Yunnan


Post by Yongki Salmeno(Yongki Salmeno) | Posted on 13 Juni 2013 02:37:14 WIB | Artikel | 1413 kali dibaca


Baru-baru ini saya didatangi oleh reporter dan crew CCTV (China Central Television). Mereka ingin wawancara tentang adat dan budaya masyarakat Sumatera Barat (masyarakat Minang)

. Salah satu topik yang sangat menarik bagi mereka adalah pola kekerabatan matrilineal (keturunan berdasarkan garis ibu) yang dianut oleh masyarakat Minang.

CCTV adalah salah satu stasiun TV terbesar di China. Selain memiliki stasiun pemancar yang cukup luas dan memiliki cukup banyak penggemar di China, perusahaan broadcasting ini juga memiliki saluran TV kabel. CCTV banyak membuat liputan profil keunikan berbagai suku bangsa dan traveling (liputan perjalanan) ke berbagai belahan dunia.

Lalu kenapa pola matrilineal menarik bagi mereka? Tak banyak suku bangsa di dunia yang menganut pola kekerabatan matrilineal, diantara sekian yang langka dan unik itu adalah Suku Minang. Umumnya etnik masyarakat di Indonesia menganut pola patrilineal (garis keturunan berdasarkan bapak), khusus etnik Minang menganut pola matrilineal (garis keturunan berdasarkan ibu).

Namun ternyata di China, persisnya di provinsi Yunnan terdapat kelompok masyarakat yang juga menganut pola kekerabatan matrinial yang langka di dunia tersebut. Etnik tersebut memang termasuk etnik minoritas dan unik di Yunnan. Mereka juga memiliki arsitektur atap bangunan yang berbeda dengan bangunan lainnya di China. Konstruksi atap rumah mereka cendrung berbentuk melengkung-lengkung, juga dilengkapi dengan seni ukiran, berbeda dengan konstruksi atap rumah lainnya di China yang umumnya membentuk garis lurus. Konstruksi ini agak mirip dengan konstruksi rumah gadang di Minang.

Selain itu menurut reporter CCTV tersebut, di Yunnan juga terdapat sebuat danau yang diberi nama Danau Minanga. Di sana juga terdapat masakan khas yang mirip rendang, meski rasanya sedikit berbeda. Pola migrasi (merantau) dan kecendrungan masyarakat Minang yang suka berdagang juga makin membuat reporter CCTV tersebut masih bersemangat untuk menggali teka-teki yang tersembunyi. Dari manakah asal-usul masyarakat Minang sesungguhnya? Apakah ada hubungan antara Minang dan Yunnan?

Menurut para ahli berdasarkan sejumlah bukti fosil, di zaman prasejarah (sekitar 1 juta tahun lalu) telah hidup nenek moyang bangsa Indonesia yaitu Homo erectus di berbagai pelosok pulau di Indonesia, termasuk Sumatera Barat. Sesuai perjalanan waktu spesies ini berevolusi menjadi Homo sapiens (manusia modern). Menurut teori ini, spesies inilah yang berkembang biak di Indonesia, dan berinteraksi dengan berbagai suku bangsa yang datang ke Indonesia.

Prof. Muhammad Yamin berpendapat serupa, menurutnya itulah asal mula nenek moyang etnik Minangkabau. Maksudnya suku Minang asli berasal dari daerah Sumatera Barat sendiri, bukan dari daerah lain.

Namun sekelompok ahli lain berpendapat suku Minang berasal dari etnik Detro Malay (melayu muda) yang berimigrasi dari daratan Asia, China Selatan. Kelompok inilah yang kemudian berkembang di Malaysia, Filipina, dan sejumlah negara lain menjadi kelompok rumpun Melayu. Namun etnik Minang berbeda dan agak unik karena menganut pola matrilineal. Namun ada juga para ahli yang berpendapat etnik Detro Malay berimigrasi dari Taiwan.

Zaman dan waktu memang terus berputar dan berubah. Masuknya bangsa Arab dan India untuk tujuan berdagang membuat terjadi interaksi antara penduduk asli Indonesia dengan pendatang. Begitu juga dengan masuknya invasi bangsa Purtugis, Inggris, Belanda dan sebagainya juga berpengaruh terhadap bangsa Indonesia, termasuk etnis Minang. Karena itu tidak heran jika wajah orang Minang, ada yang putih seperti orang China, cendrung gelap seperti orang Arab atau India atau berwajah bule seperti orang Eropa.

Dari mana sesungguhnya asal-usul suku Minang dan bagaimana sejarah kehadiran dan perkembangannya, memang banyak pendapat para ahli dengan alasan dan bukti sejarah yang dikemukakan masing-masing. Hal ini selalu menarik untuk bahan diskusi. Namun yang pasti semua khasanah itu menjadi kekayaan, kekuatan serta pelajaran untuk kemajuan di masa datang.

Dalam surat Al Hujurat ayat 13 Allah berfirman : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Oleh Irwan Prayitno).


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh