ITIK BAYANG


Post by Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan(YUNI ERLITA, S.Pt) | Posted on 24 Februari 2017 14:55:09 WIB | Peternakan | 715 kali dibaca


ITIK BAYANG

Di Sumatera Barat terdapat jenis itik lokal yang diberi nama Itik Bayang. Tepatnya berasal dari Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Itik Bayang merupakan Plasma Nutfah asal Pesisir Selatan. Daerah ini patut bangga dengan adanya beberapa plasma nutfah yang hanya ada didaerah tersebut. Khusus itik Bayang oleh para ahli telah dilakukan sejumlah penelitian, baik tentang pemeliharaan Itik Bayang, produksi hingga pasca produksi yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para peternak.

Di daerah asalnya Itik Bayang masih diternakkan dengan cara tradisional dengan cara digembalakan. Saat siang hari digembalakan ke sawah dan malamnya dikandangkan. Sehingga kebutuhan nutrisi pakan kurang optimal dan berdampak pada pertumbuhan dan produksi telur. Makanan diberikan seadanya sebelum dan sepulang dilepas, pencukupan gizi diharapkan dapat dipenuhi dengan mencari makan sendiri di areal persawahan. Cara pemeliharaan seperti itu dapat merupakan constraint terhadap produktifitas itik, disamping tertutup kemungkinan pemeliharaannya secara komersial. Untuk itu Itik Bayang sebagai salah satu Plasma Nutfah dari Pesisir Selatan para ahli telah melakukan sejumlah penelitian baik tentang cara pemeliharaan, produksi, hingga pasca produksi yang bertujuan dapat meningkatkan pendapat para peternak.

Disamping itu masyarakat yang lokasinya tidak memiliki areal persawahan hampir tidak memungkinkan memelihara Itik Bayang.  Itik Bayang merupakan itik lokal yang hanya berada di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Itik ini terdapat hampir di seluruh kecamatan yang ada di Pesisir Selatan, namun yang paling banyak dikembangkan adalah di Kecamatan Bayang dengan polpulasinya ratusan ribu.

Kini telur itik Bayang menjadi produk peternakan yang juga diburu hingga ke kampung-kampung. Peternak itik bayang biasanya melakukan pemeliharaan secara berpindah-pindah. Dimana musim panen, maka disitu ada peternak itik Bayang.

Itik Bayang ini dapat dikatakan sebagai salah satu plasma Nuftah di Pesisir Selatan. Bentuk tubuh itik ini mirip dengan itik Magelang dengan perbedaan warna bulu yang seragam tidak berotot dan bentuk leher yang tidak punya gelang.
Untuk lebih memudahkan para peternak itik dalam memilih itik yang akan dibudidayakan/dipelihara, sebaiknya mengetahui/memahami tentang ciri-ciri itik.

Ciri-Ciri Itik Bayang Adalah :

Itik Bayang Betina : Badan lebih lebar dibandingkan itik jantan, Paruh agak pendek, Produksi telur dipelihara secara tradisional sekitar 180 - 186 butir per tahun, Kulit telur berwarna hijau.

Itik Bayang Jantan : Itik Bayang jantan berwarna putih atau abu-abu, warna tunggal, Leher pendek, Paruh dan kaki berwarna abu-abu kehitaman, Bulu mengandung minyak sehingga walaupun berendam lama dalam air, bulu tidak akan basah. Ini berguna untuk mempertahankan tubuh supaya tetap kering.

Selain ciri-ciri itik Bayang tersebut diatas, itik Bayang mempunyai sifat reproduksi ditandai dengan umur dewasa kelamin itik jantan dan betina berkisar antara 5 - 6 bulan. Umur betina mulai bertelur 5 bulan, lama produksi 2,5 - 3 tahun. Lama masa penetasan 27 hari, puncak produksi umur 10 - 12 bulan. Rata-rata bobot badan untuk betina dewasa 1,5 kg dan untuk jantan 2 kg. Berat telur rata-rata 65 - 70 gram.

www.pesisirselatankab.go.id/berita/3789/itik-bayang-plasma-nutfah-pessel.html


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • WIKILATIH PADANG

    • Sabtu, 25 November 2017
    • Sabtu, 25 November 2017
  • GEBYAR PENDIDIKAN 2017

    • Kamis, 16 November 2017
    • Sabtu, 18 November 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh