Mari Kita Selamatkan Penyu
Artikel Yal Aziz(Tenaga Artikel) 27 Maret 2018 08:40:56 WIB
ADA hal menarik dan perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai pingir laut, dalam wilayah Sumatera Barat. Kenapa? Karena kita diminta oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit untuk tidak membunuh penyu dan bahkan diminta untuk menyalematkan satwa laut ini.
Sebagai contoh, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Kamis 22 Maret 2018 lalu, melepas sekitar 10 penyu dari 12 yang masih memerlukan perawatan. Penyu tersebut dilepas di sekitar PLTU Teluk Sirih, Kota Padang.
Kemudian, wagub Sumbar ini juga menghimbau seluruh masyarakat, agar tidak membunuh penyu, serta tidak lagi mengkonsumsi telur-telur penyu, karena penyu sudah dilindungi hukum dan meminta kepada aparat hukum untuk bersikap tegas.
Lantas timbul pertanyaan, mengapa kita harus melindungi penyu? Apa fungsi penyu bagi manusia, sehingga kita perlu melindungi dan melestarikannya?
Ternyata, penyu merupakan satwa yang tidak cuma unik dan lucu, tetapi penyu juga sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Untuk itu, dengan membiarkan penyu hidup bebas di habitatnya, tanpa melakukan sesuatu yang dapat menganggu kehidupannya, maka penyu akan memberikan banyak manfaat.
Manfaat tersebut, menjaga keseimbangan mata rantai ekosistem, ilmu pengetahuan, pengembangan ekowisata. Bahkan Penyu, berperan penting dalam menjaga keseimbangan di laut, serta dalam menyebar nutrisi ke laut melalui kotorannya. Kotoran ini menjadi pupuk atau pakan bagi tumbuhan dan hewan laut lainnya.
Penyu sesungguhnya memainkan peranan yang amat vital bagi ketersediaan ikan laut, misalnya saja Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) yang memakan Ubur-ubur. Ubur-ubur adalah binatang laut yang memakan anak ikan. Ini merupakan mata rantai makanan. Bila tidak ada Penyu Belimbing kemungkinan besar populasi Ubur-ubur akan semakin meningkat. Kelebihan populasi Ubur-ubur akan membahayakan populasi anak ikan dan membuat ketersediaan ikan di laut akan semakin berkurang. Dampaknya juga akan memperkecil hasil tangkapan ikan nelayan. Terutama nelayan kecil yang tidak memiliki kapal untuk menangkap ikan di laut lepas. Selain itu Penyu juga memakan terumbu karang yang tidak sehat sehingga terumbu karang menjadi sehat kembali.
Terumbu karang yang terjaga dengan baik, terlebih bila daerah tersebut memiliki keindahan alam dan budaya yang mendukung, akan memberikan pemandangan bawah laut yang cukup indah. Ini berpotensi bagi pengembangan ekowisata. Snorkeling, menyelam (diving), bermain kayak (kayaking) dapat menjadi atraksi yang ditawarkan kepada wisatawan.
Penyu dan habitatnya juga menjadi sarana bagi peningkatan ilmu pengetahuan manusia, misalnya melalui penelitian dan pengembangan. Sebagaimaan telah diketahui, penyu adalah salah satu hewan yang tersisa dari zaman purbakala. Oleh karena itu, penyu mungkin dapat menjadi “pintu masuk” bagi umat manusia untuk mengetahui apa yang terjadi di masa lampau dan informasi lainnya. Ini sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, terutama biologi dan lingkungan.
Kemudian penyu mempunyai peran penting dalam menjaga ekosistem laut yang sehat. Laut yang sehat akan menjadi habitat berjuta-juta ikan sebagai sumber protein penting bagi manusia. Contohnya penyu hijau yang menjaga keberlangsungan hidup lamun dan rumput laut. Ketika penyu "merumput" maka penyu hijau telah membantu menambah nutrisi dan membantu produktifitas lamun.
Tanpa proses merumput yang konstan maka padang lamun akan terlalu rimbun dan menghalangi arus laut. Selain itu menghalangi sinar matahari menembus ke dasar laut, akibatnya pangkal lamun akan mengalami pembusukan dan menciptakan habitat sejenis jamur.
Perilaku penyu hijau dalam memakan lamun juga membantu penyebaran lamun. Kebanyakan penyu memakan lamun hingga beberapa centi meter dari pangkal daunnya yang menyebabkan bagian ujung dan yang lebih tua akan hilang. Sebagai hasil dari seringnya penyu memakan daun lamun di bagian yang sama, maka lamun hidup menyebar, tidak terkumpul pada satu tempat.
Sebagai contoh Teluk Florida dan Teluk Meksiko. Kematian padang lamun di daerah tersebut dikatakan akibat kepunahan penyu hijau. Alasannya, karena penyu hijau berperan untuk menjaga ekosistem laut yang sehat. Contohnya, penyu sisik, yang diibekali dengan mulut seperti paruh burung, dan kemudian penyu sisik memakan berbagai jenis spons. Dengan demikian mereka dapat mengontrol komposisi spesies dan distribusi spons dari ekosistem terumbu karang.
Kajian ilmiahnya, spons secara agresif bersaing berebut tempat dengan terumbu karang. Dengan memakan spons maka penyu sisik memberikan kesempatan kepada terumbu karang untuk berkoloni dan bertumbuh. Tanpa keberadaan penyu sisik maka spons sangat mendominasi terumbu karang yang bisa merubah strukttur ekosistem terumbu karang.
Kemudian pertahanan fisik dan kimia dari spons itu menghalangi ikan dan sebagian besar mamalia air memakan spons. Ketika penyu sisik merobek spons, maka nutrisi di dalam spons menjadi terbuka dan dapat dimakan oleh spesies laut yang biasanya mereka tidak dapat membuka lapisan luar dari spons tersebut. Jadi secara tidak langsung penyu sisik itu memberi makanan kepada ikan-ikan.
Mulai sedari sekarang, tak ada salahnya juga kalau kita ikut menjaga kelestarian penyu di laut sebagaimana yang ditegaskan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit. Mari kita jaga penyu.