RENSTRA DISPORA SUMBAR BAB IV
SKPD () 13 Februari 2017 16:40:07 WIB
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN,
STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi Dinas Pemuda dan Olahraga
Visi Dinas Pemuda dan Olahraga
Salah satu bentuk dukungan Dinas Pemuda dan OlahragaProvinsi Sumatera Barat dalam mensukseskan pelaksanaan pembangunanyang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, adalah denganmembuat suatu rancangan program kegiatan dalam perencanaanpembangunan yang berpedoman pada RPJMD Provinsi Sumatera Barat,dimana perencanaan itu selanjutnya disusun dalam Renstra Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat.
Adapun Visi Pembangunan Sumatera Barat yang dituangkan dalam RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016-2021 adalah “ TERWUJUDNYA SUMATERA BARAT YANG MADANI DAN SEJAHTERA”
Adanya benang merah yang mengaitkan dan mengidentifikasi terhadap dukungan terhadap Visi Gubernur Sumatera Barat, maka Dinas Pemuda dan Olahraga melakukan perumusan Visi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016 – 2021:
“TERWUJUDNYA KEPEMUDAAN YANG BERKARAKTER, MAJU, MANDIRI DAN BERDAYA SAING SERTA KEOLAHRAGAAN YANG MEMBUDAYA DAN BERPRESTASI”
Perumusan Visi tersebut didasarkan pada mengemukanya kondisi dimasyarakat yang dituangkan dalam urusanpermasalahan pembangunan daerah, sehingga membutuhkanketerlibatan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat untuk berperan dalam penanganan dan penyelesaian permasalahantersebut sesuai tupoksinya, dengan strategi-strategi yang disusunberdasarkan isu-isu yang sedang berkembang dimasyarakat.Dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat merumuskan adanya kepemudaan yang berkarakter.
Berkarakter dalam lingkup Kepemudaan mengandung arti kader pemuda yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, memiliki wawasan kebangsaan serta peduli terhadap lingkungan. Pemuda yang berkarakter tersebut tentunya harus memiliki pikiran yang Maju, memiliki jiwa Mandiri dan mampu berdaya saing.
Kemandirian ini bertujuan untuk mewujudkan para pemuda yang tangguhuntuk mampu menjadi sosok yang mandiri, yaitu pemuda yang mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Kemandirian pemudatersebut nantinya diharapkan mampu untuk membagi pengalaman dankompetensinya kepada generasi muda lainnya agar mau untuk berbenahdiri menjadi pemuda yang berdaya guna dan berhasil guna. Dengandemikian, kemandirian pemuda tersebut nantinya dapat berlanjut menjadiPemuda yang mampu Berdaya Saing, yaitu memiliki kemampuan berkompetisi yang dihasilkan melalui pola pengaderan dan peningkatan potensi pemuda secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan sesuai dengan metode pendidikan, pelatihan, pemagangan, pembimbingan, pendampingan, serta pemanfaatan kajian, kemitraan, dan sentra pemberdayaan pemuda yang terus-menerus dikembangkan sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal dalam menciptakan nilai tambah kepemudaan di berbagai bidang pembangunan, serta peningkatan akhlak mulia dan prestasi pemuda Indonesia di kancah kompetisi global.
Mewujudkan potensi sumber daya keolahragaan yang membudaya dan berprestasi dengan memanfaatkan kemitraan lintas sektoral, antar tingkat pemerintahan, dan kemasyarakatan untuk mendukung pemassalan, pembudayaan, serta pengembangan industri dan sentra-sentra olahraga melalui pengenalan olahraga kepada keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat luas sehingga masyarakat gemar melakukan kegiatan olahraga atas kehendak sendiri serta pemasyarakatan olahraga sebagai kebiasaan hidup sehat dan aktif sesuai dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat sehingga masyarakat memperoleh tingkat kebugaran jasmani, kesehatan, kegembiraan, dan hubungan social yang berkualitas. Mewujudkan olahragawan yang berprestasi pada kompetisi bertaraf regional dan nasional melalui peningkatan kemampuan dan potensi olahragawan muda potensial dan olahragawan andalan Sumatera Barat secara sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan serta pemanfaatan iptek olahraga modern untuk mendukung pembibitan olahragawan berbakat dan peningkatan mutu pelatih bertaraf nasional pada pembinaan prestasi olahraga.
Misi Dinas Pemuda dan Olahraga
Keterkaitan antara Misi Gubernur Sumatera Barat dengan Misi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 4.1.1
Perbandingan Misi Dinas Pemuda dan Olahraga dengan Misi ke-3 Pembangunan Gubernur Sumatera Barat (RPJMD)
|
Misi ke-3 Pembangunan Provinsi Sumatera Barat (RPJMD) |
Misi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat |
|
Meningkatkan Sumber Daya Manusia Yang Cerdas , Sehat, Beriman, Berkarakter dan Berkualitas Tinggi |
Mewujudkan potensi sumber daya kepemudaan yang berkarakter, berkapasitas, Maju, Mandiri dan berdaya saing |
|
Mewujudkan Kepramukaan yang berkarakter, Maju dan Mandiri |
|
|
Mewujudkan potensi sumber daya keolahragaan yang membudaya dan berprestasi |
Misi Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat tahun 2016 – 2021 adalah :
- Mewujudkan potensi sumber daya kepemudaan yang berkarakter, berkapasitas, Maju, Mandiri dan berdaya saing. Mewujudkan potensi sumber daya kepemudaan dengan memanfaatkan kemitraan lintas sektoral, antar tingkat pemerintahan, dan kemasyarakatan untuk mendukung penyadaran dan pemberdayaan pemuda melalui peningkatan wawasan, inventarisasi potensi, kapasitas keilmuan, kapasitas keimanan, kreativitas, dan kemampuan berorganisasi pemuda sehingga pemuda dapat meningkatkan partisipasi, peran aktif, dan produktivitas dalam membangun dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Mewujudkan pemuda maju, berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing melalui penyiapan pemuda kader sesuai karakteristik pemuda yang memiliki semangat kejuangan, kesukarelaan, tanggung Jawab, dan ksatria serta memiliki sikap kritis, idealis, inovatif, progresif, dinamis, reformis, dan futuristik tanpa meninggalkan akar budaya bangsa Indonesia yang tercermin dalam kebhinnekatunggalikaan untuk mendukung pengembangan pendidikan, kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kesukarelawanan pemuda di berbagai bidang pembangunan, termasuk penugasan khusus bagi pengembangan kepanduan/kepramukaan sebagai wadah pengaderan calon pemimpin bangsa;
- Mewujudkan Kepramukaan yang berkarakter, Maju dan Mandiri.
Pelaksanaan kegiatan kepramukaan sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spritual, sosial, intelektual dan fisiknya, agar mereka bisa : Membentuk kepribadian dan akhlak mulia kaum muda, menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda, serta meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
- Mewujudkan potensi sumber daya keolahragaan yang membudaya dan berprestasi, dengan memanfaatkan kemitraan lintas sektoral, antar tingkat pemerintahan, dan kemasyarakatan untuk mendukung pemassalan, pembudayaan, serta pengembangan industri dan sentra-sentra olahraga melalui pengenalan olahraga kepada keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat luas sehingga masyarakat gemar melakukan kegiatan olahraga atas kehendak sendiri serta pemasyarakatan olahraga sebagai kebiasaan hidup sehat dan aktif sesuai dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat sehingga masyarakat memperoleh tingkat kebugaran jasmani, kesehatan, kegembiraan, dan hubungan social yang berkualitas. Mewujudkan olahragawan yang berprestasi pada kompetisi bertaraf regional dan nasional melalui peningkatan kemampuan dan potensi olahragawan muda potensial dan olahragawan andalan Sumatera Barat secara sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan serta pemanfaatan iptek olahraga modern untuk mendukung pembibitan olahragawan berbakat dan peningkatan mutu pelatih bertaraf nasional pada pembinaan prestasi olahraga.
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pemudadan Olahraga
Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan Visi dan Misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi.
Tujuan dan sasaran merupakan tahap perumusan sasaran strategis yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan Rencana Strategis SKPD selama 5 (lima) tahun atauRENSTRA.
Tujuan yang dirumuskan Dispora Provinsi Sumatera Barat memuat esensi dari perwujudan pelaksanaan Misi-Misi yang sudah ditetapkan bagian atas BAB ini. Setiap Misi memiliki minimal satu tujuan, sebagai suatu bentuk implentasi dari Misi tersebut. Untuk dapat merumuskan Tujuan yang tepat, maka perlu juga untuk mengacu pada Tujuan Pembangunan dalam RPJMD Provinsi Sumatera Barat. Hal ini perlu dilakukan agar tujuan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat sejalan dengan Tujuan Pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat terpilih.
Sebagaimana telah disampaikan bahwa keterkaitan Misi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat dengan Misi Gubernur dalam RPJMD, yaitu
Misi 3 Meningkatkan Sumber Daya Manusia Yang Cerdas , Sehat, Beriman, Berkarakter dan Berkualitas Tinggi.
Tujuan 5 Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Sehat
Berdasarkan berbagai pertimbangan diatas, maka penetapan Tujuan Pembangunan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat yang didasarkan pada masing-masing Misi dan tujuan ini akan dituangkan kedalam Renstra 2016 – 2021 adalah sebagai berikut:
1. Misi 1 : Mewujudkan potensi sumber daya kepemudaan yang berkarakter, berkapasitas, Maju, Mandiri dan berdaya saing
Tujuan :
1. Mengembangkan kepemudaan yang berkarakter, berkapasitas, maju, mandiri dan berdaya saing.
2. Misi 2 : Mewujudkan Kepramukaan yang berkarakter, Maju dan Mandiri
Tujuan :
4 Menguatkan kelembagaan Kepramukaan yang berkarakter, maju dan mandiri.
3. Misi 3 : Mewujudkan potensi sumber daya keolahragaan yang membudaya dan berprestasi
Tujuan :
- Mengembangkan budaya olahraga untuk kebugaran dan produktivitas.
- Meningkatnya Pretasi olahraga yang unggul.
- Meningkatnya Sinergi lintas sektor di bidang kepemudaan, kepramukaan dan keolahragaan
Dari hasil rumusan diatas, maka ditetapkan 5 (lima) Tujuan pembangunan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, yang inti dari capaian tujuan tersebut masih relevan dengan capaian dari Tujuan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam RPJMD. Adanya relevansi dengan Tujuan Pembangunan Provinsi Sumatera Barat tersebut akan memberikan jalan untuk menyelaraskan arah pembangunan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Berikut tabel yang akan memberikan gamabaran keterkaitan antara kedua Tujuan Pembangunan tersebut:
Tabel 4.2.1.
Perbandingan Tujuan Dinas Pemuda dan Olahraga dengan Tujuan ke-5 Pembangunan Sumatera Barat (RPJMD)
|
Tujuan 5 Pembangunan Provinsi Sumatera Barat |
Tujuan Pembangunan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat |
|
|
Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Sehat |
Misi 1 |
Tujuan 1: Mengembangkan kepemudaan yang berkarakter, berkapasitas, maju, mandiri dan berdaya saing |
|
Misi 2 |
Tujuan 1: Menguatkan kelembagaan Kepramukaan yang berkarakter, maju dan mandiri. |
|
|
Misi 3 |
Tujuan 1: Mengembangkan budaya olahraga untuk kebugaran dan produktivitas
Tujuan 2 : Meningkatnya Pretasi olahraga yang unggul
Tujuan 3 : Meningkatnya Sinergi lintas sektor di bidang kepemudaan, kepramukaan dan keolahragaan
|
|
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yang menggambarkan sesuatu yang akan dicapai melalui serangkaian kebjiakan, program dan kegiatan prioritas agar penggunaan sumber daya dapat efisien dan efektif dalam upaya pencapaian visi dan misi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Berikut ini adalah sasaran yang merupakan penjabaran dari masing-masing tujuan:
- Mengembangkan kepemudaan yang berkarakter, berkapasitas, maju, mandiri dan berdaya saing :
1.1 Meningkatnya fasilitasi kepemimpinan pemuda
1.2 Meningkatnya fasilitasi wawasan kebangsaaan, perdamaian dan lingkungan hidup bagi pemuda
1.3 Meningkatnya fasilitasi pengembangan kewirausahaan pemuda
1.4 Meningkatnya fasilitasi pengembangan kepeloporan pemuda
1.5 Terlaksananya fasilitasi latihan kepemimpinan, manajemen, dan perencanaan program bagi pengelola organisasi kepemudaan
1.6 Terlaksananya fasilitasi peningkatan kapasitas pemuda di bidang IPTEK dan IMTAK
1.7 Terlaksananya fasilitasi peningkatan kapasitas pemuda dibidang seni budaya dan industry kreatif
- Meguatkan kelembagaan Kepramukaan yang berkarakter, maju dan mandiri :
2.1 Meningkatnya fasilitasi pendidikan kepanduan
- Mengembangkan budaya olahraga untuk kebugaran dan produktivitas :
