Tip Menjalankan Ibadah Haji Agar Sehat dan Lancar Selama di Tanah Suci Source: http://www.dokterdigital.com/id/news/2914_tip-menjalankan-ibadah-haji-agar-sehat-dan-lancar-selama-di-tanah-suci.html Copyright DokterDigital.com
Artikel Indra, S.Kom(Dinas Kesehatan) 31 Juli 2017 07:39:13 WIB
Mulai hari ini, 9 Agustus 2016, sebanyak 168.800 jamaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji. Rombongan haji Indonesia ini dibagi menjadi 2 gelombang. Gelombang pertama dari 9 - 21 Agustus 2016 dengan tujuan ke Madinah terlebih dahulu dan selanjutnya rombongan kedua 22 Agusuts - 4 September 2016 langsung ke Jedah. Rombongan haji ini terdiri atas 155.200 kuota haji regular dan 13.600 kuota haji khusus. Saat ini cuaca di Mekah maupun Madinah cukup panas siang hari lebih dari 40 derajat Celsius. Yang perlu diantisipasi atas suhu udara yang tinggi ini adalah terjadinya dehidrasi. Oleh karena itu yang utama adalah tetap mempertahankan minum 3-4 liter makin sering terpapar udara panas jumlah cairan yang diminum juga harus ditingkatkan. Jika tidak diantisipasi lebih lanjut kondisi panas ini dapat menyebabkan terjadi heat stroke alias pitam panas, suatu keadaan mengancam jiwa akibat suhu tubuh yang meningkat sampai 40 derajat C akibat suhu di luar yang tinggi. Kloter-kloter rombongan haji yang pertama sebagian berangkat langsung ke Medinah, sebagian ke Jeddah. Selanjutnya akan menuju Madinah terlebih dahulu untuk ziarah ke Masjid Nabawi. Selama di Madinah jamaah haji akan melaksanakan Salat Arbain (salat berjamaah 40 waktu) di Mesjid Nabawi. Umumnya para jamaah berusaha untuk dapat melaksanakan Salat Arbain ini dengan lengkap. Yang harus diperhatikan udara panas dan aktifitas di udara terbuka yang sebaiknya dihindari. Selain faktor cuaca keadaan lain yang dapat memperburuk kesehatan para jamaah adalah kelelahan akibat perjalanan yang lama dan melelahkan. Selain itu proses naik dan turun kendaraaan dari bandara menuju penginapan juga akan menyebabkan kelelahan tersebut makin menjadi. Belum lagi proses pembagian kamar yang kadang kala berlarut-larut yang pada akhirnya keadaan ini akan membuat kelelahan para jamaah semakin menjadi. Oleh karena itu hal yang perlu dicermati oleh para jamaah dan para pimpinan kelompok adalah agar bagi para jamaah tersedia waktu istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan. Rasa syukur dan ingin segera melihat Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW kadang kala mengalahkan rasa lelah yang ada selama perjalanan dan sampai dipenginapan. Walau bagaimanapun secara keseluruhan tubuh kita juga perlu istirahat walau kadang kala semangat yang ada dapat mengalahkan kelelahan tersebut. Minum yang cukup untuk mencegah para jamaah jatuh ke dalam dehidrasi atau kekurangan cairan yang akan memperburuk kesehatan akibat udara panas tersebut. Selama di Mesjid diusahakan untuk tetap minum, tempat-tempat penampungan minum yang berisi air zam-zam selalu tersedia di dalam dan di seputar Masjid Nabawi. Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau minuman bersoda karena dengan mengonsumsi minuman tersebut akan memperberat dehidrasi. Jika buang air kecil kita menjadi lebih keruh hal ini merupakan tanda bahwa kita harus meningkatkan konsumsi air. Makan merupakan hal penting dan selalu diperhatikan. Rasa makanan dan tidak suka makanan tertentu harusnya dibuang jauh-jauh. Rasanya tidak akan sulit untuk mencari rumah makan Indonesia dengan selera Indonesia di sekitar Mesjid Nabawi atau penginapan. Selain itu tentunya makanan yang disediakan untuk jamaah Indonesia biasanya telah disesuaikan dengan rasa lidah jamaah Indonesia. Terpenting, sekali lagi jangan sampai tidak ada asupan makan baik pada pagi hari, siang hari dan malam hari. Aktifitas ibadah termasuk pergi dan pulang dari penginapan dan ke masjid akan menghabiskan energi kita. Oleh karena itu harus diimbangi makan yang cukup. Apabila asupan makan kita tidak baik tentunya secara umum hal ini juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh. Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu pastikan makanan yang kita makan bersih dan relatif baru. Menunda makan akan membuat makanan tersebut akan berubah dan mudah terkontaminasi. Biasanya pemberian makanan yang resmi dari katering penyelenggara ibadah haji disertai keterangan berapa jam makanan tersebut dapat dikonsumsi dan kapan tidak dapat dikonsumsi lagi. Hindari pembelian makanan dan minuman dari tempat yang tidak resmi misalnya dari pinggir-pinggir jalan yang biasanya juga dijual oleh mereka yang lama menetap di sana, yang memanfaatkan waktu musim haji untuk mencari tambahan dengan berjualan makanan dan minuman khas Indonesia. Jika ingin mengonsumsinya, pastikan kebersihan serta kualitas dari makanan tersebut. Kepada para jamaah haji juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera berhubungan dengan petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila timbul masalah dengan kesehatan. Hal ini penting agar gangguan kesehatan yang terjadi dapat segera diatasi dan tidak berlarut. Perlu diingat karena kontak 1 jamaah dengan jamaah lain cukup dekat maka jika ada salah satu jamaah yang mengalami flu berupa batuk pilek akan mudah menularkan kepada yang lain. Oleh karena itu sesama jamaah untuk selalu mengingatkan apabila ada anggota kelompoknya yang sakit untuk menghubungi petugas kesehatan yang memang seharusnya ada di kloter tersebut dan siap untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji. Dengan memperhatikan dan mengantisipasi adanya udara panas mudah-mudahan para jamaah khususnya rombongan kloter-kloter pertama yang langsung menuju kota Madinah dapat tetap melaksanakan Salat Arbain dengan baik. Sekali lagi perlu diingat tujuan dari rangkaian perjalanan haji itu sendiri adalah puncak Ibadah Haji melaksanakan rukun dan wajib haji di Kota Mekah termasuk wukuf di Arafah. Oleh karena itu para jamaah harus tetap menjaga kesehatan sampai puncak ibadah haji di Padang Arafah dan tentunya untuk persiapan kembali ke Tanah Air.
Source: http://www.dokterdigital.com/id/news/2914_tip-menjalankan-ibadah-haji-agar-sehat-dan-lancar-selama-di-tanah-suci.html
Copyright DokterDigital.com