Gubernur Buka Secara Resmi Kegiatan TIME

Berita Utama Sub Bag. Sarana dan Prasarana(Sub Bag. Sarana dan Prasarana) 20 Oktober 2013 00:50:54 WIB


Di Tahun 2009 Sumatera Barat diguncang gempa besar yang mengakibatkan kerusakan bangunan yang cukup parah. Akan tetapi Pemerintah Provinsi tidak putus asa melakukan perbaikan, termasuk di bidang wisata. Pemprov didukung oleh Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia-PHRI serta ASITA tetap gencar memacu pengembangan bidang pariwisata.

Ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno pada acara Opening Ceremony Tourism Indonesia Mark & Expo ( TIME) di Auditorium Gubernur Jum'at malam (18/10). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata Sapta Ruswanda, Wakil Gubernur Muslim Kasim, Ketua DPRD Ir. Yultehnil, MM, beberapa kepala SKPD dilingkungan Pemprov Sumbar, Asita, Kadin serta bayer dibeberapa negara.

Irwan juga menyampaikan, Selain itu juga menggandeng Visit Indonesia Tourism Office, serta mengunjungi pasar wisata di luar negeri untuk meyakinkan para wisatawan agar kembali berkunjung ke Sumatera Barat. Untuk menarik minat wisatawan datang lagi ke Sumatera Barat, Pemprov juga gencar melakukan promosi melalui event balap sepeda Tour de Singkarak, yang selalu disuport oleh  anggaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal itu membuahkan hasil. Justru pasca gempa pembangunaan infrastruktur pariwisata berupa hotel semakin meningkat luar biasa. Kamar hotel yang dulunya mencapai 3700 kamar, kini meningkat sampai 5400 kamar.

Provinsi Sumatera Barat bersama Kabupaten/Kota bersama-sama membuat rencana pembangunan jangka menengah pariwisata yang dituangkan dalam berbagai program-program kongkrit. Kita punya berbagai event wisata, seni dan budaya seperti, Mentawai Surfing Contest, Sawahlunto Etnic Musik, Dragon Boat di Padang, Pacu Jawi di Tanah Datar, Tour de Singkarak, dan masih banyak lagi.

Untuk itu melalui kegiatan TIME yang mempertemukan seller dan buyyer pada satu meja transaksi, dapat menjadi langkah efektif dalam menjual produk wisata di Sumbar dan Indonesia secara umum. Peserta Time dari luar negeri juga dihimbau agar mengunjungi destinasi wisata di Minangkabau, seperti wisata bahari, gunung, danau, bukit, dan banyak lainnya, dan tentunya juga menikmati makanan terlezat di dunia yakni rendang ungkapnya

Sementara Wamen Kemenparekraf Sapta Nirwandar menyampaikan, TIME merupakan pasar yang efektif untuk melakukan jual beli produk wisata, karena sistemnya B to B (Bisnis To Bisnis) mempertemukan pelaku industri wisata Indonesia dan operator industri wisata luar negeri. Membanggakn TIME ke 19 dengan tuan rumah Sumatera Barat, karena di Ranah Minang ini banyak kekayaan wisata, kultur dan budaya.

Keunikan Kultur Minangkabau salah satunya yakni menganut garis keturunan ibu (Matrilineal). Wanita di Minangkabau mendapat penghormatan yang luar biasa. Dari segi sejarah dan budaya, Sumatera Barat juga memiliki ceritaa dan peninggalan yang ada sampai saat ini. Jika di London ada Jam Big Ben, Kita di Bukitinggi punya replikanya yakni Jam Gadang.

Grand Canyon yang diketahui secara luas ada di Arizona, ternyata juga ada di Harau, Payakumbuh. Arsitektur bangunan di Minangkabau juga tiada duanya, yakni atap "Bagonjong" dengan lengkungan khas, tiada duanya di dunia katanya

Opening Ceremony TIME yang digelar di Auditorium Gubernuran ditandai dengan pemukulan gendang tasa oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Wakil Menteri Pariwisata, Ketua Umum PHRI, dan Ketua Asita. Pelaksanaan Acara Pasar Wisata Indonesia atau Tourism Indonesian Market and Exhibition-TIME dilaksanakan 18-21 Oktober di Hotel Grand Ina Muara. Pada kesempatan pembukaan TIME, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menyerahkan dokumentasi berita media massa pada Tour de Singkarak-TdS 2013. Buku dokumentasi TdS setebal 3000 halaman, diserahkan oleh perwakilan Kemenparekraf Raseno Arya kepada Gubernur Irwan Prayitno.
(Humas Sumbar)