Melalui Kemitraan Kita Tingkatkan Peran Posyandu Untuk Mencapai Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak

Kesehatan Indra, S.Kom(Dinas Kesehatan) 19 Agustus 2013 07:34:54 WIB


Melalui Kemitraan Kita Tingkatkan Peran Posyandu Untuk Mencapai Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian Ibu dan Bayi/Balita.

 

Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan. Kegiatan utama mencakup; Kesehatan ibu dan anak, Keluarga Berencana, Imunisasi, Gizi, pencegahan dan penanggulangan diare; sedangkan kegiatan pengembangan adalah menambah kegiatan baru disamping lima kegiatan utama yang telah ditetapkan, yang dinamakan Posyandu Terintergrasi misalnya Bina Keluarga Balita (BKB), Tanaman Obat keluarga, Bina Keluarga Lansia, Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan berbagai program pembanguan masyarakat lainnya.

Untuk meningkatkan peran Posyandu dalam percepatan pencapaian MDGs pemerintah Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan berupa Geraka Peduli Posyandu yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 – 14 Mei 2013.

Tema Gerakan Peduli Posyandu Tahun 2013 adalah “Melalui Kemitraan, Kita Tingkatkan Peran Posyandu Untuk Mencapai Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak”. Tujuan diselenggarakannya Gerakan Peduli Posyandu Provinsi Sumatera Barat adalah untuk menumbuhkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif stakeholder dan masyarakat pada umumnya dalam mensukseskan serta mencapai tujuan MDGs pada tahun 2015 nantinya terutama di bidang kesehatan melalui Posyandu, sebuah gerakan yang tumbuh dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Kegiatan Gerakan Peduli Posyandu dimulai dengan acara Pencanangan pada hari Selasa, 7 Mei 2013 di Lapangan Imam Bonjol Kota Padang. Acara Pencanangan tersebut akan dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI, Gubernur, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Ketua Tim Penggerak PKK Prov. serta seluruh Bupati dan Walikota se Sumatera Barat.

 Kegiatan Gerakan Peduli Posyandu merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, TP PKK- Sumatera Barat, instansi terkait seperti Badan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, , BKKBN Perwakilan Provinsi, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Profesi, dunia usaha, swasta, pemuda dan mahasiswa.

Dengan kepedulian dan dukungan masyarakat, pencapaian MDGs di Provinsi Sumatera Barat akan berhasil sesuai dengan harapan. Dan hal ini tentu akan menjadi bagian upaya rakyat Sumatera Barat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.

SEBAGAI PESAN UTAMA DALAM MENDUKUNG KEGIATAN INI ADALAH

ü  Ayo ke Posyandu untuk penimbangan dan memantau tumbuh kembang Balita

ü  Periksa kehamilan 4 kali selama kehamilan dan   dapatkan pelayanan KB setelah bersalin

ü  Ayo ke Posyandu, dapatkan Imunisasi rutin untuk Bayi dan Ibu hamil

ü  Cuci Tangan Pakai Sabun

ü  Stop Buang Air Besar Sembarangan

ü  Datanglah ke kelas ibu hamil dan kelas ibu balita agar ibu selamat dan anak sehat

ü  Program Perencanaan Persalinan Pencegahan Komplikasi (P4K) dapat diketahui di Puskesmas

ü  Bagi ibu hamil dan balita, Bawalah buku KIA setiap berkunjung ke Posyandu dan sarana kesehatan serta tenaga kesehatan

ü  Jangan biarkan anak anda kurus

 

HASIL YANG DIHARAPKAN PADA KEGIATAN INI ADALAH

ü  Agar Semua masyarakat mengetahui tentang Posyandu dan memanfaatkan Posyandu, minimal 85% balita ditimbang

ü  Terpantaunya kesehatan ibu, bayi dan balita melalui Posyandu

ü  Minimal 88% dari ibu hamil memeriksakan kehamilannya minimal 4 (empat) kali selama masa kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan

ü  Minimal 89% dari ibu hamil melahirkan dengan tenaga kesehatan di sarana pelayanan kesehatan

ü  Semua ibu hamil dan ibu balita menggunakan buku KIA

ü  Minimal 84% bayi usia 0-29 hari terpantau pertumbuhan dan perkembangannya.