3.1 Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga
3.2 Meningkatnya jumlah komunitas-komunitas olahraga di berbagai level.
- Meningkatnya Pretasi olahraga yang unggul :
4.1 Tercapainya posisi papan tengah pada kejuaraan POPWIL, POPNAS, Kejurnas antar sentra Olahraga
4.2 Meningkatnya perolehan medali pada kejuaraan, POPNAS, Kejurnas antar sentra Olahraga
4.3 Terlaksananya fasilitasi pembinaan cabang olahraga unggulan
4.4 Meningkatnya upaya pembibitan dan pengembangan prestasi olahraga secara sistematik, berjenjang, dan berkelanjutan
- Meningkatnya Sinergi lintas sektor di bidang kepemudaan, kepramukaan dan keolahragaan :
5.1 Terwujudnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pelayanan kepemudaan
5.2 Terwujudnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pendidikan kepramukaan
5.3 Terwujudnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pembinaan, pengembangan dan penyelenggaraan keolahragaan
Pernyataan Tujuan dan sasaran Jangka Menengah Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat beserta Indikator Kinerjanya disajikan dalam tabel 4.2.1 sebagai berikut :
|
TUJUAN |
SASARAN |
INDIKATOR KINERJA |
TARGET KINERJA PADA TAHUN KE- |
|||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
||||
|
(1) |
(2) |
(3) |
(4) |
(5) |
(6) |
(7) |
(8) |
(9) |
|
I |
Mengembangkan kepemudaan yang berkarakter, berkapasitas, maju, mandiri dan berdaya saing |
1.1 Meningkatnya fasilitasi kepemimpinan pemuda
1.2 Meningkatnya fasilitasi wawasan kebangsaaan, perdamaian dan lingkungan hidup bagi pemuda
1.3 Meningkatnya Prestasi Pemuda dan Organisasi Kepemudaan
1.4 Meningkatnya Keterampilan Pemuda dan Wirausaha Pemuda
1.5 Meningkatnya fasilitasi pengembangan kepeloporan pemuda
1.6 Terlaksananya fasilitasi latihan kepemimpinan, manajemen, dan perencanaan program bagi pengelola organisasi kepemudaan
1.7 Terlaksananya fasilitasi peningkatan kapasitas pemuda di bidang IPTEK dan IMTAK
1.8 Terlaksananya fasilitasi peningkatan kapasitas pemuda dibidang seni budaya dan industry kreatif |
- Jumlah organisasi pemuda yang aktif
- Jumlah pemuda yang memahamitentang nilai-nilai Bela Negara - Jumlah pemuda yang memahami wawasan kebangsaan dan politik etis dan normatif - Jumlah pemuda yang paham terhadap nilai-nilai perjuangan dan bela negara - Jumlah pemuda yang paham tentang keanekaragaman Sumatera Barat dan meningkatnya aktifitas mengenal lingkungan - Jumlah pemuda yang paham tentang keanekaragaman Indonesia dan meningkatnya aktifitas mengenal lingkungan - Jumlah wirausaha muda yang baru - Peringkat dan Prestasi Pemuda pada Event Nasional :
- Jumlah Peningkatan Organisasi Kepemudaan yang Aktif dan Mandiri - Jumlah Penigkatan Kelompok Wirausaha Pemuda yang aktif dan mandiri - Jumlah Peningkatan Kelompok Usaha Pemuda yang produktif
- Terlaksananya pengembangan kepeloporan kepemudaan
- Jumlah pemuda yang mampu dalam menata sebuah organisasi
- Jumlah pengurus organisasi yang memahami tata kelola organisasi
- Jumlah pemuda yang terpilih mewakiliSumatera Barat yang mempunyai wawasan internasional - Jumlah pemuda yang berkapasitas dan berdaya saing di Sumatera Barat - Jumlah pemuda yang paham tentang pembangunan daerah - Jumlah peserta seminar publik dalam pembahasan Naskah Akademik - Jumlah peserta seminar publik dalam pembahasan Ranperda - Jumlah pemuda yang memahami tentang adat dan budaya minangkabau - Jumlah pemuda yang memiliki kreatifitas dan berdaya saing ditingkat nasional dan internasional
|
14
80
110
100
190
50
40
5
3
10
3
3
3
80
90
30
540
135
40
-
95
95 |
16
80
110
100
190
50
45
5
3
10
3
3
3
80
120
30
580
150
-
150
95
38 |
18`
120
110
150
190
50
50
5
3
10
3
3
3
80
150
30
580
150
-
-
95
95 |
20
120
110
150
190
50
55
5
3
10
3
3
3
80
180
30
580
150
-
-
95
38
|
22
120
110
150
190
50
60
5
3
10
3
3
3
80
210
30
580
150
-
-
95
95
|
|
II |
Meguatkan kelembagaan Kepramukaan yang berkarakter, maju dan mandiri :
|
2.1 Meningkatnya fasilitasi pendidikan kepanduan |
- Jumlah peserta pendidikan Kepramukaan
|
|
|
|
|
|
|
III |
Mengembangkan budaya olahraga untuk kebugaran dan produktivitas :
|
3.1 Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga
|
- Jumlah partisipasi kegiatan pemasyarkatan olahraga dalam kebugaran dan olahraga rekreasi - Jumlah partisipasi kegiatan dalam olahraga pendidikan - Jumlah partisipasi kegiatan dalam olahraga layanan khusus dan olahraga tradisional - Jumlahcabor yang mengikuti kejurnas antar PPLP/SKO - Jumlahcabor yang melaksanakan uji coba atlit PPLP/SKO Sumatera Barat - Jumlahcabor yang mendapat pembinaan dan fasilitasi PPLP - Jumlah caboryang mengikuti makan minum atlit/pelajar PPLP - Jumlah cabor yang mengalami peningkatan kapasitas dan imtaq atlit/pelajar PPLP - Jumlah cabor yang menerima bonus pada kegiatan kejurnas atlit/pelajar PPLP - Jumlah pelatih PPLP yang meningkatkapasitas pelatih PPLP - Persentase organisasi keolahragaan dengan SDM yang profesional (BAPOPSI, BAPOMI) - Persentase organisasi keolahragaan dengan SDM yang profesional (FORMI, BAPOR, KORPRI) - Persentase organisasi keolahragaan dengan SDM yang profesional (NPC, BAPOR, KORPRI) |
