Lokomotif Ekonomi Petani Jagung, Modal Teratasi Rentenir Tersingkir
UMKM () 29 Mei 2015 07:55:16 WIB
Forum Koperasi. Kehadiran Koperasi Serba Usaha (KSU) Harapan Bersama, sangat dirasakan manfaatnya oleh petani jagung. Kenapa tidak, sebelumnya para petani sulit melepaskan lilitan rentenir yang memberikan kredit dengan dengan bunga yang sangat tinggi. Akibantnya, keuntungan diperoleh petani saat panen sangat minim. Petani makin kurus, rentenir kian gemuk saja. Itulah sebabnya para petani sepakat mendirikan KSU Harapan Bersama pada tahun 1999 dan berbadan hukum pada tahun 2005. "Alhamdulillah sejak KSU Harapan Bersama terus mengalami kemajuan, seiring dengan kemajuan ekonomi petani," kata Bachtiar, Ketua KSU Harapan Bersama, Kab. Pasaman Barat.
Keberadaan KSU Harapan Bersama berkantor di Jl. Simpang Tiga Bedeng Sungai Talang Nagari Koto Baru Luhak Nan Duo Pasaman Barat, benar-benar tampil sebagai lokomotif ekonomi petani jagung. Dampaknya, produksi jagung meningkat dan otomatis pendapatan petani dan juga anggota koperasi ikut melambung dan rentenir tersingkir.
Dengan semangat kebersamaan dilandasi tekad ingin maju bersama, secara bertahap kegiatan koperasi terus mengalami kemajuan. Usaha terus berkembang, modal sendiri dan volume usaha melejit tajam, anggota pun terus bertambah. Seperti dijelaskan Bachtiar, akhir Desember 2014, anggota tercatat 214 orang, naik dibandingkan dengan tahun 2013 hanya 202 orang. Menjalankan usaha simpan pinjam, unit saprodi, unit transportasi dengan dua armada truk Colt Diesel dan L-300, jada PKL dan jasa perbengkelan.
Yang menggembirakan, kesadaran petani dalam berkoperasi makin dirasakan, yang tercemin dalam pengembalian pinjaman yang lancar dan terpenuhinya berbagai kebutuhan anggotanya yang notabene adalah petani. Sehingga petani merasakan kalau berkoperasi memberikan banyak manfaat dan keuntungan bagi mereka dan masyarakat disekitar koperasi. Mei 2015.