Prospek Keuangan Syariah di Sumbar Menunjukkan Tren Positif

Prospek Keuangan Syariah di Sumbar Menunjukkan Tren Positif

Ekonomi Dedi Oscar Adams(DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA) 20 Mei 2021 19:38:44 WIB


Bisnis perbankan syariah di Sumatera Barat (Sumbar) terlihat mulai tumbuh positif. Baik dari sisi pembiayaan maupun aset. Hal ini tidak terlepas dari dorongan pemerintah daerah untuk mengembangkan industri halal, khususnya di sektor pariwisata dan UMKM.

Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Misran Pasaribu menyebut, dibanding perbankan konvensional, perbankan syariah di Sumbar lebih memperlihatkan hasil yang positif. Tercatat, hingga kwartal I tahun 2021 ini pembiayaan syariah di Sumbar tumbuh 4 persen. Sedangkan aset syariah tumbuh hingga 7 persen. 

“Dilihat datanya, memperlihatkan bahwa perbankan syariah di Sumbar tumbuh positif. Kalau dibanding konvensional tumbuh negatif. Pembiayaan tumbuh 4 persen. Asetnya tumbuh 7 persen. Jadi semuanya positif,” ungkap Misran, Kamis (20/5/2021)

Trend positif ini menurut Misran diharapkan dapat mendukung pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam membiayai sektor pendukung kemajuan UMKM dan pariwisata Sumbar khususnya yang bergerak di industri halal.

“Kalau dilihat secara keseluruhan, struktur perekonomian Indonesia sebagian besar di dalamnya pengusaha-pengusaha UMKM yang paling banyak mendukung perekonomian nasional. Salah satunya di UMKM terkait dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki di daerah tertentu seperti Sumbar, termasuk juga yang bergerak di sektor pariwisata sebagai sektor pendukung seperti, transportasi, restoran, travel, hotel,” lanjut Misran.

Ditambah lagi dengan kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai hasil merger tiga bank syariah, yakni Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah menjadikan pilihan produk-produk syariah semakin lengkap. 

Area Manager BSI Padang, Budi Abdiriva mengamini tren positif syariah di Sumbar saat ini dan menyatakan siap menawarkan berbagai produk syariah kepada masyarakat.

“Salah satu produk unggulan dari BSI diantaranya pembiayaan mikro yang juga difasilitasi oleh pemerintah yaitu KUR. Kemudian juga ada pembiayaan small medium, serta pembiayaan komersil yang sifatnya juga sangat kompetitif dibanding bank konvensional," kata Budi.

Selain itu, sebagai percepatan penetrasi syariah di kalangan pegawai negeri, Bank Syariah Indonesia menyediakan juga program-program untuk ASN, pegawai BUMN, dan pegawai Rumah Sakit berupa pembiayaan pemilikan rumah yang berhadiah porsi haji. 

“Produk-produk tersebut merupakan kombinasi dari merger tiga bank yang sudah didesain sehingga pada saat launching dan roll out semua masyarakat bisa menggunakan dan memanfaatkan layanan tersebut,” Tutup Budi.(doa)