2500
600
250
12
12
12
12
12
0
12
3
6
4 |
2700
800
350
15
15
15
15
15
12
15
5
8
7 |
3000
1000
400
16
16
16
16
16
15
16
6
8
8
|
3200
1200
500
16
16
16
16
16
16
16
8
10
10 |
3500
1400
550
17
17
17
17
17
16
17
9
10
11 |
|
IV |
Meningkatnya Pretasi olahraga yang unggul
|
4.1 Meningkatnya Prestasi Olahraga Sumatera Barat
4.2 Meningkatnya Kemandirian dan Profesionalisme Organisasi Olahraga
4.3 Tercapainya posisi papan tengah pada kejuaraan POPWIL, POPNAS, Kejurnas antar sentra Olahraga 4.4 Meningkatnya perolehan medali pada kejuaraan, POPNAS, Kejurnas antar sentra Olahraga 4.5 Terlaksananya fasilitasi pembinaan cabang olahraga unggulan 4.6 Meningkatnya upaya pembibitan dan pengembangan prestasi olahraga secara sistematik, berjenjang, dan berkelanjutan |
Peringkat dan Prestasi Olahraga Sumatera Barat pada Event Nasional : - Peringkat Sumatera Barat pada Kejuaraan Nasional PPLP
- Peringkat Sumatera Barat pada Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) Indonesia Bugar Tingkat Nasional - Peringkat Sumatera Barat pada Pekan Paralympic Nasional (PEPARNAS) - Peringkat Sumatera Barat pada Pekan Olahraga Pondok Pesantren (POSPENAS) Tingkat Nasional - Peringkat Sumatera Barat pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL)
- Klub/Organisasi Olahraga yang aktif dan mandiri - Persentase Cabang Olahraga yang memiliki Pelatih Kompeten
- Jumlah atlit berprestasi - Peringkat Sumatera Barat pada event Nasional
- Jumlah medali emas pada Kejurnas PPLP
- Jumlah klub olahraga unggulan
- Jumlah peserta pemandu bakat
|
10 5 10 5 8 3 6 8 10 4 4 4 15
12
15
5
48
54.16
825 5
18
19
200 |
10 5 10 5 8 3 6 8 10 4 4 4 15
12
15
5
48
54.16
825 5
19
19
300 |
10 5 10 5 8 3 6 8 10 4 4 4 15
12
15
5
48
54.16
825 5
19
19
400 |
10 5 10 5 8 3 6 8 10 4 4 4 15
12
15
5
48
54.16
825 5
20
19
500 |
10 5 10 5 8 3 6 8 10 4 4 4 15
12
15
5
48
54.16
825 5
21
19
600 |
|
V |
Meningkatnya Sinergi lintas sektor di bidang kepemudaan, kepramukaan dan keolahragaan |
5.1 Terwujudnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pelayanan kepemudaan 5.2 Terwujudnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pendidikan kepramukaan 5.3 Terwujudnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pembinaan, pengembangan dan penyelenggaraan keolahragaan
|
Jumlah presentasi pembinaan terhadap sentra olahraga
Jumlah atlit berprestasi dan berbakat
|
12
200 |
15
200 |
16
200 |
16
200 |
17
200 |
4.3. Strategi dan Kebijakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat
Perumusan strategi dan kebijakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat dalam lima tahun mendatang merupakan tahapan dalam mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, yang selaras dengan strategi dan kebijakan daerah serta rencana program prioritas dalam rancangan awal RPJMD Provinsi Sumatera Barat. Strategi dan kebijakan jangka menengah Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat menunjukkan bagaimana cara Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat untuk mencapai tujuan, sasaran jangka menengah Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, dan target kinerja hasil (outcome) program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Strategi dan kebijakan dalam Renstra Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat ini selanjutnya menjadi dasar perumusan kegiatan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat dan merupakan bagian dari program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat.
Dalam penentuan strategi perlu dilakukan beberapa tahap yang terkait langsung dengan ruang lingkup kerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Untuk membantu menentukan strategi yang akan digunakan, maka diperlukan tahap analisa menggunakan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) atau analasi yang dilakukan menggunakan perbandingan data yang dimiliki Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, yang dilihat dari sudut pandang faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman yang bisa diterjemahkan. Kekuatan dan kelemahan merupakan faktor yang datangnya dari dalam kedinasan, sedangkan Peluang dan Ancaman merupakan faktor yang datangnya dari luar.
