Pendidikan Rendah Picu Permasalahan


Post by Telematika(Telematika) | Posted on 23 November 2016 14:29:00 WIB | Artikel | 191 kali dibaca


Pendidikan Rendah Picu Permasalahan 

Oleh: Arzil

Saat ini kita sedang dihadapkan oleh permasalahan – permasalahan sosial di masyarakat yang tidak kunjung usai, seperti kemiskinan, kriminalitas, kekurangan gizi, tunawisma, dan masih banyak lagi. Bahkan kini permasalahan tersebut semakin meningkat. Contohnya adalah tindakan kriminalitas di dalam masyarakat.

Akhir – akhir ini masyarakat cemas karena banyak sekali pembegal yang mengincar mereka. Tidak hanya motor, bahkan para pelaku begal ini tidak segan – segan mengambil nyawa pemiliknya. Maraknya pembegalan saat ini merupakan salah satu dari permasalahan sosial.

Sebenarnya, banyak tindakan yang telah diambil baik oleh pemerintah maupun para penegak hukum untuk menyelesaikannya, seperti memberi bantuan, mengadakan razia, dan masih banyak lagi, tetapi tetap saja tidak terselesaikan.

Hal ini menciptakan sebuah pertanyaan yang muncul dari dalam pikiran kita, yaitu mengapa hal ini tidak kunjung usai ? Tidak terselesaikannya masalah sosial yang ada bukan dikarenakan tidak adanya tindakan dari pemerintah melainkan belum tersentuhnya akar permasalahan dari masalah ini.
 
Sesungguhnya, akar permasalahan dari masalah – masalah sosial yang ada adalah pendidikan yang rendah. Pendidikan merupakan suatu proses memanusiakan umat manusia yang dapat merubah kualitas hidup mereka menjadi lebih baik. Pendidikan juga akan membentuk manusia menjadi makhluk yang beradab dan bermoral. Namun, kenyataanya pendidikan belum sepenuhnya menyentuh masyarakat, sehingga menimbulkan masalah – masalah sosial di masyarakat.

Bukti akan rendahnya angka tingkat pendidikan di Indonesia dapat dilihat dari data yang dikeluarkan oleh UNESCO pada tahun 2000, mengenai peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index). Indeks ini merupakan komposisi dari peringkat pencapaian suatu Negara dari berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala. UNESCO menemukan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun dari tahun ke tahun. Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999) dari 174 negara yang ada di dunia. 
 
Hal serupa juga dapat dilihat dari survei Political and Economic Risk Consultant (PERC). Survey ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia menempati  urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia bahkan berada di bawah Vietnam, Negara yang notabene lebih kecil dari Indonesia.  
 
Ironisnya lagi, data yang dilaporkan oleh The World Economic Forum Swedia (2000), mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki daya saing yang terbilang rendah, yaitu dengan hanya menempati urutan ke-37 dari 57 negara - negara dunia yang telah disurvei. Bahkan Indonesia hanya berpredikat sebagai follower dalam hal pengembangan teknologi bukan sebagai pemimpin dari 53 negara yang ada di dunia.
 
Dampak yang dirasakan oleh Negara kita dari ketertinggalan dalam mutu pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal sangatlah terasa. Salah satunya dengan meningkat pula angka kemiskinan, kriminalitas, dan masalah – masalah sosial lainnya. 
 
Rendahnya pendidikan di Negara kita membuat sebagian orang menjadi kesusahan di dalam hidupnya, sehingga mendorong mereka untuk melakukan tindakan – tindakan kriminali, seperti pembegalan, pencurian, perampokan dan lain – lain. Sebenarnya, mereka sama sekali tidak ingin melakukan tindakan itu semua, tetapi keadaanlah yang memaksa mereka.  
 
Jika saja mereka mendapatkan pendidikan yang lebih baik, tentu saja mereka tidak akan berbuat tindakan yang sekeji itu. Mereka akan menjadi pribadi yang baik dan memiliki kemampuan yang baik pula untuk menghidupi diri dan keluarganya dengan skil – skil yang didapatkan dari proses pendidikan tersebut.  
 
Berdasarkan penjabaran – penjabaran di atas dapat kita simpulkan bahwa rendahnya pendidikan merupakan permasalahan utama dalam meningkatnya permasalahan sosial di masyarakat saat ini. Pendidikan sebenarnya dapat  menjadi penopang dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa ini.
 
Oleh karena itu, seharusnya pemerintah kita  dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar sumber daya manusia Indonesia menjadi lebih beradab, bermoral, dan juga tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. (***)

                                   


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan III Di Lingkungan Pemerintah

    • Selasa, 28 Februari 2017
    • Sabtu, 17 Juni 2017
  • Minang Book Fair 2017

    • Jumat, 24 Februari 2017
    • Minggu, 05 Maret 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh