PHK Massal Perusahaan Besar Dunia
Artikel () 29 November 2018 16:41:39 WIB
Harian Kontan edisi 29 November 2018 di salah satu halamannya menulis berita dengan judul “PHK Massal Digelar Korporasi Besar Dunia”. Kemudian di baris berikutnya Kontan menulis “GM, Ford, Qualcomm, Wal Mart, Ikea hingga Bombardier menggelar PHK Karyawan”.
Presiden AS Donald Trump dikabarkan marah dengan kebijakan GM (General Motors) yang menutup pabriknya di Ohio, Michigan dan Maryland. Melalui akun twitternya Donald Trump menyatakan bahwa dulu GM pernah diselamatkan pemerintah dan apa yang dilakukan GM adalah tanda terima kasih yang diberikan kepada pemerintah. Tentunya ini sebuah sindiran atau kemarahan yang dibalut dengan kalimat yang halus.
GM direncanakan akan memecat 14.000 karyawannya serta lima pabriknya. Ini lantaran produksi sedan tidak laku, yang sedang diminati adalah tipe kendaraan sport utility vehicle (SUV) dan truk. Maka karyawan yang berada di divisi sedan mengalami PHK.
Demikian pula dengan Ford, yang akan melakukan PHK sekitar 12% dari 200.000 pegawainya. Di samping itu Ford juga fokus kepada produksi SUV. Sementara Qualcomm akan memotong 1500 pekerjaan di berbagai divisi di California senilai 1 miliar dolar AS yang merupakan janjinya kepada investor untuk memangkas biaya tahunan.
Sementara itu Wal-Mart juga akan melakukan PHK terhadap 1000 pegawai kantor pusatnya sebagai upaya efisiensi dalam menghadapi persaingan dengan bisnis online. Kemudian di Eropa, IKEA group akan memangkas 7.500 pegawainya akibat keputusan untuk ekspansi melalui online.
Kemudian di Kanada, perusahaan pembuat pesawat Bombardier guna mempertahankan kinerjanya akan melakukan PHK kepada 5.000 pegawainya di seluruh dunia.
Apa yang dilakukan oleh berbagai perusahaan kelas dunia itu menunjukan adanya keanehan. Misalnya tentang kondisi di Amerika Serikat yang melakukan perang dagang terhadap China. Pemerintah AS melakukan perang dagang sebagai upaya melindungi kepentingan masyarakat AS. Namun ternyata kebijakan tersebut tidak sejalan dengan iklim bisnis di AS. Banyaknya PHK menunjukan adanya pelemahan ekonomi. Perang dagang tidak serta merta bisa menghilangkan PHK.
Selain itu, kebijakan bank sentral AS yang menaikan suku bunga telah menyebabkan modal asing di berbagai negara benajak keluar menuju AS. Namun faktanya ternyata di AS terjadi PHK yang cukup besar.
Demikian pula halnya dengan yang terjadi di Eropa dan Kanada, menandakan terjadi pelemahan ekonomi. Karena tanda suatu negara ekonominya baik adalah terserapnya tenaga kerja sehingga pengangguran turun. Sebaliknya, suatu negara, apalagi negara maju sedang menghadapi masalah ekonomi biasanya ditandai adanya PHK.
Semoga hal demikian tidak terjadi di Indonesia. Untuk itu penting sekali bagi pemerintah memperhatikan UMKM yang merupakan penopang ekonomi Indonesia yang diisi oleh banyak pekerja informal. (efs)
Referensi: Harian Kontan 30 November 2018
ilustrasi: freefoto.com