Untuk lebih memudahkan menentuan strategi yang akan dipilih maka dilakukan analisa data dan informasi, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar kedinasan. Analisa data dimulai dari pencapaian Indikator Sasaran: Jumlah Pemuda Berkarakter dan Mandiri. Analisa indikator ini pada umumnya berkaitan dengan data keberadaan dan kompetensi SDM yang disesuaikan dengan potensi daerah yang menonjol, dimana keduanya merupakan faktor eksternal. Dari faktor eksternal yang ada kemudian dirumuskan suatu strategi untuk meningkatkan kondisi awal para pemuda yang belum memiliki keberkarakteran, menjadi kelompok pemuda yang telah memiliki keberkarakteran untuk selanjutnya dapat menjadi tenaga kerja yang siap pakai, hingga mereka mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri. Perumusan strategi tersebut tentunya di dukungan dengan faktor internal yang dimiliki Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, sebagai suatu instansi pemerintah yang memiliki tupoksi dan perencanaan kinerja yang dibidang kepemudaan dan keolahragaan.
Dalam tahap ini proses analisa SWOT dilakukan dengan bantuan matrik untuk mendata beberapa alternatif strategi, yang nantinya akan dipilih strategi yang terbaik dan sesuai dengan budaya dan kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Dari alternatif strategis yang dapat dirumuskan akan dirakum dan ditelaah lebih lanjut guna menentukan Strategi Pembangunan yang dapat diterapkan dalam pencapaian Sasaran Pembangunan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Telaah yang dilakukan akan mempertimbangkan pengaruh faktor dari internal maupun eksternal. Setiap Indikator Sasaran akan diurai kedalam Berikut ini matrik analisa SWOT terhadap pencapaian Indikator Sasaran Jumlah Pemuda Berkarakter danMandiri.
Tabel 4.3.1.
Penentuan AlternatifStrategi
Pencapaian Indikator Sasaran: Jumlah pemuda berkarakter & mandiri
|
Faktor Eksternal
Faktor Internal |
Peluang :
|
Tantangan:
|
|
Kekuatan :
|
Alternatif Strategi : 1. Peningkatan Program keberkarakteran dan kemandirian Pemuda |
Alternatif Strategi :
|
|
Kelemahan:
|
Alternatif Strategi : 1. Peningkatan program kepemudaan di kab./Kota |
Alternatif Strategi : 1. Peningkatan program kepemudaan secara berkesinambungan |
Dari hasil penguraian analisa SWOT pada matrik diatas diperoleh beberapa alternatif strategi sebagai berikut:
- Peningkatan Program keberkarakteran dan kemandirianPemuda.
- Peningkatan program kepemudaan diKab./Kota.
- Peningkatan kompetensi pemuda untuk bersaing di duniakerja.
- Pengembangan Kewirausahaanpemuda.
- Peningkatan program kepemudaan secaraberkesinambungan
Peningkatan program kepemudaan secara berkesinambungan.Dari beberapa alternatif strategi diatas dapat dipilih strategi terbaik, yang nantinya akan digunakan untuk menyusun arah kebijakan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat.
Proses berikutnya adalah analisa data dari pencapaian Indikator Sasaran: Jumlah Pemuda Berprestasi. Dalam tahap ini proses analisa SWOT dilakukan dengan bantuan matrik sebagai suatu lembar kerja guna mendata dan menetapkan masukan beberapa alternatif strategi, yang nantinya akan dipilih strategi yang terbaik dan sesuai dengan budaya dan kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Potensi pemuda yang ada di Sumatera Barat mampu memberikan bukti bahwasannya masih banyak pemuda yang memiliki talenta yang nantinya dapat dibina untuk mampu berkiprah dan berprestasi diajang seleksi pemuda berprestasi tingkat Regional dan tingkat Nasional. Akuntabilitas dari prestasi pemuda ini dapat dilihat disaat prestasi mereka telah diakui ditingkat Nasional, kemudian mampu untuk diaplikasikan didalam lingkup pergerakan ekonomi masyarakat, yang terkait langsung dengan perubahan iklim perekonomianglobal.
Berikut ini matrik analisa SWOT terhadap pencapaian Indikator Sasaran Jumlah Pemuda Berprestasi.
Tabel 4.3.2.
Penentuan AlternatifStrategi
Pencapaian Indikator Sasaran: Jumlah pemuda berprestasi
|
Faktor Eksternal Faktor Internal |
Peluang : 1. Banyak potensi pemuda berprestasi Sumatera Barat yang belum tergali |
Tantangan:
|
|
Kekuatan :
|
Alternatif Strategi : 1. Peningkatan dan pengembangan program kepemudaan |
Alternatif Strategi :
|
|
Kelemahan:
|
Alternatif Strategi :
|
Alternatif Strategi :
|
Perumusan strategi diatas didasarkan pada faktor-faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap lahirnya seuatu strategi kinerja dilingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Pengaruh yang kuat dari faktor eksternal tersebut diimbangi dengan faktor internal yang dimiliki oleh dinas. Dari hasil rumusan matrik diatas diperoleh alternatif strategi sebagai berikut:
- Peningkatan dan pengembangan programkepemudaan.
- Peningkatan program kepemudaan diKab./Kota.
- Peningkatan program dan kegiatan yangberkesinambungan.
- Peningkatan partisipasi dan kompetensipemuda.
- Peningkatan pembinaan pemudaberprestasi.
Pemberian penghargaan pemuda berprestasi dari tujuh alternatif strategi yang dihasilkan oleh proses perumusan melalui matrik diatas, kemudian dipilih beberapa stragei yang dipandang paling sesuai dengan ruang lingkup kinerja dan tupoksi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Hasil akhir dari proses tersebut akan diperoleh suatu strategi yang akan menghasilkan arah kebijakan yang akan diurai untuk mendukung penyusunan Program Kegiatanselanjutnya.
Analisa data berikutnya didasari pada pencapaian Indikator Sasaran: Jumlah Atlet Pelajar Berbakat. Dalam tahap ini proses analisa SWOT dilakukan dengan bantuan matrik sebagai suatu lembar kerja guna mendata dan menetapkan masukan beberapa alternatif strategi, yang nantinya akan dipilih strategi yang terbaik dan tupoksi dan kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Potensi bibit atlet pelajar yang melimpah di Sumatera Barat memberikan kesempatan untuk dilakukan proses pencarian minat dan bakat olahraga secara seksama dengan dukungan IPTEK sebagai media berteknologi guna mempermudah proses mendapatkan bibit unggul atlet yang akan menjadi cikal bakal atlet potensial Sumatera Barat. Kebutuhan bibit atlet pelajar ini akan sangat mendukung Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mempersiapkan diri guna menghadapi berbagai kegiatan olahraga multi - event baik ditingkat Nasional maupunInternasional.
Berikut ini matrik analisa SWOT terhadap pencapaian Indikator Sasaran Jumlah Atlet Pelajar Berbakat:
Tabel 4.3.3.
Penentuan AlternatifStrategi
Pencapaian Indikator Sasaran: Jumlah Atlet Pelajar Berbakat
|
Faktor Eksternal
Faktor Internal |
Peluang :
|
Tantangan :
|
|
Kekuatan :
|
Alternatif Strategi :
|
Alternatif Strategi :
|
|
Kelemahan:
|
Alternatif Strategi :
|
Alternatif Strategi :
|
Dari hasil rumusan matrik diatas diperoleh alternatif strategi sebagai berikut:
- Peningkatan kegiatan pencarian bibit atlet pelajar berbakat termasuk penyandangdisabilitas.
- Peningkatan program tindak-lanjut untuk pembinaan bibit atlet pelajar berprestasi termasuk penyandangdisabilitas.
- Pembenahan metode pengukuran dengan cakupan daerah yang lebih luas.
- Pengembangan sentra olahraga (PPLP) & Klub Olahraga untuk pembinaan Atlet pelajar berprestasi termasuk penyandang disabilitas.
- Peningkatan kualitas pelatih dan peralatan latihan diPPLP.
- Peningkatan jumlahPPLP.
- Peningkatan Fasilitasi kegiatan klubOlahraga.
- Peningkatan jumlah sarana dan prasaranaolahraga.
- Peningkatan kegiatan pencarian bibit atlet pelajar berbakat termasuk penyandangdisabilitas.
Dari 4 (empat) alternatif strategi yang dihasilkan oleh proses perumusan melalui matrik diatas, kemudian dipilih beberapa stragei yang dipandang paling sesuai dengan ruang lingkup kinerja dan tupoksi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat. Strategi yang dipilih tentunya mengarah pada terwujudnya susunan program kegiatan yang mengarah pada tercapaianya Tujuan Meningkatkan Prestasi Olahraga melalui Program Pembibitan dan Pembinaan atlet pelajar termasuk penyandang disabilitas berbasis IPTEK, dengan Sasaran Meningkatnya Kuantitas Pembibitan Atlet Pelajar. Keberhasilan strategi ini diukur dari meningkatkan Indikator Sasaran ditiap tahunnya. Capaian target Indikator Sasaran ini merupakan wujud dari penyusunan arah kebijakan yang optimal, sehingga dapat digunakan untuk penyusunan Program Kegiatan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat selama kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari penentuan atlet pelajar, termasuk penyandang disabilitas berbakat yang berhasil disaring dalam talent scouting adalah dengan melanjutkan pembinaan atlet pelajar berbakat tersebut dalam program pengembangan prestasi di beberapa wadah seperti PPLP dan Klub olahraga. Sedangkan untuk mengukur prestasi dari hasil pembinaan perlu adanya kejuaraan, baik yang bersifat lokal, regional maupun nasional. Kejuaran yang diikuti baik single event maupun multi event akan memberikan gambaran secara nyata hasil pembinaan atlet perbakat selama ini. Keberhasilan pembinaan itu dapat diukur dengan Indikator Sasaran Jumlah Atlet Pelajar Berprestasi. Untuk pencapaian Indikator Sasaran tersebut maka dibutuhkan beberapa strategi yang harus ditempuh untuk mendapatkan angka capaian yang optimal. Prestasi atlet pelajar yang akan diukur termasuk didalamnya prestasi dari atlet pelajar penyandang disabilitas. Proses pengayaanuntuk menentukan Strategi Pembangunan yang dipilih dilakukan melalui analisa SWOT terhadap Indikator Sasaran tersebut. Berikut tabel matrik analisa SWOT terhadap Indikator Sasaran Jumlah Atlet Pelajar Berprestasi:
Tabel 4.3.4.
