Wagub juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pengurus IKPS Pabasko yang telah memberikan undangan untuk menyampaikan sambutan sekaligus melantik Pengurus IKPS Pabasko Tahun 2017-2022. 

Selain itu dalam bergaul orang Minangkabau juga harus cerdas dan cepat tanggap. Pepatah Minangkabau mengatakan “Alun pai lah babaliak, Sabalun rabah lah kaujuang, Alun dibali lah tajua, Sabalun dimakan lah baraso, Mangana awa dengan akhia, Mangingek mudharat jo manfaat, Tahu diangin nan basaruik, Tahu dialamaik kato sampai, Alun bakilek lah bakalam, Tahu dirantiang nan ka mancucuak sarato dahan nan ka maimpok, sarato hereang jo gendeang, maka dengan pepatah tersebut di atas orang Minangkabau akan berhati-hati dalam bergaul dan dapat memperkirakan sejauh mana perkataan dan tindak tanduknya dapat menyakiti hati orang lain yang dapat berakibat merugikan terhadap dirinya. 

Terakhir dalam sambutannya, Wagub Sumbar menghimbau kepada perantauan IKPS jikalau ada " barasaki banyak atau balabiah" sisihkan lah agak sedikit untuk pembangunan kampung halaman, prosesnya jangan melalui Pemerintah Daerah, tapi langsung ke masyarakat dan akan digunakan sesuai kebutuhan pembangunan.