Taushiah Ramadhan Irwan Prayitno 17 Ramadhan 1438H Al Qur'an Petunjuk Hidup Kita

Taushiah Ramadhan Irwan Prayitno 17 Ramadhan 1438H Al Qur'an Petunjuk Hidup Kita

Artikel Drs. AKRAL, MM(Diskominfo) 14 Juni 2017 11:27:47 WIB


Manusia adalah makhluk yang memiliki keterbatasan akal untuk memahami dunia dan seisinya, tata cara bergaul dengan sesama, bagaimana bersikap terhadap makhluk lainnya, apa perannya di muka bumi ini. Untuk membimbing manusia dalam menjalankan peran pentingnya, sebagai pemimpin di bumi, Allah menurunkan panduanNya, yaitu Al Qur'an, sebuah panduan yang paripurna yang tak lekang akan zaman dan berisi berbagai pedoman dasar bagi manusia.

Allah 'azza wa jalla telah berfirman

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (Q.S. Al Baqarah: 2)

Al Qur'an diturunkan dengan sempurna, yang wajib diimani, diyakini dan dipatuhi oleh manusia, agar kita menjadi insan yang bertakwa. Allah sudah beri kita anugerah akal, otak yang mampu menyerap petunjuk-petunjuk dalam Al Qur'an tersebut, maka fungsikanlah otak itu, dengan tetap merujuk pada batasan yang sudah Allah dan RasulNya turunkan, agar tidak melampaui batas.

Telah banyak Allah contohkan pada zaman nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, kaum mereka yang mengingkari kitab Allah dan petunjuk Rasul mereka, sehingga Allah timpakan kemurkaan kepada mereka. Apakah kita akan menjadi umat berikutnya yang mengingkari ayat Allah, atau menjadi umat yang meyakiniNya ?

أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. (Q.S. Huud: 17)

Al Qur'an disebut sebagai Al Furqan, Pembeda antara yang benar dan bathil, yang diturunkan di bulan Ramadhan, bulan yang penuh kemuliaan. Jika kita sudah pernah mendengar bahwa Al Qur'an ini petunjuk yang lengkap, pembeda yang haq dan batil, sudahkah kita membacanya?

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (Q.S. Al Baqarah: 185)

Manusia akan sangat rugi besar, jika hanya sekedar percaya bahwa Al Qur'an ini adalah petunjuk hidup, tapi kita tak mau membacanya, kita tak mau mengkajinya, bahkan berbalik mengingkarinya. Ibarat seorang yang mendatangi tempat yang asing, memiliki peta yang lengkap, tapi peta itu tidak dia buka untuk memberi petunjuk tempat-tempat yang dia butuhkan. Dia akan tersesat, atau bahkan terjerumus dalam bahaya dalam perjalanan pencariannya.

Al Qur'an ini bukanlah penghias lemari rumah kita, bukanlah sekedar mahar dalam pernikahan, bukanlah aksesoris dalam ruang-ruang kehidupan kita. Ia adalah petunjuk kehidupan, minhaajul haayah. Jadi bukalah ia, bacalah ia, pelajarilah ia, renungkanlah ia, maka kita akan lebih mengenal jalur kehidupan kita menuju ketaatan kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Anda berprofesi sebagai dokter, anda bisa selami petunjuk kedokteran dalam Al Qur'an, seperti yang dicontohkan tentang syaraf perasa pada kulit dalam firman Allah

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An Nisa: 56)

Bagi pengamat astronomi, klimatologi, dan meteorologi, bisa mencermati petunjuk Allah berikut

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

Contoh panduan Allah dalam Al Qur'an di bidang pertanian

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Al An'am: 99)

Dan masih banyak lagi aspek-aspek kehidupan yang koridornya sudah Allah berikan dalam Al Qur'an. Kini tinggal kita, maukah kita membaca dan mengkaji petunjuk Allah tersebut, atau bersikap angkuh dan merasa sudah mengetahui semuanya?

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman: 18)

Banyak manusia sudah merasa mengetahui banyak hal, padahal itu hanya kebodohan dia dalam mengenali dirinya yang penuh kealpaan dan kebodohan. Semoga kita tidak dibutakan dan ditutup mata hati kita untuk menyelami ayat-ayat Allah.

Allah sangat bangga dengan hambaNya yang mau mendatangiNya, mengkaji ayat-ayatNya, dan menjadi lebih bertakwa atas ketundukkannya itu. Tentu sangat jelas, mana yang lebih mulia orang yang berijtihad mengambil keputusan dalam hidupnya, dengan ilmu dengan mempelajari terlebih dahulu, jika dibandingkan orang yang mengambil keputusan dengan keangkuhan, semaunya, mengabaikan pertimbangan-pertimbangan dari pokok pengetahuan yang sudah diturunkan Penciptanya.

Wallahu a'lam bishshawaab
(by.IP.fb.n Akral)