Transformasi di Masa Pandemi

Artikel Erwinfs(Erwinfs) 14 Desember 2020 09:09:34 WIB


Pandemi covid yang telah berjalan cukup lama, menyebabkan bangkrutnya banyak usaha. Bahkan usaha menengah dan besar juga ikut tumbang. Contohnya adalah tutupnya pusat-pusat perbelanjaan dan ada yang rencananya akan dijual. Perusahaan swasta merumahkan karyawannya, bahkan ada yang di-PHK. Profesi seperti pilot pun sudah ada yang beralih menjadi penjual makanan dan lainnya.

Sementara itu usaha mikro kecil ada yang bertahan dan ada pula yang makin sulit. Pertumbuhan ekonomi negatif atau kontraksi sudah juga dialami. Namun demikian, di masa pandemi tidak semua yang mengalami kesulitan. Ada juga yang justru sukses melakukan transformasi usaha. 

Mereka yang bisa sukses melakukan transformasi adalah yang mampu melihat peluang di masa sulit seperti sekarang. Mereka sempat juga jatuh atau terpuruk usaha atau karirnya. Tetapi kemudian bangkit dan bisa meraih keuntungan. 

Dalam sebuah laporan yang berjudul “Memanfaatkan Digitalisasi untuk Menghadapi Covid-19”, disebutkan bahwa pengusaha perempuan, terutama di sektor informal, lebih cenderung mendiversifikasi operasi usaha mereka dan lebih gesit dalam mengubah ruang lingkup usaha.  Ini merupakan temuan utama dari survei yang dilakukan BPS (Badan Pusat Statistik) pada 10-26 Juli 2020 dengan 2.220 responden dan mencakup usaha mikro, kecil, menengah, besar (Kompas 13/12). 

Usaha yang mampu menggunakan platform digital akan bisa terus berjalan. Serta bisa melihat kapan waktu yang lebih sering dipakai oleh konsumen untuk bertransaksi.

Selain itu, diversifikasi produk juga menjadi salah satu strategi yang menjadikan pelaku usaha bertahan. Misalnya saja penjual furniture yang sepi pembeli, langsung beralih ke usaha makanan. Dan bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk pembelian dan pengantaran makanan.  

Demikian pula dengan penjual pakaian. Di masa pandemi sepi pembeli offline. Harus melakukan inovasi dan diversifikasi produk. 

Satu hal yang juga tak kalah penting bagi pelaku usaha di masa pandemi selain berpikir inovasi dan diversifikasi serta menggunakan platform digital adalah menerapkan protokol kesehatan. Karena tanpa mematuhi protokol kesehatan akan menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha maupun konsumen. 

Meskipun dengan menggunakan platform digital sudah mengurangi interaksi dengan orang lain, tetap mesti taat aturan kesehatan. Karena tidak bisa diketahui tertularnya seseorang dari arah mana atau interaksi dengan siapa. 

Jika melihat aplikasi penggunaan platform digital sebagai upaya diversifikasi atau transformasi bagi pelaku usaha dalam menyiasati masa pandemi, maka saat ini sudah banyak usaha mikro dan kecil di Padang menggunakan atau bermitra dengan Go Food. Ini adalah sebuah hal yang positif agar di masa pandemi usaha tetap bisa berjalan dan mendapatkan keuntungan. (efs)