Meraih Pendapatan dari Internet


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 31 Desember 2016 21:12:26 WIB | Artikel | 310 kali dibaca


Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia meningkat pesat. Peran operator seluler dalam meluaskan jaringan datanya sangat membantu masyarakat mendapatkan akses internet yang memadai. Meskipun dengan luas Indonesia yang sangat luas dan banyaknya area terpencil, penyebaran internet oleh operator telekomunikasi patut diapresiasi.

Internet di Indonesia sudah terbukti banyak memberikan manfaat positif kepada masyarakat. Bersamaan dengan itu dampak negatifnya juga tak dipungkiri cukup destruktif, terutama penyebaran konten pornografi.

Pemerintah pun sudah menggunakan internet untuk penyediaan informasi kepada masyarakat, seperti website instansi pemerintah dan juga penyediaan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Bagi pengguna internet, mesin pencari dengan nama Google atau Yahoo mungkin sudah tidak asing lagi. Google selain menjadi mesin pencari terbesar di dunia yang telah membantu banyak orang di dunia juga menyediakan email gratis yang bernama Gmail. Sedangkan Yahoo jauh sudah lebih dulu menyediakan email gratis bernama Yahoo Mail.

Kedua email gratis itu banyak dipakai oleh pengguna internet dunia. Dengan menyediakan email gratis, Gmail dan Yahoo memfasilitasi pemasangan iklan. Para pemilik email Gmail dan Yahoo akan selalu mendapati di email kotak email mereka iklan. Begitulah cara pemain besar internet dunia seperti Google dan Yahoo meraih pendapatan dari internet. Mereka menyediakan fasilitas gratis kepada pengguna internet dan kemudian pemasan iklan beriklan di Google dan Yahoo yang akan dilihat oleh pemilik akun Gmail dan Yahoo.

Senada dengan Google dan Yahoo, penyedia media sosial terbesar di dunia, Facebook juga memiliki strategi yang sama. Masyarakat Indonesia pengguna internet kemungkinan memiliki akun Facebook karena merupakan akun pertemanan dan juga fungsi-fungsi lain seperti kesukaan kepada sesuatu seperti pemusik, penulis, selebritis, dan juga media informasi. Facebook begitu booming karena menawarkan sesuatu yang baru. Cara manusia bersosialisasi, berteman di internet digarap oleh Facebook, setelah sebelumnya Friendster pernah merajai. Namun datangnya Facebook seperti bunyi dalam film Avatar, “namun semuanya berubah ketika negara api menyerang”. Facebook mengubah gaya hidup orang. Bahkan yang miris, kini facebook dijadikan ajang caci maki, penghinaan, penyebaran berita palsu dan juga penyebaran pornografi. Kita memang harus menerima kenyataan bahwa setiap ada produk yang dihasilkan di dunia maya akan selalu meunculkan dampak positif dan negatif.

Facebook tadinya mengalami kesulitan meraih pendapatan. Namun seorang yang diajak bergabung di Facebook oleh Mark Zuckerberg mampu membalikkan kondisi Facebook sehingga pendapatan Facebook melonjak. Dan yang lebih menarik, Facebook juga memberikan peluang kepada penggunanya untuk beriklan. Ini selangkah lebih maju dibanding Google dan Yahoo. Maka sekarang banyak muncul pelatihan cara memasang iklan dan meraih pendapatan dari Facebook.

Saya sempat mengikuti sebuah pengantar dalam diskusi tentang media sosial yang menghadirkan narasumber seorang pemain Facebook Ads yang sudah mengalami sendiri manfaatnya dan mendapatkan penghasilan yang sangat besar untuk ukurannya. Dari acara itu, saya mendapatkan informasi bahwa sudah semakin banyak ibu rumah tangga yang berusaha rumahan mendapatkan penghasilan lumayan bahkan besar dari menggunakan Facebook Ads.

Facebook Ads adalah fenomena pengiklanan yang cocok dengan kondisi masyarakat Indonesia. Karena tidak perlu memiliki toko atau kantor, yang penting memiliki nomor kontak untuk dihubungi, maka transaksi bisa dilakukan dan barang bisa dikirim melalui pos.

Dibanding media lain di internet, bisa dikatakan Facebook Ads lebih cepat dipahami oleh masyarakat yang awam untuk menjual produk mereka. Kelebihan lainnya, Facebook Ads bisa menyasar kelompok segmen tertentu di masyarakat seperti penjualan sambal untuk ibu-ibu atau wanita dengan umur antara 25 hingga 40 tahun, penjualan popok manula untuk manula usia 55 tahun ke atas. Dan tentunya segmen lain yang bisa dijadikan sasaran tertentu. Sehingga uang yang dikeluarkan untuk beriklan di Facebook lebih bernilai (value for money) dan tidak sekedar pasang iklan dengan target sasaran yang sebenarnya tidak akan membeli produk yang dijual.

Dan masih banyak lagi media yang bisa digunakan untuk meraih pendapatan dari internet, seperti Youtube, bagi yang memiliki kreatifitas dalam videografi. Blog pun jika diseriuskan akan bisa menghasilkan pendapatan. Intinya, fokus terhadap sebuah topik dan mampu membuat orang tertarik.

Internet ternyata bisa berperan dalam mengurangi pengangguran, sekaligus mendorong orang berbuat jahat. Untuk itu, orangtua mempunyai kewajiban kepada anaknya untuk selalu menasehati anaknya agar menggunakan internet untuk hal yang positif, di antaranya untuk mendapatkan informasi tentang pelajaran, dan juga untuk melatih jiwa dagang. Para pelajar yang menggunakan Line dan Instagram sudah banyak yang memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan.

Peran serta komunitas pengguna internet ternyata juga dibutuhkan agar bisa mempengaruhi orang untuk menjadikan internet sebagai sumber kebaikan dan sumber pendapatan. (efs)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan III Di Lingkungan Pemerintah

    • Selasa, 28 Februari 2017
    • Sabtu, 17 Juni 2017
  • Minang Book Fair 2017

    • Jumat, 24 Februari 2017
    • Minggu, 05 Maret 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh