Taushiah Ramadhan Irwan Prayitno 20 Ramadhan 1438H Evaluasi Diri
Artikel Drs. AKRAL, MM(Diskominfo) 15 Juni 2017 10:39:19 WIB
Tak terasa, bulan Ramadhan akan segera berlalu. Bulan yang mulia, yang didalamnya tercurah berbagai kemuliaan dan hamparan ladang beramal yang sangat luas. Adakah dari kita yang tak memiliki apapun di dunia ini, jika di hamparkan ladang yang sangat luas dan tanah yang subur, tidak tergerak untuk mengoptimalkannya ? Jika kita malas, walaupun ladang luas dan subur, pasti akan mati kelaparan karena tidak ada yang bisa dipetik dan dipanen.
Bulan yang dengan beribadah dengan optimal mengharap keridhaan Allah, akan mampu membayar defisit amalan kita karena dosa-dosa kita sebelumnya.
Diantara kemuliaan dan keutamaan Ramadhan yang amat sayang jika kita abaikan, antara lain
1. Bulan yang didalamnya dikabulkan doa-doa orang yang beriman
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah)
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. At Tirmidzi no. 3598)
2. Bulan yang terdapat suatu malam (Lailatul Qadr) yang amalan di dalamnya diganjar lebih baik dari seribu bulan
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).
3. Bulan dimana banyak sekali momen mengejar amalan surgawi, dan setan dibelenggu dari menggoda manusia
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079)
4. Bulan yang kemuliaan doa yang dikabulkan, dan tepat untuk memohon ampunan Allah
Pada sebuah hadits qudsi, yang sangat mahsyur
عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : (( قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً )).
Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” (HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih).
Walaupun pada hadits tersebut tidak dikhususkan untuk bulan Ramadhan saja, tetapi nilainya sangat kuat di bulan Ramadhan dimana doa-doa didengarkan dan dikabulkan Allah.
Penting bagi kita senantiasa mengevaluasi diri kita, agar kita sadar dimanakah kira-kira tempat kembali kita di yaumil akhir nanti, walaupun ini adalah hak prerogratif dan rahasia milik Allah. Kita sebagai manusia, diperintahkan untuk senantiasa mengusahakan untuk kehidupan akhirat kita, tanpa meninggalkan urusan duniawi.
Firman Allah dalam Al Qur'an
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al Hasyr: 18)
Dengan kita memperhatikan apa yang akan kita dapatkan di akhirat nanti berdasarkan apa yang kita sudah perbuat di hari ini, sama dengan saat kita membuat target (goal) dalam pekerjaan kita. Pasti kita akan lebih bersemangat dalam melakukan pekerjaan kita, agar target tersebut tercapai atau bahkan melampaui target. Jika kita tidak membuat target dalam menyelesaikan pekerjaan, pasti kurang motivasi kita dalam bekerja, alhasil bekerja akan malas-malasan, menunggu perintah atau bahkan peringatan dari atasan.
Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal, dibandingkan hidup sesaat di muka bumi ini. Walaupun di dunia kita berumur panjang 100 tahun, di akhirat itu periode waktunya hanya sekejap mata saja, karena tetap saja hidup di dunia bukanlah hidup yang terakhir dan fana.
Setelah membuat target dan mengevaluasi diri, mulailah jalankan target-target perbaikan diri kita. Tilawah Al Qur'annya ditambah dan dikonsistenkan, jika belum benar bacaannya, berusaha untuk memperbaikinya dengan segala tools yang ada, shalat dan ibadah sunnahnya ditambah lagi, sedekah dan menolog orang lain juga demikian. Setelah dilaksanakan, tetap lakukan evaluasi berkala, dan tetap konsisten mendatangi Allah dalam sujud dan shalat malam kita untuk memohon ampunannya.
Ingatlah, pada hadits di atas, disebutkan "Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi". Jadi datanglah sesering mungkin, dan memohon ampunannya, dan tentu harus berusaha sekuat keimanan kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama itu lagi. Allah akan menilai ketulusan dan kesungguhan doa-doa kita.
Firman Allah dalam Al Qur'an
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (Q.S. Al A'raf: 56)
Mari sanak sekalian, kita optimalkan sekuat tenaga untuk memperbaiki dan meningkatkan amalan kita di bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan meninggalkan kita. Kurangi kesibukan yang tidak urgent dan aktivitas yang sia-sia. Datangi rumah-rumah Allah dan mohonlah penuh harap akan keampunanNya.
Wallahu a'lam bishshawaab
(by.IP.fb n Akral)
Berita Terkait Lainnya :
- Gubernur Irwan Prayitno : Kebersihan Lingkungan Mesti Dimulai dari Diri Sendiri
- Irwan Prayitno : Marhaban Ya Ramadhan 1434 H
- Gubernur Irwan Prayitno Lantik Walikota dan Wakil Walikota Periode 2013-2018
- Tentang Irwan Prayitno (1) Agama Tak Sekedar Slogan
- Tentang Irwan Prayitno (2) Tepat Waktu dan Sederhana