CIRI-CIRI AYAM BANGKAI


Post by Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan(YUNI ERLITA, S.Pt) | Posted on 14 Oktober 2016 15:23:06 WIB | Peternakan | 555 kali dibaca


CIRI-CIRI AYAM BANGKAI

Pengertian daging bangkai adalah daging yang berasal dari hewan yang mati, bukan karena disembelih. Jadi jelas bahwa ayam yang mati bukan karena disebabkan proses penyembelihan adalah termasuk dalam kategori bangkai. Misalnya mati karena penyakit, mati karena dicekik atau dipukul, Mati saat diangkut karena stress, terjepit, atau kelelahan dll.

Penyembelihan hewan adalah faktor yang sangat penting dalam menentukan hewan tersebut masuk dalam kategori bangkai atau tidak. Kasus yang biasanya terjadi di sebuah rumah potong ayam adalah terjadinya penyembelihan yang tidak sempurna (tidak terpotong saluran nafas, darah dan makanan) yang mengakibatkan ayam akan lebih lama mengalami proses kematian, lalu karena terburu waktu, ayam yang belum mati sempurna tersebut dimasukkan ke dalam air panas, baru kemudian mati.

Hal ini bisa juga masuk dalam kategori ayam bangkai karena ayamnya mati karena air panas, bukan karena disembelih. Yang menjadi masalah adalah apabila ayam bangkai masih dijual di pasar untuk dikonsumsi manusia.

Bahkan beberapa pedagang yang curang menggunakan segala cara untuk membuat daging ayam bangkai tersebut tampak seperti daging ayam segar.

Berikut ini beberapa hal yang bisa digunakan untuk mengenali ciri-ciri ayam bangkai :

  1. Luka penyembelihan yang tidak sempurna. Penyembelihan yang sempurna akan meninggalkan bekas luka sembelih yang lebar, membentuk setengah lingkaran pada leher. Luka sembelih akan susah bila ditarik kembali ke posisi normal seperti sebelum disembelih karena secara normal, ayam yang disembelih akan meregangkan leher dan kepalanya, sehingga luka sembelih akan melebar. Penyembelihan yang tidak sempurna biasanya ditandai dengan bekas luka sembelih yang sempit dan tidak terpotongnya 3 saluran (nafas, udara dan makanan).
  2. Warna karkas yang merah gelap atau menghitam. Penyembelihan yang tidak sempurna akan mengakibatkan pengeluaran darah yang tidak maksimal. Darah akan tertahan di tubuh sehingga warna karkas akan cenderung merah gelap kemudian menghitam. Yang biasanya mudah ditemui pada ayam bangkai adalah akan terlihat membesarnya pembuluh darah di bagian sisi dalam sayap yang disebabkan darah tidak keluar secara maksimal. Bagian lain dari ayam bangkai seperti kaki dada dan punggung juga biasa ditemui berwarna merah gelap.
  3. Baunya bangkai. Darah yang tidak keluar sempurna dan tertahan dalam tubuh ayam bangkai adalah media yang baik untuk perkembang biakan bakteri. Proses pembusukan akan lebih cepat terjadi sehingga pada daging bangkai akan tercium bau yang lebih menyengat.
  4. Bentuk yang lebih kecil dari normal. Ayam broiler yang kurus atau bentuknya lebih kecil dari normal, tapi sudah dipotong dan dijual untuk dikonsumsi, patut dicurigai sebagai ayam yang belum siap panen tapi sudah dijual. Penyebabnya bisa saja karena ayam tersebut terkena penyakit,atau bahkan mati sebelum waktu panen. Jadi lebih baik menghindari membeli ayam broiler yang mengalami kekurusan atau bentuknya lebih kecil dari normal.

https://www.nahimunkar.com/mengenali-ciri-ciri-ayam-bangkai/

 


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan III Di Lingkungan Pemerintah

    • Selasa, 28 Februari 2017
    • Sabtu, 17 Juni 2017
  • Minang Book Fair 2017

    • Jumat, 24 Februari 2017
    • Minggu, 05 Maret 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh