Bencana dan Antisipasi

Bencana dan Antisipasi

Artikel () 31 Januari 2019 23:36:46 WIB


Tidak diduga sebelumnnya, pada akhir 2018 lalu tsunami melanda wilayah sekitar Selat Sunda. Wilayah Lampung dan Banten merupakan wilayah yang terkena dampak tsunami tersebut. Ratusan orang dinyatakan menininggal dunia. 

Pengetahuan masyarakat tentang tsunami adalah didahului gempa kuat. Namun tsunami kali ini ternyata datang tanpa diawali gempa. Kawasan pantai di wilayah Banten yang dipenuhi masyarakat untuk menyongsong datangnya awal tahun sekaligus liburan akhir tahun mendadak didatangi tsunami. 

Peristiwa datangnya tsunami pun di malam hari. Hal ini turut menyulitkan masyarakat melakukan evakuasi. Bahkan tidak sedikit yang terbawa ke laut serta ada yang terdampar di pulau lainnya, setelah tsunami datang.

Beberapa selebriti tanah air yang menjadi korban tsunami menjadi bahan berita media. Ada yang meninggal tapi anaknya selamat, ada juga yang dirinya selamat tapi anak istrinya meninggal. Dan berbagai kisah lainnya yang turut menambah kedukaan. 

Dari kejadian ini ada hikmah yang bisa direnungkan oleh mereka yang masih hidup di belahan bumi lainnya. Bahwa bencana itu kadang tidak diketahui manusia seperti apa bentuknya, namun tiba-tiba datang. Oleh karena itu, untuk meminimalkan risiko bencana perlu persiapan antisipasi. 

Saya termasuk yang meyakini bahwa di antara selebritis yang meninggal ataupun masyarakat lainnya yang meninggal, mereka sudah menyiapkan asuransi untuk anaknya. Artinya jika orangtua atau kepala keluarga meninggal, maka anaknya sebagai ahli waris mendapat santunan berupa asuransi jiwa maupun asuransi pendidikan. 

Dan tidak hanya dalam bentuk asuransi, tetapi juga tabungan rencana, yaitu sejenis tabungan untuk masa tertentu dan memiliki asuransi juga. Jika asuransi identic dengan perusahaan asuransinya, maka tabungan identic dengan bank. 

Bank-bank saat ini memang banyak yang menawarkan semacam investasi ditambah asuransi. Namun bank-bank juga menawarkan produk tabungan rencana, yaitu tabungan yang diisi tiap bulan oleh nasabah dengan debit otomatis dari rekening nasabah. Dari mulai 100.000 rupiah setiap bulan, nasabah bisa memiliki tabungan untuk jangka waktu tertentu dan memiliki asuransi jiwa jika nasabah meninggal. Sehingga anak atau ahli waris lainnya mendapat santunan ketika kepala keluarga atau orangtua meninggal. 

Maka, bagi masyarakat yang hidup di wilayah rentan terjadi bencana, sudah saatnya memiliki tabungan yang bisa diwariskan kepada anak atau ahli warisnya.   (efs)

Foto ilustrasi: shutterstock dot com