Kereta Bandara

Kereta Bandara

Artikel () 31 Januari 2018 16:56:48 WIB


Sebuah akun instagram, @keretaapikita yang ternyata akun resmi PT Kereta Api Indonesia pada 1 Februari 2018 memposting foto kereta bandara yang sedang diuji coba test run. Kereta bandara yang dimaksud adalah kereta untuk Bandara Internasional Minangkabau – Padang. Jika kereta terdahulu yang diperuntukkan untuk lintas bandara didominasi warna oranye, maka kereta yang diperlihatkan ini didominasi warna hijau. Terutama di bagian kepalanya.

Setelah kereta bandara di Kualanamu dan Soekarno Hatta, maka kemungkinan BIM menjadi kereta bandara yang ketiga di Indonesia. Ini patut disyukuri. Karena Sumbar memang termasuk bandara yang jumlah penerbangannya ramai sehingga harga tiket untuk periode tertentu berada di level atas.

Sementara itu pembangunan stasiun kereta Duku dan BIM sejauh pengamatan saya sudah makin rampung. Ini berarti tinggal menunggu kesiapan kereta untuk melintasi rute BIM – Padang (Simpang Aru).

Satu hal yang sepertinya akan menjadi pertanyaan sekaligus harapan banyak orang adalah berapa harga tiket kereta bandara dan semoga memenuhi harapan banyak orang agar bisa terjangkau. Ini terjadi di Bandara Soekarno Hatta. Harga yang ditetapkan sekitar 75.000 rupiah per orang dianggap terlalu mahal. Semoga untuk BIM harganya menyesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.

Selain itu, adanya kereta bandara akan semakin menambah fasilitas pariwisata di Sumbar, yang saat ini tengah gencarnya melakukan promosi pariwisata dan pembangunan sektor pariwisata. Di samping itu juga menambah kian maraknya lalu lintas kereta di Sumbar. Pemerintah provinsi bekerja sama dengan pemkab-ko terkait memang tengah menyiapkan sarana transportasi kereta yang bekerja sama dengan PT KAI. Perlahan-lahan, satu persatu rute kereta di Sumbar mulai berjalan. Setelah sebelumnya ada rute Padang – Pariaman yang hingga saat ini sangat diminati masyarakat di mana sebelumya hanya kereta wisata, kemudian disusul rute Lubuk Alung – Kayu Tanam. Dan berikutnya BIM – Simpang Aru.

Keberadaan kereta bandara ini akan semakin memperlancar arus pergerakan dan perpindahan orang, yang berarti memperlancar arus ekonomi. Ini artinya arus atau aliran uang juga bergerak.

Jika melihat pembangunan infrastruktur dan transportasi, Sumbar bisa dibilang termasuk yang beruntung. BIM rencananya akan dibangun terminal lagi yaitu terminal ultimate. Sedangkan kereta bandara menurut akun @keretaapikita akan beroperasi tahun 2018. Di samping itu, pembangunan dan perbaikan jalan juga memperlancar arus kendaraan. Jalan by pass yang terletak di Kota Padang dan Kab. Padang Pariaman yang kini sudah dua lajur untuk satu arah semakin memperlancar arus kendaraan.

Demikian pula rencana pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, akan menambah kelancaran arus manusia dan kendaraan yang berarti memperlancar perekonomian. Sebelumnya Pemprov Sumbar telah mempersiapkan jalan raya sekualitas tol (highgrade highway) dari duku ke Sicincin di mana pada tahap awal sudah dibangun 4 jembatan, dan jalan tersebut kelak akan menjadi jalan menuju main stadium (stadion utama) yang bertaraf internasional yang berlokasi di Kab. Padang Pariaman.

Maka, keberadaan kereta bandara mudah-mudahan menambah animo masyarakat untuk menggunakan kereta sebagai sarana transportasi sehari-hari yang memadai dan nyaman karena terhindar dari macet, di samping fungsi utamanya sebagai pengangkut calon penumpang pesawat dari Padang menuju BIM. (efs)

ilustrasi: freefoto.com