Anak SMP Melanggar Lalu Lintas

Anak SMP Melanggar Lalu Lintas

Artikel () 29 Februari 2020 09:35:22 WIB


Pada 24 Februari 2020 terjadi kecelakaan di Jalan Kampung Kalawi Kota Padang yang menewaskan pengendara motor yang berusia 14 tahun. Menurut penuturan media, korban tewas ditabrak oleh pengendara mobil sedan. 

Ceritanya, mobil sedan dari arah Pasar Alai menuju Bypass ingin mendahului kendaraan di depannya. Ketika mobil sedan mengambil di sebelah kanan untuk mendahului, pengendara motor dari arah lawan muncul. Dan terjadilah tabrakan sekitar jam 6.10 pagi. Korban terpental kemudian terhempas ke aspal, dan meninggal di tempat. 

Sementara itu, pada 17 November 2019 malam, pengendara mobil Mitsubishi Strada yang masih berumur 14 tahun dan pelajar SMP, menabrak 13 motor yang sedang parkir dan melukai seorang pejalan kaki di Jalan M. Hatta Kec. Pauh Kota Padang sekitar jam 22.30. 

Pengendara Strada mengaku mengantuk, dan ternyata tidak memiliki SIM.  

Dari dua kejadian di atas, yang ternyata menimbulkan korban jiwa, melepaskan anak usia SMP berkendara adalah sangat berisiko. Sudah seharusnya orang tua tidak membiarkan anaknya yang belum cukup umur dan tidak punya SIM membawa kendaraan bermotor melintas jalan raya. 

Dengan emosi yang belum stabil, dan terkesan ceroboh, anak usia SMP yang membawa kendaraan bermotor hanya akan memberikan kesan kurang baik di jalan. Karena pengendara lain yang sudah memiliki SIM jadi terganggu. Mungkin tidak semua yang memberi dampak buruk seperti ini jika melihat dari sisi lain. Tapi tidak sedikit yang hingga hari ini anak-anak usia SMP dalam membawa motor senang ngebut, seperti tidak akan melakukan pengereman. Ini karena mereka tidak tahu etika berlalu lintas.   

Semoga para orang tua yang masih membiarkan anaknya yang belum cukup umur dan belum punya SIM tersadar akan bahayanya anak-anak mereka di jalan raya. Memang dengan membawa motor, anak bisa lebih cepat sampai dan lebih mudah ke sekolah. Tetapi di sisi lain, mereka belum punya SIM dan memiliki potensi lebih besar mencelakakan orang lain. Jadi, tidak hanya nyawa anaknya yang akan hilang, nyawa orang lain pun terancam. 

Para penceramah tidak ada salahnya menyampaikan hal seperti ini. Karena penceramah, akan banyak didengarkan orang. Apalagi jika penceramah tersebut sudah dikenal di tengah masyarakat. Pengaruhnya akan lebih besar lagi. (efs)

 

Referensi: 

Posmetro Padang 25-2-2020 

Kompas dotcom 18-11-2019