Masyarakat Dikawasan Mandeh Perlu Belajar ke Bali
Artikel Yal Aziz(Tenaga Artikel) 13 Maret 2019 10:09:21 WIB
Tak berlebihan rasanya jika Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dipuji dan diapresiasi. Kenapa? Karena putra Kuranji Kota Padang ini telah membuat keputusan yang pintar dan berada di masa yang tepat dengan menetapkan kawasan wisata Mandeh sebagai destinasi pariwisata prioritas Provinsi Sumatera Barat.
Langkah dan kebijakan cerdas Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari pariwisata sektor unggulan dalam pembangunan Sumatera Barat 2016-2021. Bahkan kawasan wisata Mandeh sudah ditetapkan menjadi destinasi nasional dan dikenal menarik bagi wisatawan serta mudah dijangkau.
Mandeh memiliki potensi wisata yang luar biasa di kawasan Pantai Barat Sumatera. Kawasan ini kaya akan obyek wisata. Pemerintah sudah memperlihatkan keseriusan untuk mengembangkan kawasan ini dengan memasukkannya dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Kawasan Mandeh merupakan gugusan puluhan pulau yang membentang seluas 18 ribu hektare di Teluk Carocok, Pesisir Selatan, ditunjang dengan topografis yang landai dan kekayaan biota laut yang cantik. Apalagi air di kawasan laut ini tak berombak dan sangat jernih.
Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tersebut, banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan kawasan Mandeh yang dijuluki juga Surga Tersembunyi, karena memiliki pesona alam luar biasa, dengan berbagai dimensi keindahan seperti laut, pulau, alam bawah laut, pantai dan perbukitan.
Kemudian pengembangan wisata bahari Mandeh haruslah terarah dengan membagi sejumlah zonasi, seperti untuk wisata air, offroad, snorkeling dan diving serta kawasan untuk terbang layang.
Secara fakta, dalam dua tahun terakhir ini perkembangan pariwisata Mandeh lumayan pesat. Dari sebelumnya sepi pengunjung sekarang sudah menjadi ramai. Apabila dikerjakan secara serius dan terarah, akan lebih banyak lagi dikunjungi wisatawan. Dengan demikian sektor ekonomi akan tumbuh dan berkembang yang hasilnya akan menambah pendapatan pemerintah
Kini, berwisata di kawasan Mandeh, sudah tidak diragukan lagi oleh masyarakat. Di Mandeh, wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan wisata seperti menyelam, berenang, jumping dan jet sky.
Selanjutnya, pelaku wisata dan masyarakat, harus memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, agar apa yang diinginkan yaitu peningkatan kunjungan wisata bisa tercapai.
Kemudian pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah membangun infrastruktur jalan. Pembangunan jalan difokuskan pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wisata Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan. Jalan baru yang dimulai dari Sungai Pisang Kota Padang menuju Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan itu, kini memberikan rasa nyaman bagi pengunjung.
Bahkan kini, pembangunan jalan akses sepanjang 41,08 kilometer di Kawasan Mandeh, telah rampung. Jalan itu, sekarang bisa ditempuh dengan kendaraan secara lancar, mulai dari Cerocok Tarusan-Mandeh-Sungai Nyalo- Sungai Pisang. Disepanjang jalan, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang indah.
Untuk kedepannya, pemerintah Pesisir Selaan dan Kota Padang, harus menata pembangunan disepanjang jalan menuju ke kawasan Mandeh. Maksudnya, jangan sampai ada bangunan-bangunan liar yang tak tertata dan merusak pandangan mata.
Yang tak kalah pentingnya mendidik masyarakat bagaimana cara menghargai pengunjung ke Kawasan Mandeh. Maksudnya, jangan sampai ada pengunjung yang merasa "diperas" masalah harga, terutama dalam berbagai bentuk pungutan. Jadikanlah pengunjung wisata itu bagaikan raja sedang berlibur.
Untuk itu, masyarakat dikawasan Madeh harus belajar ke Pulau Dewa Bali. Maksudnya, masyarakat Kawasan Mandeh harus tahu dan mengerti bagaimana menghormati dan menghargai para pengunjung. Ada anekdot tentang prilaku masyarakat Bali tentang menghargai dan menghormati pengunjung. "Jika memukul dan menyakiti pemuda di Bali, yang bakal marah dan terusik hanya orangtua dan keluarganya. Tapi kalau menyakiti bule, se Pulau Bali masyarakat akan marah dan terusik,". Camkanlah. (Penulis wartawan tabloidbijak.com)