Meneladani Kepemimpinan Umar Bin Khatab

Artikel Yal Aziz(Tenaga Artikel) 13 Oktober 2020 13:49:50 WIB


Meneladani Kepemimpinan Umar Bin Khatab

Oleh Yal Aziz

Secara fakta dalam ilmu sejarah tentang pemimpin hebat di dunia, sangat banyak. Sebut saja seperti Firauan, Hitler, Benito Mussolini (Italia), Pol Pot (Kamboja), Idi Amin (Uganda), Mobutu Sese Seko (Kongo) dan Nicolae Ceausescu (Rumania),  serta Slobodon Milosevic (Serbia). Tapi semua pemimpin ini dikenal dengan sikap atau sifat diktatornya. 

Tapi di zaman melenial sekarang ini, ada baiknya juga kita meneladani sosok pemimpin presiden Turki, Recep Tayyip Erdo─čan yang berhasil meruntuhkan paham sekuler di negaranya.Bahkan Erdogan berhasil menjadikan Turki sebagai kekuatan baru di Eropa.

Bahkan dari sejumlah kebijakan yang dibuat Erdogan banyak membawa kemajuan bagi negaranya. Begitu juga dengan langkah-langkah politik luar negerinya yang banyak juga mendapat respon positif dari berbagai negara.

Untuk itu sosok Erdogan sangat bai kita tiru dan diteladani oleh para calon Gubernur Sumatera Barat yang sekarang ini lagi berkompetisi, hingga 9 Desember, 2020 mendatang.

Kemudian ada baiknya juga kita meneladani sosok Khalifah Umar Bin Katab, terutama bagi para calon Gubernur Sumbar, jika terpilih nantinya.

Semasa Umar Bin Khatab jadi khalifah, Umar sengaja berjalan malam tanpa pengawal. Dalam perjalanannya, Umar sengaja berhenti karena mendengar suara tangisan anak kecil di sebuah gubuk yang reok.

Lantas umar menggedor pintu rumah gubuk reok tersebut dan kemudian si penghuni rumah membukakan pintunya.

Lantas Umar Bin Khatab bertanya, kenapa anak-anakmu kamu biarkan menangis?

Lantas pemilik gubuk reok itu menjawab, anaknya menangis karena belum makan dari pagi.

"Tungkumu berasap, apa yang kamu masak?

"Hanya merebus batu," kata wanita tiga anak tersebut.

Untuk apa, tanya Umar kepada ibu pemilik gubuk.

"Agar anakku terhibur, apabila mereka lelah menangis mereka akan tertidur,"jawab wanita itu singkat

Lantas Umar pamit dan kembali ke istananya untuk mengambil sekarung gadum dan memikulnya sendiri sampai ke gubuk reok tesebut.

Setelah memberikan bantuan, Umar bukan mendapatkan ucapan terima kasih, tapi justrui mendapatkan caci makian dari wanita pemilik gubuk tersebut.

"Sebenarnya kamu yang cocok jadi khalifah, bukan Umar," kata wanta tiga anak tersebut.

Waktu itu Umar hanya diam sembari minta izin pamit.

Singkat cerita, seminggu kemudian, Umar Bin Katab sengaja mengundang wanita dengan tiga anak berkunjung ke istananya. Tapi, betapa kagetnya si wanita janda tiga anak tersebut ketika berada di istana Umar Bin Khatab yang dia caci maki saat mengantarkan sekarung gandum kerumahnya.

Jadi kita  berharap kepada gubernur Sumbar yang terpilih nantinya untuk meneladi sosok Umar Bin Khatab sebagai pemimpin, yang hanya boleh takut kepada Allah saja dan ikuti semua yang disampaikan Nabi Muhammad. Titik. (penulis wartawantabloidbijak.com).