ANAKMU ADALAH INVESTASI MASA DEPAN

Artikel Zakiah(Tenaga Artikel) 11 Desember 2017 10:07:12 WIB


Setiap  pasangan suami-istri mendambakan lahirnya keturunan yang baik sebagai buah cinta mereka. Tidak dipungkiri bahwa tidak semua keluarga, mendapatkan rezki keturunan. Karenanya, berbahagialah, siapapun yang telah dikaruniai keturunan oleh Allah SWT, baik laki-laki maupun perempuan, keduanya sama saja, merupakan penyejuk mata atau Qurrata a’yun bagi kedua orang tuanya. Anak, adalah amanah dan investasi berharga bagi kedua orang tuanya. Karena Hadits Rasul SAW menyebutkan bahwa ketika wafat seseorang, maka tiada satupun yang menjadi penolongnya di akhirat, kecuali ada 3 (tiga) hal, yakni ilmu yang bermanfaat, shadaqah jariyah dan do’a anak yang sholeh. Tentu menjadi amanah yang tidak ringan bagi seorang ayah dan ibu, agar anak-anak yang berada dalam pengasuhannya menjadi anak yang sholeh semua dan tidak menjadi anak yang durhaka.
Orang tua manapun pasti mendambakan dan menginginkan anaknya mempunyai karakter yang baik, maka untuk itu orang tua harus mengetahui pola asuh yang baik untuk menentukan karakter anak. Pola pengasuhan yang tepat bisa memberikan dampak yang baik pada anak, di antaranya dapat membentuk karakter positif anak. Seperti apa pola asuh yang tepat bagi buah hati Anda? Hanya orang tua yang tahu dan mengenal proses tumbuh-kembang anaknya, serta pengertian mendalam tentang keunikan masing-masing anak. Untuk itulah, hanya orang tuanya sendiri yang tahu seperti apa pola asuh yang tepat yang bisa membentuk karakter anak.

Karakter merupakan suatu hal yang bisa digunakan sebagai ciri untuk mengenali seseorang. Karakter atau watak mengisyaratkan suatu norma tingkah laku tertentu, di mana seorang individu akan dinilai perbuatannya. Dengan kata lain, karakter merupakan kepribadian yang dievaluasi secara normatif. Sebagai contoh, karakter seorang pemurah hati, seorang penolong; atau bisa pula sebaliknya, karakter seorang pencuri, koruptor, dan lain-lain. Sementara metode pembentukan karakter bisa muncul dalam bentuk apa saja melalui hiburan, permainan, pikiran yang positif, sulap, dan sebagainya. Cara untuk membentuk karakter anak bisa dilakukan dengan cara keteladanan dan bimbingan penuh kasih sayang dan kesabaran serta perhatian. Dalam pembentukan karakter anak, orang tua juga harus mengamati perkembangannya, terutama dalam kehidupan sehari-hari anak. Pada dasarnya anak itu fitrahnya sudah memiliki semua potensi kebaikan dalam dirinya. Hanya saja perlu bantuan orang tua agar anak bisa mengeluarkan kebaikan-kebaikan yang terpendam dalam dirinya tersebut. Kalau anak terlihat 'nakal' bagi kita sebenarnya bukan karena anak memiliki jiwa kriminal melainkan hanya karena mereka masih lugu, belum tahu ataupun karena anak memang senangnya yang enak-enak saja.
Ayah-ibu merupakan figur orang dewasa pertama yang dikenal anak sejak bayi. Selain kedekatan karena faktor biologis, anak biasanya cukup dekat dengan ayah-ibunya karena faktor intensitas waktu yang cukup banyak ia habiskan bersama mereka. Oleh karena itu, ayah-ibu mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan anak, termasuk dalam hal pengembangan karakter. Peran penting ayah-ibu ini memerlukan perencanaan dan tindak lanjut, agar ayah-ibu dapat melakukan pengasuhan yang patut bagi anak. Dalam hal pengembangan karakter, ayah-ibu juga berperan sangat signifikan sehingga ayah-ibu perlu belajar tentang pengasuhan yang mampu mengembangkan karakter yang baik bagi anak-anaknya.
Namun kenyataan tidak semudah teori. Suatu data penelitian menyebutkan bahwa dari 100 % orang tua, yang mampu dan sadar untuk bisa mendidik karakter anak tidak lebih dari 20 atau 30%. Selebihnya tidak memiliki kapasitas untuk mendidik anak (Yaumil dalam Harry, 2002). Banyak kasus kerusakan moral dan perilaku anak yang terjadi disebabkan pengaruh buruk dari pengasuhan ayah/ibu yang tidak patut. Selain itu, tantangan kehidupan modern yang ditandai dengan berbagai fenomena seperti: kedua orang tua (ayah-ibu) yang bekerja, derasnya arus informasi media cetak dan elektronik yang nyaris tanpa saringan, dan terpaparnya anak dengan pornografi; diduga juga berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karakter anak.
Berbagai tantangan tersebut makin menguatkan akan peran penting pengasuhan yang baik oleh ayah-ibu bagi pengembangan karakter anak. Agar ayah-ibu dapat mengembangkan karakter anak melalui pengasuhan yang patut, perlu disosialisasikan tentang pentingnya pengasuhan yang patut serta berbagai ilustrasi tentang cara ayah-ibu mengasuh anak secara patut. Salah satu bentuk sosialisasi tersebut adalah melalui seminar, pelatihan, atau penyebarluasan media edukatif untuk ayah-ibu.
Menasehati anak merupakan cara yang efektif untuk mengubah tingkah laku anak. Namun, sejauh manakah upaya menasehati ini dapat mengubah tingkah laku anak? Efektifitas nasehat tergantung dari rasa tanggung jawab orang tua terhadap anaknya. Rasulullah SAW telah menekankan bahwa contoh tanggung jawab orang tua mengasuh anaknya adalah membimbing anak melalui nasehat, apabila tanpa nasehat kepada anaknya maka orang tua ditolak masuk surga. Sebagaimana sabda beliau “Barangsiapa diserahi tanggung jawab dalam pemeliharaan (keluarga, kerabat atau kaum muslimin keseluruhan) tetapi lalai membimbingnya dengan nasehat, maka ia akan dihalangi untuk masuk surga “(HR.Baihaqi). Efektifitas nasehat tergantung pula kepada kejujuran orang tua dan tauladan yang baik dari orang tuanya. Setiap nasehat orang tua semestinya dipenuhi oleh oang tuanya dan ditepati nasehatnya. Janganlah orang tua menasehati atau menyuruh tapi kemudian tidak dilakukan atau dipenuhi.
Al-Qur’anul Karim mengajarkan kepada kedua orang tua cara berbicara dengan anak – anaknya melalui contoh yang terkandung dalam surah Al luqman ayat 13 “ Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya. ‘wahai anakku janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan Allah adalah benar – benar kelaliman yang besar”. Teks Al Quran ini mengarahkan secara halus kepada kedua orang tua cara berbicara kepada anak – anaknya dan pentingnya kata yang lembut disertai rasa cinta kasih ketika kedua orang tua berbicara dengan anak serta menyarankan argumentasi yang logis.Menyuruh atau melakukan suatu tingkah laku perlu diberikan dengan ramah. Larangan dan hal –hal yang tidak boleh, disampaikan dengan alasan yang rasional dan logis serta dapat diterima dan dimengerti anak.


Keluarga yang sehat dicirikan dengan keterlibatan ayah-ibu yang hangat dalam mengasuh dan mendidik anak, sehingga anak akan memiliki figur ayah-ibu yang seimbang serta memiliki hubungan emosional yang lebih kuat dengan ayah-ibunya. Jika ayah-ibu sering bertemu dan berdialog dengan anak, anak akan menghormati ayah-ibunya. Semakin besar dukungan ayah-ibu terhadap anak, semakin tinggi perilaku positif anak . Trauma pada anak banyak disebabkan karena perilaku orang tua dalam mendidik anak. Sehingga, orang tua perlu menjalin hubungan yang positif dengan anak, dimana pendekatan kepada anak harus dilakukan secara baik.
Demikianlah, semoga hal ini dapat menjadi perhatian kita bersama,dalam mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik untuk kemajuan Bangsa. Aamiin.