ü  Minimal 87% bayi usia 29-11 bln terpantau pertumbuhan dan perkembangannya.

ü  Minimal 83% anak balita terpantau pertumbuhan dan perkembangannya.

ü  Minimal 85% balita terpantau Status Gizi dan perkembangannya

ü  Seluruh stake holders dan masyarakat lebih berperan aktif untuk mengoptimalkan fungsi Posyandu.

ü  Aktifnya kelas ibu hamil dan kelas ibu balita di 234 Puskesmas

ü  Minimal 85% ibu balita   memanfaatkan kelas ibu balita

ü  Minimal 85% ibu hamil memanfaatkan kelas ibu hamil

ü  Semua masyarakat mengetahui tentang tempat dimana ibu dapat memeriksakan kehamilannya

ü  Terciptanya 208 kelompok peduli KIA-Gizi dan P4K

ü  Terbentuknya MOU antara Bidan kordinator di Nagari/Kecamatan dengan tim penggerak PKK tingkat kelurahan untuk memetakan ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir

ü  Seluruh stake holders dan masyarakat lebih berperan aktif dalam peningkatan cakupan D/S Posyandu dan imunisasi sehingga dapat menunjang percepatan pencapaian MDGs.

ü  Semua ibu balita memahami permasalahan kesehatan pada balitanya dan segera membawanya ke fasilitas kesehatan jika terdapat tanda-tanda bahaya pada balita.

ü  Minimal 80% bayi mendapatkan imunisasi HB0 (Hepatitis B 0)

ü  Minimal 95% bayi mendapatkan imunisasi BCG

ü  Minimal 95% bayi mendapatkan imunisasi Polio 1

ü  Minimal 90% bayi mendapatkan imunisasi Polio 2-4

ü  Minimal 95% bayi mendapatkan imunisasi DPT-HB1

ü  Minimal 90% bayi mendapatkan imunisasi DPT-HB2-3

ü  Minimal 90% bayi mendapatkan imunisasi Campak

ü  Minimal 95% ibu hamil mendapatkan imunisasi TT 1

 

RANGKAIAN KEGIATAN DALAM GERAKAN PEDULI POSYANDU INI ANTARA LAIN

  1. 1.Posyandu

Kegiatan Pencanangan dillaksanakan di Lapangan Imam Bonjol Kota Padang yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Gubernur Sumatera Barat, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat dan Provinsi, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi dan Kabupaten Kota, Kepala BKKBN, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Organisasi Profesi, Institusi Pendidikan dan para undangan lainnya.

  1. 2. Antara Lain :
  2. 3.Kegiatan Sweeping
  • Pemantauan Pertumbuhan Balita
  • Konsultasi Gizi
  • Stimulasi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Balita (SDIDTK)
  • Pemeriksaan Ibu Hamil
  • Konseling ASI
  • Kelas Ibu Balita
  • Peragaan Kelas Ibu Hamil
  • Imunisasi

Pada waktu kegiatan sweeping, diberikan penyuluhan kepada orang tua bayi dan balita yang tidak hadir saat pelayanan Posyandu untuk membawa bayi dan balitanya ke Posyandu atau ke Puskesmas/Pustu untuk dilakukan penimbangan berat badan bayi dan balita serta imunisasi.

Saat sweeping petugas kesehatan KIA menyertakan dengan kegiatan kunjungan neonatus dan kunjungan nifas.

Sweeping dilaksanakan oleh kader kesehatan bersama petugas kesehatan ke sasaran yang tidak hadir saat Posyandu

Petugas imunisasi memberikan layanan imunisasi sesuai jadwal yang disepakati

  1. 4.MOU pelayanan KIA-Gizi-P4K-KB antara bidan kordinator kecamatan dengan tim penggerak PKK tingkat kelurahan.
  2. 5.Pernyataan kelompok peduli ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir oleh Puskesmas dan ketua tim penggerak PKK Kecamatan.