Penentuan AlternatifStrategi Pencapaian Indikator Sasaran: Jumlah Atlet Pelajar Berprestasi
|
Faktor Eksternal
Faktor Internal |
Peluang :
|
Tantangan:
|
|
Kekuatan :
|
Alternatif Strategi :
|
Alternatif Strategi :
|
|
Kelemahan:
|
Alternatif Strategi : 1. Peningkatan pembinaan atlet pelajar secara berkelanjutan dan didukung dengan IPTEK |
Alternatif Strategi : 1. Peningkatan fokus pembinaan pada cabor unggulan |
Dari matrik diatas, maka dapat diperoleh beberapa alternatif strategi yang mengarah kepada terlaksananya kegiatan pembinaan untuk atlet pelajar berprestasi. Strategi yang akan dipilih akan memberikan jalan bagi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat untuk dapat mengakomodasi kegiatan seleksi dan pengukuran prestasi olahraga atlet pelajar, dalam bentuk pelaksanaan kompetisi olahraga multi event dan pengiriman duta olahraga mewakili Sumatera Barat di tingkat Nasional. Berikut ini alternatif strategi yang dapat disimpulkan:
- Peningkatan pembinaan atlet pelajar sesuai cabor pada PPLP dan klubolahraga
- Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM TenagaKeolahragaan
- Peningkatan kualitas pemanduan bakat dan kuantitas sentra keolahragaan
- Peningkatan kualitas manajemen organisasiolahraga
- Peningkatan kualitas dan kuantitaskompetisi
- Peningkatan pembinaan atlet pelajar secara berkelanjutan dan didukung denganIPTEK
- Peningkatan fokus pembinaan pada caborunggulan
Peningkatan fokus pembinaan pada cabor unggulan Alternatif Strategi yang dapat dirumuskan dari matrik diatas akan dijadikan pedoman untuk menentukan Strategi Pembangunan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat sebagai pelengkap dari Restra yang disusun untuk periode Tahun 2015 sampai dengan Tahun2021.
Perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat dalam peningkatan prestasi juga menyentuh kepada kalangan atlet difable atau berkebutuhan khusus. Untuk mengangkat harkat dan martabat mereka, ada beberapa Program Kegiatan yang melibatkan partisipasi dan peran-serta atlet difable. Untuk mengukur akuntabilitas kinerjanya, maka ditetapkan Indikator Sasaran Jumlah Atlet berkebutuhan khusus berprestasi. Indikator itu akan memberikan gambaran capaian kinerja selama kurun waktu 5 (lima) tahun.
Untuk dapat dirumuskan menjadi Strategi Pembangunan, maka perlu disusun beberapa alternatif strategi dari hasil proses mekanisme analisa SWOT, yang akan mengurai antara faktor internal dengan faktor eksternal Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat dan untuk kemudian ditarik suatu uraian menjadi alternatif strategi yang terkait dengan perkembangan atlet difable/berkebutuhan khusus dalam bidang pengembangan prestasi olahraganya. Berikut ini tabel matrik untuk menyusun alternatif strategi Indikator Sasaran diatas:
Tabel 4.3.5.
Penentuan AlternatifStrategi
Pencapaian Indikator Sasaran: Jumlah Atlet berkebutuhan khusus berprestasi
|
Faktor Eksternal
Faktor Internal |
Peluang : 1. Potensi atlet pelajar penyandang disabilitas |
Tantangan:
|
|
Kekuatan :
|
Alternatif Strategi :
|
Alternatif Strategi :
|
|
Kelemahan:
|
Alternatif Strategi :
|
Alternatif Strategi : 1. Peningkatan pembinaan prestasi atlet pelajar penyandang disabilitas melalui pusat pelatihan olahraga penyandang disabilitas |
<ol start=
Berita Terkait Lainnya : |