Facebook dan Internet
Artikel () 28 Februari 2018 17:39:46 WIB
Siapa yang tidak kenal dengan Facebook? Dari 100 persen pengguna internet di Indonesia, lebih 90 persen adalah pengguna Facebook. Facebook adalah media sosial yang paling populer bagi masyarakat Indonesia. Media sosial yang mampu mempertemukan teman-teman lama ini memang fenomenal. Kini teman masa kecil sejak TK, SD, SMP, SMA, Kuliah, hingga satu kantor bisa saling berteman dan berkomunikasi.
Pemilik Facebook pun telah mengakuisisi Whats App (WA), aplikasi chatting yang sangat popular di Indonesia. Banyak bermunculan grup WA dari teman satu TK, SD, SMP, SMA, kuliah, satu kantor, hingga satu lingkungan perumahan. Umumnya mereka yang sudah terhubung di Facebook kemudian menjalin komunitas grup di WA.
Selama ini Facebook menjadi media pemasaran pemilik merk, baik dalam dan luar negeri. Karena dianggap murah dan efektif menyasar konsumen. Tapi rencananya Facebook akan mengganti algoritmanya sehingga berikutnya akan lebih banyak memunculkan interaksi antara individu pertemanan. Sedangkan kemunculan akun brand atau merk akan berkurang. Atau dengan kata kain, kemunculan akun-akun publik akan semakin berkurang.
Berdasarkan penilaian pemilik Facebook, Mark Zuckerberg, pengguna Facebook kurang menyukai postingan tentang bisnis. Mark menganggap dengan kebijakan tersebut maka pengguna Facebook akan lebih lama bercengkerama dengan keluarganya, temannya, kerabatnya di Facebook. Mungkin ini sudah dilihat Mark dengan riset yang valid. Boleh jadi bagi individu pengguna Facebook ini akan memberi dampak positif. Karena dalam bahasa lain, silaturahmi antara teman, kerabat, keluarga bisa semakin akrab ke depannya.
Karena Facebook adalah bagian dari internet maka kini saya coba ajak melihat bagaimana gambaran internet di Indonesia. Ternyata pertumbuhan pengguna internet selama satu tahun terakhir yaitu sejak Januari 2017 adalah 0 persen. Tapi pertumbuhan pengguna aktif media sosial sebesar 23 persen terhitung Januari 2017. Dan pengguna mobile tumbuh 30 persen sejak Januari 2017.
Sementara untuk penggunaan perangkat, orang Indonesia menggunakan mobile phone paling banyak, atau 90 persen. Sedangkan ponsel pintar atau smartphone sebesar 60 persen. Disusul kompouter desktop atau laptop 22 persen, computer tablet, 8 persen.
Pada kuartal 4 tahun 2017 situs yang paling banyak dikunjungi orang Indonesia adalah google.co.id, diikuti google.com, kemudian facebook.com, blogspot.co.id, googleweblight.com, youtube.com, line.me, detik.com, worpdress.com, dan yahoo.com. Trafik google.co.id perbulan adalah 2.915.900.000 dengan waktu kunjungan 9 menit 2 detik. dan trafik yahoo.com perbulan adalah 142.900.000 dengan waktu kunjungan 5 menit 46 detik.
Sedangkan frekuensi penggunaan internet setiap hari adalah 79 persen, sekali seminggu 14 persen, dan sekali sebulan 6 persen.
Sementara itu, berdasar data dari statista.com, 44 persen populasi masyarakat Indonesia menggunakan ponsel pintar untuk mengambil foto dan video. Hanya 3 persen yang menggunakan untuk membaca buku dan majalah digital. Ini adalah data yang dirilis pada Januari 2018.
Terlihat bahwa orang Indonesia menggunakan Facebook dan internet lebih untuk hubungan sosial dan yang terkait kenyamanan pribadi, namun masih jarang untuk keperluan membaca buku dan majalah digital. Padahal di internet bertebaran bahan-bahan digital yang bisa diakses secara gratis maupunn berbayar.
Yang mungkin bisa diambil kesimpulan awal, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian melalui Facebook dan media sosial lainnya mungkin akan semakin meningkat. Karena ternyata pengguna internet atau pengguna Facebook kemungkinan lebih memikirkan kenyamanan pribadi, sehingga penyebaran hoax atau ujaran kebencian turut masuk di dalam “kenyamanan pribadi” tersebut. Sementara animo untuk membaca berita yang valid pun pada kenyataannya belum menjadi kebiasaan kebanyakan pengguna Facebook dan internet. (efs)
Referensi: Majalah Infokomputer edisi Maret 2018
ilustrasi: freefoto.com