Jagung Perlu Dapat Perhatian
Artikel YUNI ERLITA, S.Pt(Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan) 24 Maret 2017 15:08:21 WIB
Batang jagung yang disisakan setelah panen jagung tidak harus dibuang begitu saja. Batang jagung yang dianggap limbah ini bisa memberi nilai tambah bagi petani sampai Rp10 juta per hektare. Ini jika limbah jagung tersebut diolah jadi pakan sapi, silase.
Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Sumatera Barat (Sumbar), Candra, usai menggelar Rapat Koordinasi (rakor) dengan empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumbar, lintas kegiatan pertanian. OPD yang hadir adalah Dinas Pangan Sumbar, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Dinas Kehutanan Sumbar, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar.
“Kita melakukan sinergisitas untuk kegiatan-kegiatan yang ada hubungan satu sama lain dengan OPD terkait. Salah satunya adalah dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam hal ini kita melempar wacana agar limbah jagung diberdayakan karena bisa menyokong upaya swasembada sapi,” ungkap Candra.
Batang-batang jagung yang terbuang, dijelaskan, bisa diolah jadi pakan ternak, selase, yang bisa disimpan sampai satu tahun ke depan. “Sehingga jika nanti terjadi kekeringan, pakan ternak masih tersedia. Ini juga penting buat kita, mengingat di bulan Mei diprediksi akan terjadi kekeringan sehingga pakan sapi sulit,” tambah Candra.
Untuk kepentingan ini, salah satu tujuan koordinasi lima OPD tersebut disinergikan. Namun demikian, dikatakan Candra, ada OPD lain yang akan menyusul untuk melakukan koordinasi dalam hal kegiatan pertanian.
“Dinas Perdagangan Perindustrian Sumbar dan Dinas Koperasi UKM Sumbar akan menyusul untuk terlibat dalam koordinasi ini. Hal itu karena untuk urusan hilir pertanian, butuh ada tata-niaga yang baik, pengelolaan yang profesional, otomatis pemasaran perlu mendapat perhatian besar. Kedua dinas tersebut berperan dalam hal ini untuk memberi masukan dan terlibat,” ujar Candra.
Jika tata-niaga dan pengelolaan sudah baik, diharapkan ke depan inflasi yang disumbang dari komoditas bisa berkurang, atau bahkan hilang sama sekali. Dalam hal ini, Distanhorbun berkapastitas memberikan informasi timing terjadinya produksi yang berlebih atau produksi yang minim. Dengan demikian harga bisa diantisipasi untuk terkendali.
https://www.metroandalas.co.id/berita-jagung-perlu-dapat-perhatian.html