TKA yang Akan Bekerja di Indonesia Harus Dari Sponsorship


Post by Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(YAYAT WAHYUDI.A, ST, M.Si) | Posted on 23 Januari 2017 14:06:48 WIB | Tenaga Kerja | 376 kali dibaca


TKA yang Akan Bekerja di Indonesia Harus Dari Sponsorship

Dengan diberlakukannya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ada 8 profesi yang dibebaskan bekerja lintas antar negara Asia Tenggara. Profesi tersebut meliputi insinyur, arsitek, tenaga pariwisata, akuntan, dokter gigi, tenaga survei, praktisi medis, dan perawat.

Menurut Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Hary Sudarmanto, meski dibebaskan, 8 profesi tenaga kerja asing dari lintas ASEAN tidak bisa bekerja langsung di Indonesia, begitu pun pekerja Indonesia di negara lain.

"Jadi dia kerja sendiri nggak boleh, dia kerja langsung jadi dokter atau buka praktik misalkan nggak boleh. Dia kerja harus dari sponsorship. Contohnya dokter, yah harus ada rumah sakit yang minta rekomendasi ke Kementerian Kesehatan, di konstruksi nanti perusahaan dapat rekomendasi dari Kementerian PUPR," ujar Hary di Jakarta, seperti dikutip detik.com, Kamis (11/3/2016).

Hary menambahkan, meskipun harus bekerja lewat permintaan yang diajukan perusahaan yang membutuhkan, tak ada pembatasan jumlah 8 profesi yang disepakati bebas bekerja lintas ASEAN tersebut.

"Nggak ada pembatasan sama sekali. Pokoknya nanti sesuai dengan perusahaan yang mengajukan sebagai sponsoship. Tidak ada pembatasan, siapa sponsornya, butuhnya berapa. Bukan dibebaskan begitu saja, tapi harus punya sponsor, insinyur atau dokter nggak boleh buka praktik individu," pungkasnya.

Sumber : Kemnaker.go.id


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penandatanganan Kesepakatan Gerakan Nasional Tertib Arsip

    • Kamis, 14 September 2017
    • Kamis, 14 September 2017
  • Peringatan Hari Pangan Sedunia Tingkat Sumatera Barat

    • Jumat, 29 September 2017
    • Minggu, 01 Oktober 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh