Forum Konsultasi dan Identifikasi Isu Strategis Perdagangan ”Menuju Produk Unggulan Sumatera Barat yang Juara”


Post by Dinas Perindustrian dan Perdagangan(BUDI SETIAWAN, ST, M.Si) | Posted on 19 Oktober 2016 14:50:22 WIB | Industri dan Perdagangan | 1025 kali dibaca


Forum Konsultasi dan Identifikasi Isu Strategis Perdagangan  ”Menuju Produk Unggulan Sumatera Barat yang Juara”

Forum Konsultasi dan Identifikasi Isu Strategis Perdagangan

”Menuju Produk Unggulan Sumatera Barat yang Juara”

 

Forum Konsultasi ini adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Penanganan Isu Strategis Kemendag. Kegiatan ini diadakan sebagai ajang mendengar, berbagi dan menyemangati para pelaku agar bersinergi bersama Pemerintah (pusat dan daerah) dan memberi masukan isu dan pemikiran strategis di Indonesia. Forum Konsultasi diselenggarakan tanggal 6 Oktober bertempat di Hotel Mercure - Padang dengan jumlah peserta 80 orang yang terdiri dari Dinas terkait di Provindi dan Kabupaten/Kota Sumatera Barat , GPEI, AECI, GINSI, GAPKINDO, KADIN , Eksportir dan pelaku Usaha IKM dengan Tema "Menuju Produk Unggulan Sumatera Barat yang Juara”.

Seperti diketahui bersama Struktur total ekspor Indonesia masih didominasi oleh produk berbasis komoditi (raw material). Sebetulnya tidak ada yang salah dengan hal itu. Namun setelah 71 tahun merdeka struktur tersebut tidak maksimal, malah menimbulkan gap kesejahteraan; di antara masyarakat Indonesia sendiri maupun dengan pengimpornya (luar). Tentu ini kurang fair dan perlu perbaikan. Oleh karena itu Indonesia musti naik kelas, upgrade dirinya dari pengekspor bahan mentah ke produk antara, bahan baku dan ke barang jadi dan industri.

Dalam pembukaan forum disampaikan oleh Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis pada Forum Konsultasi dan Identifikasi Isu Strategis Perdagangan bahwa Sumatera Barat sendiri sebetulnya cukup lengkap, dari raw, barang antara dan barang jadi ada. Sumatera Barat memiliki struktur produksi yang unik dimana produksi nya terkombinasi antara raw material, produk jadi dan services (jasa-jasa) yang didukung turisme. Apalagi dalam hal kuliner, belum ada tandingan nya di Indonesia. Masakan ala "Minang", "Kapau"atau yang dikenal di luar "Nasi Padang" begitu menglobal hingga CNN survey meletakkan Rendang sebagai makanan terenak di dunia

Berbagai produk andalan yang sifatnya artisan, specialty, unique, branded dan organik (walaupun belum banyak yang tau ini ya?), bukan produk umum yang banyak terdapat di pasaran. Potensi tersebut harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemajuan ekonomi masyarakat Sumatera Barat. Satu kunci yang menurut dia dapat menjadi pegangan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat. Sinergi Pusat dan Daerah (Kabupaten, Kecamatan dan Desa), pelaku usaha dan tokoh-tokoh Sumatera Barat dari segi kebijakan, bisnis practice dan etika kerja: artinya menjunjung tinggi kualitas dan bangga terhadap produk yang dihasilkan atau dijual. Sumatera Barat musti menghindari produk massal dan lebih fokus akan kualitas, niche market dan value added produk. Istilahnya, lebih baik sedikit tapi high class dan high value dari pada banyak tapi margin yang rendah dan berkompetisi head to head dengan China dan Vietnam. Selain itu produksi massal cenderung alpa akan dampak lingkungan dan sosial. Selain itu, kreatifitas dan inovasi harus terus dikembangkan karena selera pasar berkembang dinamis. Seringkali pemasaran dikeluhkan sebagai kendala, tetapi bagi saya setelah berteman dengan banyak IKM dan pelaku, dia berkesimpulan pasar selalu ada untuk produk yang berkualitas. Pemasaran akan mudah jika produk yang dihasilkan bukan asal-asalan tetapi dibuat dengan penuh cinta dan kebanggaan dan memasarkannya dengan "smart"/jeli dan serius.

Produk Sumatera Barat harus berbeda karena karena kualitas, ramah lingkungan dan organik. Berbicara produk organik, sangat relevan saat ini karena kebutuhan pangan organik yang terus naik sehingga potensi produkSumatera Barat di pasar internasional masih sangat terbuka dan bahkan seharusnya semua produk yang dihasilkan dari Sumatera Barat merupakan produk organik. Untuk mencapai hal-hal tersebut kita musti paham akan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), standar dan mutu dan siap bersaing. Karenanya kami dalam Forum ini berupaya membuat acaranya partisipatif, interaktif, dan penuh makna sebut dia, Semoga para peserta yang hadir mendapatkan manfaat dari sini dan kami selaku Pemerintah mendapatkan masukan dan usulan konstruktif sesuai tujuan kami, sebut dia dalam pembukaan Forum ini.

Kegiatan ini menghadirkan 5 Pembicara, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa-Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Benny Rahardjo-Praktisi di dunia keuangan yang akan memberikan tips dan cara bagaimana agar usaha ibu dan bapak berkembang dengan memanfaatkan teknologi Apps yang mempermudah bahkan menjadi solusi bisnis. Terakhir dan terpenting 2 tokoh, pelaku dan menurut saya my personal hero: Helianti Hilman, seorang wirausahawati gigih dan kelas dunia yang akan berbagi tips bagaimana menjadi pemain yang juara dan Masril Koto – pendiri bank tani yang ingin berbagi soal masa depan Sumatera Barat. Kami berada di sini ingin mendengar langsung dari ibu dan bapak para pelaku karena kami diminta oleh Presiden banyak mendengar dan mengolahnya untuk menjadi kebijakan yang kondusif bagi perkembangan UKM sebut dia.

 


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh