Impor Komoditi Hortikultura Indonesia hanya 5 persen

Pertanian RASMUNALDI, ST(Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan) 25 September 2014 07:56:55 WIB


HortiDirjen Hortikultura Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Hasanuddin Ibrahim membantah kalau impor komoditi hortikultura Indonesia sangat besar. Impor komoditi Hortikultura , katanya, hanya 5 persen dari keseluruhan impor Indonesia terhadap komoditi pertanian.“Ada yang salah dari anggapan orang selama ini yang mengatakan import komoditi hortikultura sangat besar, padahal jumlahnya hanya 5 persen dari keseluruhan impor komoditi pertanian,”tuturnya kepada wartawan seusai menutup Jambore Varietas Kentang di Sumbar baru-baru ini.Dia mengatakan, dari impor komoditi hortikultura tersebut,   hanya terkonsentrasi pada komoditi tertentu, seperti jeruk, bawang putih, dan komoditi hortikultura lain yang belum dapat berproduksi optimal di Indonesia. “ Berapa komoditi yang diimpor tersebut terpaksa kita lakukan, karena kita belum bisa memproduksinya,” ucap HasanuddinNamun demikian, katanya, meski hanya 5 persen, pemerintah terus berupaya menekan   impor komoditi hortikultura tersebut. Untuk jeruk, misalnya, pemerintah telah mengembangkan   ribuan ha tanaman jeruk di seluruh Indonesia.Sumbar saja, katanya, dalam berapa tahun terakhir   tidak kurang dari 1.000 ha tanaman jeruk   telah ditanam, khususnya jenis jeruk gunung omeh yang menjadi salah satu jeruk lokal unggul di Sumatera Barat. “Itu adalah bagian dari upaya kita untuk menekan impor komoditi hortikultura, terutama komoditi jeruk,” tambahnya.