Keadaan Ketenagakerjaan Sumatera Barat Agustus 2020

Berita OPD Desi Marlinda(Diskominfo) 06 November 2020 13:56:31 WIB


Agustus 2020: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,88 persen

Sampai dengan rilis Sakernas Februari 2020, penghitungan indikator masih menggunakan penimbang dari proyeksi hasil Sensus Penduduk (SP2010). Penimbang adalah faktor pengali sampel suatu survei untuk menghasilkan estimasi populasi penduduk. Pada tahun 2015, Badan Pusat Statistik melaksanakan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS2015). Hasil SUPAS2015 digunakan untuk menghitung proyeksi penduduk sampai dengan tahun 2045 dan mengoreksi proyeksi hasil SP2010. Dengan adanya koreksi tersebut, maka mulai Sakernas Agustus 2020 dan selanjutnya, penghitungan indikator akan menggunakan estimasi dengan penimbang dari proyeksi penduduk hasil SUPAS2015.

• Bulan Agustus 2020, jumlah Angkatan Kerja di Sumatera Barat sebanyak 2,77 juta orang, meningkat 87,74 ribu orang dari Agustus 2019. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 1,13 poin.

• Dalam setahun terakhir, TPT naik sebesar 1,50 poin. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Universitas paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 11,50 persen.

• Penduduk yang bekerja sebanyak 2,58 juta orang, naik sebanyak 41,48 ribu orang dari Agustus 2019. 3 Sektor yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja tertinggi yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (2,42 poin); Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (0,20 poin); dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (0,16 poin).

• Sebanyak 1,71 juta orang (66,28 persen) penduduk bekerja di kegiatan informal, persentasenya naik sebesar 4,15 poin dibanding Agustus 2019.

• Dari 2,58 juta orang yang bekerja, sebesar 12,93 persen masuk kategori setengah menganggur dan 26,09 persen pekerja paruh waktu. Dalam setahun terakhir, pekerja paruh waktu dan setengah penganggur naik sebesar 1,00 dan 3,73 poin.

• Terdapat 531,56 ribu orang yang terdampak Covid-19 atau 13,23 persen dari total penduduk usia kerja. Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (35,46 ribu orang), BAK karena Covid-19 (13,92 ribu orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (27,76 ribu orang), dan penduduk yang bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja (454,41 ribu orang).