RUMPUT GAJAH UNTUK PAKAN SAPI


Post by Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan(YUNI ERLITA, S.Pt) | Posted on 04 Agustus 2016 15:54:18 WIB | Peternakan | 1371 kali dibaca


RUMPUT GAJAH UNTUK PAKAN SAPI

Rumput Gajah (pennisetum purpureum) adalah rumput berukuran besar dan mengandung nutrisi tinggi, biasanya dipakai sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing atau gajah. Ketahanan rumput gajah dari cuaca panas adalah kelebihan yang jarang di dapat dari tanaman sejenis lain.

Rumput gajah membutuhkan waktu 60 hari agar bisa di panen dan dijadikan pakan ternak sapi. Waktu sekitar dua bulan tersebut akan efektif jika rumput gajah cukup dalam air dan nutrisi. Jika anda memiliki lahan yang kurang produktif, rumput gajah bisa dijadikan alternatif agar lahan yang tidak produktif tersebut menjadi produktif. Rumput Gajah membutuhkan Sinar matahari penuh atau minimal 40%. Rumput ini dapat tumbuh di daerah dengan miskin nutrisi.

Ada beberapa jenis rumput gajah, namun kita dapat melihat morfologi rumput gajah sebagai berikut : Rumput gajah tumbuh tegak lurus, tinggi tanaman dapat mencapai 7 meter, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan berbunga seperti es lilin.

Kandungan gizi rumput gajah terdiri dari 19,9% bahan kering; 10,2 % protein kasar; 1,6% lemak; 34%,2 serat kasar; 11,7% abu. Kandungan ini akan sangat dibutuhkan oleh ternak ruminansia seperti sapi atau kerbau.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah untuk rumput gajah sebaiknya dilakukan menjelang atau pada awal musim hujan. Tanah yang sudah bersih/bebas dari tumbuhan liar khususnya semak-semak berkayu dibajak/dicangkul untuk membalikan tanah dan diratakan.

  • Setelah tanah rata dibuat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm (biasanya selebar mata cangkul) kedalamannya sekitar 20-25 cm.
  • Setelah lubang tanam siap, masukkan pupuk kandang ke dalam lubang sekitar 0,5 kg, campur dengan tanah sehingga lubang tanam terisi penuh.
  • Pada tanah masam (pH 4-5,5 ) perlu pengapuran dengan menggunakan kapur pertanian (kaptan) dengan takaran yang disesuaikan dengan kemasaman tanahnya.

Penanaman dengan stek

Stek yang akan ditanam adalah batang yang tidak terlalu muda, potongpotong sepanjang 20-30 cm, sehingga terdapat 2 sampai 3 buku (ruas) setiap potongannya. Stek batang ditanam miring dengan posisi 30-40 derajat dengan 1-2 buku masuk ke dalam tanah dan satu buku ada di atas permukan tanah.

Satu lubang tanam ditanami dua stek. Setelah penanaman diusahakan agar rumput yang baru ditanam mendapat pengairan pada hari yang sama kalau tidak turun hujan harus disiram.

Penanaman dengan anakan

Sebelum ditanam dipilih anakan yang tidak terlalu muda dan rumpun yang pertumbuhannnya bagus. Untuk setiap lubang tanam, sebaiknya anakan terdiri dari 2-3 batang, usahakan akarnya masih dalam keadaaan yang baik. Potong bagian atas anakan sehingga tersisa kurang lebih 30 cm.

Anakan ditanam pada lubang tanam yang sudah diberi pupuk kandang, kemudian tanah agak dipadatkan agar tanaman tidak goyah. Usahakan agar rumput yang baru ditanam mendapat pengairan pada hari yang sama. Kalau tidak tanaman harus disulam.

Panen

Panen pertama rumput gajah dilakukan pada umur 90 hari pasca-tanam. Panen selanjutnya 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau. Tinggi pemotongan dari permukaan tanah kira-kira 10–15 cm. Produksi hijauan rumput gajah antara 100-200 ton rumput segar per hektar per tahun. Peremajaan tanaman tua dilakukan setelah 4-6 tahun untuk diganti dengan tanaman yang baru.

www.ruangtani.com › Budidaya Tanaman


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penyerahan Penghargaan Literasi dan Rapat Koordinas Bidang Perpustakaa

    • Jumat, 20 Oktober 2017
    • Jumat, 20 Oktober 2017
  • Penandatanganan Kesepakatan Gerakan Nasional Tertib Arsip

    • Kamis, 14 September 2017
    • Kamis, 14 September 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh