GERAKAN AYO BEROLAHRAGA


Post by Pinto Janir(Pinto Janir) | Posted on 29 Juli 2013 08:08:28 WIB | Artikel | 1232 kali dibaca


Salah satu gerusan fenomenal global yang memainkan peran penting dalam kehidupan adalah olahraga. Ia meruyakkan pengaruh dan memberi nilai hidup dan kehidupan manusia dalam kajian individu dan manusia dalam kajian masyarakat.

Sulit bagi kita membantah bahwa olahraga mewarnai nilai hidup di ruang ekonomi, sosial,moral,politik dan pendidikan serta ruang pikiran.

            Maka olahraga menjadi media bagi pengembangan nilai dan mutu hidup di tengah kehidupan bermasyarakat. Sepantun dengan idiom “tanpa surat kabar, dunia gelap maka tanpa olahraga dunia rapuh” dan sebegitu pentingnya berolahraga dalam kehidupan kita. Ia jadi refleksi di atas nilai-nilai sosial masyarakat.Sulit melepaskan olahraga dengan tradisi masyarakat kita. Banyak tradisi yang mengakar pada nilai-nilai olahraga, seperti pacu jawi, pacu itiak, silat dll.

            Untuk itu pada kurikulum pendidikan kita diajarkan olahraga melalui pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjakes) yang merupakan subsistem pendidikan yang wajib diajarkan di sekolah. Peran olahraga sangan penting guna pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Melalui media Penjakes, guru dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan setiap peserta didik dan tidak hanya terfokus pada aspek fisik dan psikomotor saja, melainkan juga beraspek kognitif,afektif dan sosialita. Sementara itu, sisi lain dari olahraga yang eprlu kita cermati adalah sebagai media bermain, media tontonan,media rekreasi dan media perlombaan.

            Olahraga memberi pengaruh yang besar terhadap pengembangan karakter bangsa. Karena dalam olahraga terkandung nilai-nilai kejujuran, kepercayaan dan keyakinan diri, ketekunan, kesungguhan, disiplin, kerja keras, kemampuan, kekuatan, semangat patriotik dan pantang menyerah, keterampilan dan nilai ketagwaan; di mana sehabis upaya, sehabis doa muaranya adalah pada Allah Swt.

            Dengan prestasi olahragapun, nama negara bisa berkibar-kibar dan mewangi di segala penjuru dunia! Diapun menjadi alat pengangkat harkat dan martabat bangsa.

            Beberapa hari yang lalu, sejumlah panitia penggiat olahraga tinju mendatangi saya. Mereka hendak bermaksud mengadakan Kejuaraan Tinju Asia Pasific di Pariaman yang akan diikuti petinju dari negara kita sendiri, Malaysia,Thailand dan Philipina. Gelaran itu mereka rencanakan pada 26-27 April 2013 mendatang. Guna sukses penyelenggaraan, mereka meminta dukungan Pemerintah Propinsi Sumatera Barat.

            Sebagai Wakil Gubernur Sumbar ( dan saya sangat meyakini Gubernur pasti juga akan memberikan dukungan yang sama) rencana ini kami sambut hangat. Kami, Insya Allah akan sangat mendukung kegiatan ini.

            Setidaknya, saya melihat ada beberapa aspek positif dengan penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Asia Pasific di Pariaman Sumatera Barat. Pertama, mengangkat nama Sumatera Barat di pentas olahraga tinju nasional dan international. Tinggal pembuktian, apakah kita akan sukses menyelenggarakan kejuaraan bertaraf international ini? Bila disiapkan secara matang, saya yakin; tak ada yang tak bisa dan tak mampu kita lakukan bilamana persiapan itu kita rajut dalam sulaman kebersamaan. Seperti pesan filsafat kita: “ Saciok bak ayam, sadanciang bak basi”.

            Kejuaraan Tinju ini dari sisi ekonomi kita, sangat berpengaruh besar dalam menarik kunjungan wisatawan asing atau lokal untuk menyaksikan kejuaraan ini. Dan itu artinya, olahraga menjadi motor penyemarak kepariwisataan kita.

            Pada bilik pikiran lain, saya mencermati, selain pencak silat, karate, taekwondo, yudo dll, maka olahraga tinju adalah salah satu olahraga yang paling efektif dalam membangun nilai-nilai sportivitas, semangat juang yang tinggi dan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat ‘bertarung’ dalam mengharungi kehidupan. Olahraga tinju menjadi salah satu gelanggang bagi menjinakkan ekspresi liar generasi muda kita yang tergambar di jalanan dalam tawuran massal.

            Bila mereka ingin “bertinju” kita arahkan ke pentas positif yaitu di atas ring. Bila mereka ingin balapan, kita arahkan ke arena balap. Sehingga olahraga menjadi alat positif bagi mengatasi keinginan fantasi mereka. Bila pentas kreatvitas dan ruang tempat ekspresi mereka memadai, maka akan dapat memperkurang kenakalan mereka dan juga menjadi alat ampuh dalam mengatasi virus narkoba.

            Saatnya, sekolah-sekolah kita instruksikan mengembangkan dan mendirikan olahraga beladiri, baik silat, karate, tinju, yudo ataupun taekwondo. Dan suatu saat pada kemasan yang lain kita adakan Festival Remaja Olahraga se Sumbar.

            Kita memang perlu berolahraga, selain untuk kesehatan, dan prestasi, olahraga juga menjelma menjadi sebuah industri.Dan di saat itu, ia menjadi sebuah “pekerjaan” yang sangat profesional. Para atlet berprestasi nasional, dan para atlet berprestasi dunia, menjadi atlet yang kaya raya.

            Tidakkah kita mengingat betapa mahalnya nilai sebuah kesehatan? Salah satu jalan menuju sehat jiwa,sehat raga itu adalah dengan berolahraga. Dan saatnya kita meluangkan waktu setidaknya satu jam sehari untuk berolahraga mengeluarkan keringat penguat “tali” jantung dan tubuh kita.

            Saya sering memikirkan dan berupaya membuat konsep yang tepat bagi olahraga untuk anak-anak kita. Olahraga mana yang tidak menjenuhkan mereka. Kita mulai sejak dari usia dini (PAUD-TK) hingga SD. Kita tak ingin nanti mereka menjadi generasi “perunduk” yang sibuk dan terjebak dalam gadget atau gizmos, yakni sebuah barang elektronik kecil dengan teknologi berfungsi khusus yang sering diasosiasikan sebagai sebuah inovasi atau barang baru.

            Saya kira konsep olahraga yang cocok bagi anak-anak sejak usia dini adalah olahraga yang tidak menjenuhkan dan membuat mereka senang yang tentu saja berakar tradisi kita. Dan saya yakini itu akan membuat mereka kreatif sejak dini.Mengapa, karena olahraga selain mengandalkan kekuatan otot dan kemampuan, juga mengandalkan “pikiran” yang mengundang perbuatan kreatif!

            Bila begitu, Ayo kita mulai dengan Gerakan Olahraga sejak dari rumah tangga sendiri. Ketika mana kita sholat berjamaah (bersama-sama), makan semeja bersama-sama, dan mengapa tidak kita budayakan berolahraga sehabis sholat subuh bersama keluarga?

Ayo kita mulai! (Pinto Kanir)

 

 


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh