Terkait Kunjungan Gubernur Sumbar Ke Belarusia dan Rusia Di Banjiri Tawaran Investasi

Berita Utama Agus(Biro Humas) 04 Desember 2014 03:36:47 WIB


Padang,Sumbar----Pada kunjungan kerja ke Provinsi Brest Belarusia, dan Tatarstan, serta Moskow, pada tanggal 25- 29 November lalu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno kebanjiran tawaran kerjasama, khususnya di bidang, pendidikan, perikanan, perindustrian perdagangan, serta penanaman modal. Namun demikian, tawaran dimaksud tidak sepenuhnya mampu dipenuhi oleh Provinsi Sumatera Barat, terutama di bidang perikanan.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menjelaskan, di bidang perikanan, Provinsi Brest Belarusia yang memiliki perusahaan pengalengan ikan, menginginkan pasokan ikan dari Sumatera Barat. Namun, pemenuhan permintaan tersebut masih dipertimbangkan, karena produksi tangkapan ikan di Sumatera Barat belum optimal, mengingat dari seribu ton ikan per tahun, telah habis dikirim ke Jepang dan Amerika, dan rencana ke depan dipasok ke Maroko.

“Perikanan Belarusia memang butuh. Kita sudah lihat langsung perusahaan pengalengan disana. Pegawainya ribuan. Mereka sudah menyatakan kebutuhannya pada kita. Justru kita yang masih mempertimbangkan, karena produksi tangkapan ikan kita belum optimal,” terangnya usai pelantikan pengurus PMI Sumatera Barat periode 2014-2019, di Auditorium Gubernuran Padang, Selasa (2/12/2014)

Sementara di bidang penanaman modal, Asosiasi Pengusaha Rusia-Indonesia di Moskow, dan Asosiasi Pengusaha Rusia-ASEAN, tertarik untuk melihat langsung potensi berinvestasi di Sumatera Barat, khususnya di bidang energi. Menurut Gubernur Irwan Prayitno, asosiasi pengusaha dimaksud akan berkunjung ke ranah minang pada Bulan Februari tahun 2015. Mereka nantinya akan diarahkan berinvestasi di sector energi panas bumi, mengingat masih terdapat 11 titik panas bumi di Sumatera Barat yang belum tersentuh.

“Panas bumi di Solok Selatan sudah digarap Supreme Energy, di Talang dan Talamau sudah ditangani pengusaha Turki, masih ada 11 titik lagi. Kita akan tawarkan secara terbuka untuk pengusaha Rusia itu,” ungkapnya.

 Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menambahkan, untuk kerjasama di bidang pendidikan, rencananya, pemerintah Tatarstan mengirimkan mahasiswa setempat ke Institut Agama Islam Negeri-IAIN Imam Bonjol, untuk memperdalam ilmu Islam.

 Di Provinsi Brest rombongan rapat dengan otoritas Provinsi Brest Oblast Executive Committee. Rapat tersebut dihadiri Deputi Pertama Ketua Oblast Komite Eksekutif Brest, Mikhail Yukhimuk.
Mikhail mengatakan, meskipun jarak antara kedua negara sangat jauh, namun mereka sangat tertarik bekerja sama dengan Sumatera Barat.
Kemudian rombongan mengunjungi zona ekonomi Brest, yaitu di perusahaan pengolah hasil perikanan Santa Bremor. Perusahaan ini mengolah 500 ton ikan Hering dari Scotlandia per hari, suatu jumlah yang sangat besar, yang mungkin tidak dapat dipenuhi oleh Sumbar. Delegasi kemudian melanjutkan mengunjungi Brest State Technical University.
Kegiatan utama, penandatanganan LOI kerja sama di bidang pendidikan, industri dan perdagangan, perikanan dan investasi yang ditandatangani oleh Gubernur Sumbar dan Ketua Brest Regional Excecutive Committee. Mr. Konstantin Sumar.
Selanjutnya, menuju Negara Bagian Tatarstan Federasi Rusia yang beribukota di Kazan. Dalam kunjungan tersebut rombongan disambut langsung oleh Presiden Tatarstan Rustam Minnikhanov di istana kepresidenan/Kremlin Kazan. Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Pendidikan dan Ilmu Tatarstan Engel Fattakhov, Menteri Urusan Luar Negeri Radik Gimatdinov, Kepala Badan Pengembangan Investasi Talia Minullina dan lain-lain.
Rustam Minnikhanov mengatakan Indonesia merupakan salah satu mitra dagang terbesar Rusia di ASEAN. Dinyatakannya bahwa hubungan Rusia-Indonesia akhir-akhir ini cenderung stabil dan bahkan meningkat. Ia menyatakan bahwa Tatarstan yang merupakan salah satu daerah industri di Rusia, tertarik untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia dan Provinsi Sumbar.
Tatarstan tertarik untuk memasarkan helicopter MI 47, truk Kamaz, dan produk tanaman Gorky di pasar Indonesia, dan sebaliknya Tatarstan meminta Indonesia (Sumatera Barat) bisa meningkatkan pasokan tekstil, elektronik dan produk lainnya untuk Republik Tatarstan. Sementara itu ia juga menyatakan bahwa kerja sama yang memungkinkan untuk dilaksanakan adalah di bidang pendidikan, pertukaran mahasiswa, pariwisata, inovasi dan olahraga.
Pertemuan resmi dengan para investor Rusia seperti Ketua Asosiasi Perdagangan Indonesia Rusia: Mikhail Kuritsyn, Ketua Rusia – ASEAN Business Council Pavel Yarikov, Deputy Androv Karev, General Manager LLC MG3 Rusia Victor Tarusin, Eksportir Truk Kamaz, dan beberapa pedagang besar Indonesia – Rusia. Mereka menyatakan tertarik untuk dapat bekerja sama dengan Sumatera Barat dan meminta untuk dapat diundang ke Sumatera Barat. Mereka berjanji akan datang dan membawa banyak pengusaha Rusia dalam kunjungannya nanti.

(Humas Sumbar)