GEMPABUMI MENTAWAI DIPICU AKTIVITAS SUBDUKSI LEMPENG


Post by Badan Penanggulangan Bencana Daerah(HERA ARMAN, ST) | Posted on 21 Juni 2016 23:59:22 WIB | Badan Penanggulangan Bencana Daerah | 781 kali dibaca


GEMPABUMI MENTAWAI DIPICU AKTIVITAS SUBDUKSI LEMPENG

(PERS RELEASE BMKG)

SELASA 21 Juni 2016, gempabumi tektonik mengguncang seluruh wilayah Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada pukul 21:10:23 WIB dengan kekuatan M=5,0 dengan episenter terletak pada koordinat 2.23 LS dan 99.40 BT, tepatnya di laut pada jarak 67 kilometer arah selatan Muara Siberut pada kedalaman hiposenter 15 kilometer (updated parameter).

Efek gempabumi yang didasarkan oleh Peta Tingkat Guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa wilayah terdampak gempabumi tersebut antara lain: Pulau Sipora dan Pulau Siberut yang merasakan guncangan yang dirasakan pada skala intensitas IV MMI (dirasakan banyak orang, gerabah pecah, jendela/pintu bunyi berderik). Semetara di Pulau Pagai Selatan, Pulau Pagai Utara, Pulau Tanah Bala, Padang, Painan, Pariaman merasakan guncangan yang dirasakan pada skala intensitas II-III MMI (II SIG BMKG)_artinya gempabumi ini dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar. Sementara itu wilayah lain di pesisir pantai sepanjang Sumatra Barat diperkirakan merasaka guncangan dalam skala intensitas II MMI (I SIG BMKG). Meskipun banyak warga Kepulauan dilaporkan berlarian menyelamatkan diri ke perbukitan tetapi hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempabumi ini.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan hiposenter terletak di Zona megathrust. Karena hiposenter berada di kedalaman 15 kilometer maka gempabumi ini disebut sebagai gempabumi dangkal, sehingga wajar jika guncangan gempabumi ini di rasakan cukup kuat di Kepulauan Mentawai dan sekitarnya.

Patut kita syukuri bahwa meskipun gempabumi memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault) akan tetapi kerena kekuatan gempabumi relatif kecil M=5,0 maka tidak berpotensi menimbulkan tsunami. 

Masyarakat di dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Khusus masyarakat di Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat, dihimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.***

 

DARYONO 
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG

Twitter: @daryonobmkg


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh