Taushiah Ramadhan Irwan Prayitno 23 Ramadhan 1438H HIJRAH

Taushiah Ramadhan Irwan Prayitno 23 Ramadhan 1438H HIJRAH

Artikel Drs. AKRAL, MM(Diskominfo) 18 Juni 2017 13:54:32 WIB


Bulan Ramadhan, bulan dimana kita diberi peluang sebesar-besarnya untuk ibadah, bersedekah, saling berbagi antar sesama, dan sebagainya. Momentum ini penting untuk kita maksimalkan, sebagai ajang perbaikan diri.

Sebuah momen hijrah batin, dengan meninggalkan perbuatan buruk yang kerap dilakukan, menguatkan penghambaan kita kepada Allah. Ramadhan juga sebuah hijrah fisik, di mana waktu kita yang 24jam, digunakan untuk ibadah lebih banyak dari bulan biasanya, untuk berpuasa lebih sering dari sebelumnya, alhasil tubuh akan terasa lebih sehat, selama asupan gizi cukup, dan makan disaat sahur dan berbuka tidak berlebihan.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S. Al Baqarah: 218)

Dalam ayat tersebut, kita diberi gambaran bahwa tujuan hijrah adalah demi menggapai rahmat Allah, kasih sayang Allah, dan tentu saja keridhaannya. Allah senang kepada orang-orang yang senantiasa memperbaiki diri, meninggalkan kebatilan menuju kemaslahatan, meninggalkan kekikiran menuju kedermawanan sosial, meninggalkan kesombongan menuju kebijaksanaan.

Hal ini disebut sebagai hijrah dalam hal maknawi. Dari berbagai ulama, mengartikan hijrah maknawi ini dalam 4 hal, yaitu
1. Hijrah I’tiqadiyah
Yaitu hijrah keyakinan, hijrah dalam tujuan memurnikan dan memperkuat keimanan kita sebagai mukmin sejati. Melepas hal yang berbau kemusyrikan dari diri kita, dan memperkuat sendi-sendi keimanan kita, agar dijauhkan dari kekufuran.

Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata,

الإِيْمِانُ يَزْدَادُ وَ يَنْقُصُ

“Iman itu bertambah dan berkurang.”

Kenapa iman bisa bertambah dan berkurang? Karena iman itu dari hati kita yang diwujudkan dalam lisan dan perbuatan. Dapat bertambah dengan "tha'ah" ketaatan; dapat berkurang dengan kemaksiatan dan kemungkaran; serta dapat hilang dengan kekafiran, murtad, dan kemusyrikan.

2. Hijrah Fikriyah
Fikriyah secara bahasa berasal dari kata fiqrun yang artinya pemikiran. Dalam hal ini, umat islam diminta memperkuat ilmu dan pemikirannya dalam hal ilmu syar'i yang akan membentenginya dari ghazwul fikri, perang pemikiran. Perang pemikiran yang dihadapi di antaranya proses pencampuradukkan budaya yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah dalam sabdanya

"Umatku niscaya akan mengikuti sunan (budaya, pemikiran, tradisi, gaya hidup) orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta-demi sehasta, sehingga mereka masuk ke lubang biawak pasti umatku mengikuti mereka. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah apakah mereka itu orang-orang Yahudi dan Nasrani ? Rasulullah menjawab: Siapa lagi kalau bukan mereka.

3. Hijrah Syu’uriyyah
Syu’uriyah atau cita rasa, kesenangan, kesukaan dan semisalnya. Hijrah ini mengajak kita untuk tidak ghuluw, berlebih-lebihan dalam mewujudkan dan mengikuti arus duniawi. Fashion berbusana hendaklah tidak berlebihan, mengikuti idola di berbagai bidang juga tidak berlebihan, sehingga kita tidak melupakan batas kita, yang diridhai Allah.

4. Hijrah Sulukiyyah  
Suluk berarti tingkah laku, kepribadian atau akhlak. Dalam hal ini kita mesti mampu mengevaluasi kepribadian kita sendiri, apakah sudah baik atau belum, apakah kita menjadi sosok yang membuat orang lain nyaman bersama kita dalam kemaslahatan, dan sebagainya.

Kesemua hijrah maknawi tersebut diharapkan akan berujung pada penguatan keimanan kita, sehingga hati kita semakin peka dengan seruan-seruan ilahiyyah dan menjadi hamba yang beriman dengan teguh.

Allah subhanahu wata'ala berfirman

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (Q.S. Al Anfal: 2)

Wallahu a'lam bishshawaab
(by.fb.IP n Akral)