Buku Adalah Jendela Ilmu

Artikel EKO KURNIAWAN, S.Kom(Diskominfo) 17 Maret 2017 11:18:08 WIB


Buku Adalah Jendela Ilmu

Oleh Yal Aziz

PERPUSTAKAAN Sumatera Barat merupakan salah satu perpustakaan yang tertua di Indonesia dan termasuk kategori perpustakaan tipe A. Hanya ada enam buah perpustakaan yang tipe A di Indonesia dan salah satunya berada di Sumbar. Bahkan, Perpustakaan Sumbar juga punya Taman Bacaan Out Door yang berada di lantai V gedung tersebut. Tujuannya, lebih untuk merangsang dan menumbuhkan minat baca pada anak.

Yang menariknya lagi, tamaan bacaan ini juga menyediakan akses terhadap buku-buku bacaan anak-anak yang berkualitas terutama bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil. Selain itu anak-anak dapat dengan santai dan nyaman membaca buku-buku bacaan di luar jam sekolah.

Yang hebatnya lagi, perpusatakaan Sumbar  juga telah memanfaatkan teknologi informasi (TI), yang membantu dan memudahakan pelajar untuk menjadi anggota perpustakaan, karena bisa mendaftar melalui jalur Online. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses judul-judul buku melalui E-katalok dari rumah masing-masing melalui internet.

Kemudian, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit  mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda, khususnya para pelajar. Karena gemar membaca menjadi modal penting untuk meraih prestasi yang akan memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara di masa-masa mendatang.

Alasan Wagub Sumbar tersebut karena  buku adalah jendela ilmu. Bahkan, katanya, dari bukulah kita bisa mengukur potensi sebuah bangsa. Bangsa yang memiliki minat baca buku tinggi pasti lebih mempunyai keunggulan komparatif untuk bisa bersaing dengan bangsa lain. Selain perpustakaan, masyarakat mengenal perpustakaan desa (perpudes), rumah pintar, pondok baca, dan taman bacaan masyarakat (TBM).

Adapun taman bacaan sejatinya bagian dari perpustakaan, dan ada yang dikelola masyarakat. Fasilitas itu dibangun karena rasio yang tidak ideal andai membangun perpustakaan (kecilnya jumlah penduduk di sebuah daerah). Bersama taman bacaan, anak-anak sejak usia dini bisa dibiasakan gemar membaca, minimal diawali melihat gambar/ foto. Bila ia merasa bahwa tempat itu membuatnya nyaman, setelah dewasa ia terbiasa atau gemar membaca.

Membaca bukan lagi perintang waktu melainkan menjadi semacam kebutuhan. Pengelola taman bacaan merasa berhasil menjalankan tugas bila tempat itu selalu dipenuhi pengunjung. Di berbagai kota, masih dijumpai kondisi taman bacaan yang sepi dari pengunjung karena kurangnya informasi dan sosialisasi, yang disebabkan keterbatasan dana dan SDM.

Sebenarnya, walau relatif sebentar, kita bisa membaca, kapan pun dan di mana pun. Misal di rumah sebelum berangkat kerja/ kuliah, menunggu bus di halte, menunggu kereta di stasiun, dan sebagainya. Yang jelas kita bisa memanfaatkan sedikit waktu untuk menambah informasi sekaligus memperoleh pengetahuan.

Cerdas bersama TBM merupakan satu cara agar masyarakat lebih menaruh perhatian dalam kerangka menambah pengetahuan dan meningkatkan kecerdasan. Terlebih visi misi taman bacaan masyarakat tidak berbeda jauh dari perpustakaan pemerintah/ perpustakaan sekolah/ perguruan tinggi.

Karena itu, pemerintah semestinya menjaga supaya harga buku tetap terjangkau. Hal itu supaya pengelola taman bacaan bisa membelinya. Dengan koleksi lengkap maka fasilitas tersebut menjadi lebih menarik bagi calon pengunjung. Pengelola yang cerdas juga tak segan untuk ”berburu” buku.

Selanjutnya, pengelola taman bacaan, juga  bisa meminta bantuan dari mana pun ataupun menerima sumbangan buku dari pribadi, komunitas, kedutaan besar, instansi pemerintah/BUMN, atau swasta. Rasanya, minat baca masyarakat Sumatera Barat, bisa digali bila lebih banyak lagi didirikan taman bacaan masyarakat.

Pemerintah (kelurahan/kecamatan/kota/kabupaten, bahkan provinsi) harus bisa memanfaatkan taman bacaan untuk menyampaikan program atau capaian keberhasilan pembangunan lewat buku yang disumbangkan. Upaya itu sejalan dengan program mencerdaskan kehidupan bangsa sembari mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat. (Penulis waratwan tabloid bijak dan padangpos.com)