Makna 2017 untuk Investor

Artikel () 29 Desember 2016 12:01:14 WIB


Tahun 2017 diramalkan oleh sebuah lembaga internasional bahwa perekonomian negara-negara di dunia tidak menunjukkan pertumbuhan cukup baik. Namun lain dengan Indonesia yang menargetkan menjadi tahun ekspansi.

Bagi investor, tahun 2017 bisa dijadikan sebagai acuan dalam berinvestasi karena pada 2015 dan 2016 berbagai dinamika dan juga perbaikan ekonomi sudah dilakukan di bawah kepemimpinan nasional yang baru. Di samping itu pada 2016 program amnesti pajak dipandang sangat sukses sehingga bisa memberi kepastian yang lebih baik dalam berinvestasi. Hal ini karena pemerintah juga melakukan reformasi perpajakan yang dikabarkan akan memberikan kenyamanan bagi investor dan juga pelaku ekonomi lainnya.

Dari sisi fiskal, investor bisa lebih mendapatkan kepastian. Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menyatakan bahwa APBN 2017 adalah APBN yang kredibel, realistis. Demikian pula dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 yang dipatok pada 5,1%, pemerintah ingin memberi kepastian kepada investor. Sementara itu IMF meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 sebesar 5,3%.

Investor juga mendapat kepastian dengan dijalankannya berbagai program pembangunan infrastruktur pada 2017. Pemerintah juga memberikan dana talangan untuk lembaga yang terkait pembangunan infrastruktur ini. DPR pun juga turut memberikan dukungan dalam hal anggaran.

Pada 2016 pemerintah juga membentuk tim sapu bersih pungli di seluruh Indonesia. Hal ini juga turut memberikan kepastian kepada investor karena satu persatu halangan untuk berinvestasi di Indonesia sudah dihilangkan.

Selain itu pemerintah juga berupaya menyebar pembangunan ke seluruh Indonesia dan tidak berkutat di pulau Jawa saja. Ini juga sebuah tanda bagi investor bahwa wilayah Indonesia lambat laun bisa menjadi tempat pilihan investasi. Satu di antaranya adalah investasi di sektor pariwisata.

Sementara itu, jika melihat pasar modal, investor global masih memandang Indonesia sebagai tempat yang menarik. Karena beberapa tempat di belahan dunia lain perekonomiannya tidak secerah Indonesia, meskipun sudah menjadi negara maju, seperti Eropa dan Jepang. Dengan inflasi rendah, jelas akan memberi keuntungan bagi pasar modal. Pihak asing yang menaruh dananya di pasar modal jelas mendapat keuntungan. Pertumbuhan IHSG tahun 2016 pun yang tertinggi di dunia.

Di tahun 2017 dikabarkan beberapa perusahaan BUMN maupun anak perusahaanya akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering, IPO) di pasar modal. Kabarnya Semen Padang pun akan ikut IPO di tahun 2017. Ini kesempatan emas bagi masyarakat Sumbar menjadi investor pemilik saham Semen Padang.

Di posisi lain, kampanye “Yuk Nabung Saham” yang digalakkan oleh Bursa Efek Indonesia bekerjasama dengan instansi terkait sudah menyebar di 35 titik secara nasional. Ambisi Bursa Efek Indonesia untuk menjadi pusat pasar modal syariah untuk regional patut diapresiasi karena pelaku atau investor yang memilih haluan syariah juga semakin banyak. Untuk meningkatkan jumlah investor di pasar modal Bursa Efek Indonesia akan menambah jumlah Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE). Posisi saat ini baru ada 2758 WPPE, ditargetkan bisa bertambah menjadi 5400 WPPE.

Sementara itu, penerbitan obligasi negara dan sukuk negara diramalkan akan diburu investor. Jika bunga atau bagi hasil deposito rendah, maka obligasi dan sukuk bisa menjadi alternatif. Pelaku investasi ritel obligasi dan sukuk ini cukup banyak. Namun sebenarnya bisa bertambah lagi.

Melihat hal yang demikian, nampaknya ada plus minus yang dilihat oleh investor. Namun plus nya lebih memberikan iklim positif karena berbagai kebijakan yang diambil pemerintah akan lebih menguntungkan investor. Sementara dari sisi minus, lebih kepada pengaruh eksternal yang memang hanya bisa diantisipasi pemerintah, tidak sepenuhnya bisa dikendalikan pemerintah.

Semoga di tahun 2017, investor akan lebih giat lagi, baik di pasar modal maupun di pasar yang lebih luas lagi yaitu wilayah Indonesia. (efs)

 

Referensi: Bisnis Indonesia Edisi Khusus, 6 Desember 2016