Hindary Lesbyan, Guy, Besexual, dan Transgender sebagaimana ajakan Wagub Sumbar

Hindary Lesbyan, Guy, Besexual, dan Transgender sebagaimana ajakan Wagub Sumbar

Artikel Drs. AKRAL, MM(Diskominfo) 10 Mei 2017 16:15:41 WIB


Oleh: Drs. Akral. MM

LGBT merupakan penyakit masyarakat yang sangat mengganggu pikiran kita (galau). Dulu kita sering curiga kalau manusia berlainan jenis satu kamar atau berjalan berduaan akan mengundang kecurigaan, namun sekarang justru manusia sejenis yang berbuat tidak senonoh atau maaf melakukaan hubungan yang diharamkan oleh agama.
Dulu peristiwa seperti  ini pernah terjadi dimasa kaum nabi Lut,as. Ketika datanglah azab dari Allah. SWT. Sekarang sebelum azab itu datang dari yang Maha Kuasa marilah kita mawas diri dengan mencegah jangan sampai ada LGBT ini di sekitar kita.
Bahkan Wagub Sumbar Drs.  Nasrul Abit dengan keras mengatakan "LGBT Harus Keluar dari Sumba"

Lebih lanjut Wagub mengatakan bahwa "dalam ajaran agama kita sudah tahu bahwa hubungan sesama jenis itu merupakan perbuataan yang salah, itu termasuk perbuatan dosa dan di benci Allah. Maka sejak awal menjabat kita sudah tegaskan prilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) tidak boleh ada di bumi Ranah Minang- Sumatera Barat.
Hal ini ditegas Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, dalam acara Simposium AWAM , Dampak Penyalahagunaan NAPZA dan Inspeksi Menular Seksual Terhadap Kesehatan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Sumatera Barat di auditorium gubernur, Sabtu (6/5/2017). pad kesempatan ini hadir pula utusan Polda, BNP, Ketua dan pengurus IDI Sumbar, Dinas Kesehatan, para pendidik, serta beberapa lembaga lainnya dilingkungan pemprov. Sumbar.

Wagub Nasrul Abit juga mendukung ketegasan yang dilakukan rektor Unand tidak akan menerima mahasiswa berprilaku LGBT.

Bahkan Wagub menyambut baik ide Rektor Unand untuk menolak mahasiswa dan calon mahasiswa yang terlibat LGBT, dengan mengatakan "Kita menyambut baik ketegasan Rektor Unand mencantumkan mahasiswa baru tidak terlibat dalam prilaku LGBT. Kita amat prihatin sekali dengan berbagai informasi bahwa di Sumatera Barat ada mahasiswa dan dosen yang terlibat prilaku LGBT,"

Wagub Nasrul Abit juga menghimbau, agar generasi muda Sumatera Barat hidup secara normal saja sesuai dengan adat dan budaya minang serta ajaran agama. Ingatlah laknat Allah amat kejam.

Wagub juga mengajak suswa-suswa SLTA untuk menjauhi LGBT ini dengan mengatakan "Anak-anakku siswa SMA jika ada tumbuh hal-hal yang ganjil seperti (LGBT) dalam pribadi diri kita, harus dilawan. Jika lalki-laki , jadilah lelaki berkrepribadian yang jantan, jangan biarkan gaya lemot itu merusak jiwa dalam kehidupan ini. Dan sebaliknya jika perempuan bergaya feminim bukan bergaya tomboy atau kelaki-lakian, " ajaknya.

Wagub Nasrul Abit mengingat, dalam adat dan budaya minang kita adalah masyarakat yang agamis dan taat beragama. Mari kita ikuti ajaran agama untuk kebaikan hidup yang sesungguhnya.

" Kita juga berharap peran masyarakat, tokoh agama, pemuka masyarakat agar juga mengingatkan anak kemenanakannya agar menjauhkan diri dari prilaku LGBT yang tidak cocok dengan budaya dan agama kita," demikian pak Wagub menutup pidatonyo.

Kalau dicermati apa yang disampaikan oleh Wagub tentang LGBT maka sudah seharusnya kita peka dan jeli terhadap lingkungan sekitar kita, mulai dari dalam keluarga sendiri dan ke tetangga samping kiri kanan dan belakang serta di depan kita. Kalau memang ada pergaulan yang mencurigakan wajar kita tegur dan kita berikan pemahaman tentang apa yang mereka lakukan. LGBT tidak hanya merobah perilaku sex yang menyimpan tetapi juga lebih mudah menularkan penyakit virus yang sangat berbahaya seperti HIV yang berakibat kepada penderita AIDS. Untuk itu sudah saatnya kita mengantisipasi masalah LGBT ini, karena LGBT adalah musuh bersama kita bersama. Musuh disini maksudnya bukan orangnya tetapi kepada perilakunya. Mari kita ajak mereka meninggalkan perilaku ini, kita bawa ke kehidupan normal, sehingga mereka dapat pula hidup seperti manusia normal lainnya. Semoga..... (by. Akral)