Tentara Belanda Tertipu

Tentara Belanda Tertipu

Artikel () 04 Desember 2019 03:09:43 WIB


Sebuah postingan video yang berisi tentang kisah tentara Belanda muncul di akun twitter Majalah Historia pada 3 Desember 2019. Isi postingan tersebut menjelaskan bahwa ternyata tentara Belanda yang datang ke Indonesia tidak tahu kalau mereka akan memerangi orang Indonesia. Yang mereka tahu ketika masih di Belanda, pemerintahnya menginformasikan untuk menyelamatkan Indonesia dari Fasis Jepang dan kolaboratornya. Dan usia mereka ini di bawah 20 tahun yang mengikuti wajib militer.  

Setelah tiba di Indonesia, tentara yang masih muda ini dipaksa mengikuti peperangan yang tak mereka inginkan sebelumnya. Sebelumnya mereka tak pernah melakukan kekerasan, dan akhirnya dipaksa melakukan kekerasan. Karena ketika perang, yang ada adalah menyerang dan diserang. Jika rekannya diserang, mau tak mau ikut membantu membalas serangan. 

Apesnya, setelah berperang dan balik ke negaranya, tidak ada yang mau mendengarkan kisah mereka ketika di Indonesia. Bahkan mereka dituduh sebagai penjahat perang. Historia menyebut mereka sebagai korban kebohongan dan ilusi kolonialisme dan imperialism pemerintahnya. 

Akibat perang yang dipaksakan, maka hasilnyapun jelas, perang tak bisa dimenangkan. Karena lawannya adalah rakyat terjajah yang ingin merdeka. 

Ini adalah sebuah informasi baru bagi saya, bahwa ternyata Belanda pernah mengerahkan warganya untuk ikut berperang di Indonesia dengan membohongi rakyatnya sendiri. Jika melihat berita atau film tentang veteran perang AS, memang pernah dimunculkan bagaimana ibu-ibu dari tentara AS menolak anaknya dikirim untuk berperang. Ibu-ibu ini sepertinya tahu bahwa perang yang akan dilakukan sebenarnya lebih terkesan melakukan kejahatan dibanding tugas mulia membela kebenaran. 

Namun untuk tentara Belanda yang pernah menjajah Indonesia, baru kali ini ada informasi yang menerangkan bagaimana warga negara dikerahkan untuk berperang di Indonesia. Apalagi ternyata mereka masih muda dan tidak pernah perang dan melakukan kekerasan sebelumnya.  Yang lebih sialnya, ketika pulang tidak ada yang mau mendengar kisah kelam mereka dan kemudian dituduh penjahat perang. 

Hikmah yang bisa diambil dari informasi ini adalah, fitrah manusia adalah menolak melakukan kejahatan dan kekerasan. Akan tetapi hawa nafsu yang akhirnya menyebabkan manusia terperosok ke dalam kehinaan akibat melakukan kejahatan dan kekerasan yang ditolak hati nurani mereka. 

Oleh karena itu, di zaman yang sudah merdeka ini, melakukan kejahatan dan kekerasan serta bernuansa menjajah orang atau pihak lain, adalah kebodohan. Karena sudah cukup para tentara penjajah saja yang melakukan ini. Seharusnya kita sebagai sesama anak bangsa saling hormat dan memperlihatkan sikap dan perilaku mulia. Apalagi kita adalah orang beragama. 

Berbuat jahat, kekerasan, menjajah kelak akan mendapatkan hukuman, baik dari manusia maupun dari Tuhan. (efs)

ilustrasi: freefoto dotcom