Pemprov dan Industri Wisata Sumbar Antusias Sambut TO/TA Prancis Kemenper

Pariwisata NOVIARDI SYAM(Dinas Pariwisata) 20 April 2017 11:06:23 WIB


SUMBAR - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Oni Yulfian optimistis kegiatan table top tour operator (TO) dan travel agent (TA) Perancis dengan industri wisata Sumatera Barat (Sumbar) akan kembali meningkatkan kunjungan wisatawan Eropa.

“Wisatawan mancanegara (wisman) yang banyak datang ke Sumbar 70% dari Malaysia, Australia 5% dan sisanya negara-negara lain seperti Singapura, China, India dan Eropa namun jumlahnya masih kecil,” ujarnya ketika membuka kegiatan table top peserta Famtrip dengan kalangan industri pariwisata Sumbar.
 
Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar acara Famtrip bagi TA/TO Perancis. Rombongan langsung dipimpin oleh VITO Perancis, Eka Moncarre.

“Kami berterima kasih pada Kementrian Pariwisata yang sudah mempertemukan praktisi pariwisata Sumbar dengan tour operator dan travel agent dari Paris karena setelah berkunjung langsung ke obyek wisata di Sumbar mereka diharapkan mengemas produk wisata ke Sumatra Barat,” tambah Oni, hari ini ( 14/ 4).

Para tamu, Albane Enaud, tour operator Explorator, Audrey Nicoud, tour operator Bali Seken, Dristy, travel agent CFA Voyages, Tom Colmaire, dari Marco Vasco Travel Agent dan Yannick Chapuis dari travel agent La Maison du Voyages. Mereka didampingi Eka Moncarre, Kepala Perwakilan Visit Indonesia Tourism Office ( VITO) Paris mengikuti Famtrip dari 10-17 April ke Sumut, Sumbar dan Belitung.

Dalam table top, mereka dipertemukan dengan industri pariwisata Sumbar seperti PT Ora Tour, Bravo Tours Padang, On Amanah Digita, PT Raun Sumatra, Grand Zuri Hotel, Grand Rocky Hotel, Malalatour Indonesia,  Limpapah Tour, Erm Tours dan Tibo Balai Tours. Hadir pula Desty Seminora, Kadisparpora Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Menurut Oni, Sumbar sangat cocok untuk wisman Perancis yang suka keindahan alam dan budaya, berinteraksi dengan masyarakat lokal dan mengeksplor tempat-tempat baru sehingga sepulangnya ke tanah air mereka dapat mengemas paket-paket wisata ke Sumbar.

Ian Hanafiah, Ketua Asita Sumbar yang juga CEO Ero Tour, pemenang World’s Best Halal Tour Operator mengatakan ide cemerlang Kemenpar menggabungkan kegiatan Famtrip dengan table top sangat bermanfaat.“ Selama ini kegiatan Famtrip dan table top banyak di lakukan tapi berjala sendiri-senditi.

Menggabungkan Famtrip  dengan table top baru pertama kali karena mereka bisa mitra kami untuk mengembalikan kunjungan wisatawan Eropa ke Sumatra Barat yang berjaya di era tahun 1990an.

“Di era tahun 1990 an wisatawan Eropa yng datang banyak terutama dari Jerman, Perancis hingga akhir tahun 2000 an. Sekarang jumlah wisatawan Eropa kecil jadi table top dengan tour operator dan travel agent ini efektif,”
Menurut Ian Hanafiah selain Mentawai yang menjadi fokus utama Wisatawan Eropa kini kawasan Mandeh juga bisa menjadi destinasi untuk pasar Eropa.

Tom Colmaire, dari Marco Vasco Travel Agent mengatakan kegiatan table top ini sangat bermanfaat karena bisa langsung berpotensi sebagai mitra untuk mengemas paket bersama mendatangkan wisatawan Perancis ke Sumatra Barat.

“Karena kami hanya berlima sebagai buyer dan industri wisata setempat sebagai seller lebih banyak maka agak kerepotan tapi informasi yang kami dapat sangat banyak dan akan kami pelajari dan ditindak lanjuti,” tandasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, Jurus Familiarization Trip atau lebih beken dengan sebutan Fam Trip menilai bahwa promosi pariwisata yang paling efektif.
”Coba bayangkan saat semuanya dikenalkan langsung ke destinasi wisata yang didatangi. Apa yang mereka lihat, mereka sentuh, mereka rasa, bisa langsung diceritakan dan ditawarkan kepada klien-klien mereka,” jelasnya.

Kata Arief, mereka bahkan bisa langsung menjual paket-paket khusus yang sudah pernah dia jalani selama famtrip itu. Mereka juga bisa bercerita kepada khalayak akan keistimewaan orang Indonesia dengan aneka perbedaannya.

“Jadi apa saja yang menjadi keunggulan destinasi kita bisa terekplorasi dengan akurat, lalu promosi apa yang cocok atas destinasi itu dengan lengkap. Ini model promosi yang cukup efektif, apalagi mereka adalah pelaku bisnis Pariwisata. Outputnya bisa langsung ke paket-paket wisata di tanah air,” Arief Yahya. (*)