TDS Makin Semarak


Post by Yongki Salmeno(Yongki Salmeno) | Posted on 13 Juni 2013 02:27:28 WIB | Artikel | 1269 kali dibaca


Even bergengsi bertaraf Internasional dengan tajuk Tour de Singkarak (TDS) kembali digelar di bumi Sumatera Barat.

Tahun ini merupakan kali ke lima even yang menyedot perhatian dunia itu digelar di ranah nan rancak Sumatera Barat. Sejumlah jurnalis menggambarkannya sebagai sebuah “Lomba Balap Sepeda di Surga Khatulistiwa”.

            Memang di situlah letak keistimewaan Sumatera Barat. Keindahan alam Sumatera Barat membentang luas hampir di semua pelosok, mulai dari dataran tinggi sampai lembah, ngarai dan pantai. Mata seakan-akan tak pernah puas memandang dan mengagumi rahmat dan karunia Tuhan yang luar biasa itu. Semua keindahan itu seakan-akan membuat mata tak pernah puas memandang dan menikmati keindahannya. Para photografer sekan-akan tak pernah kekurangan bahan untuk mengangkatnya menjadi ribuan karya foto yang spektakuler.

            Lima tahun waktu berjalan, ajang Tour de Singkarak membuat Sumatera Barat makin dikenal dan disayang. Seperti kata pepatah :”Tak tahu maka tak kenal, tak kenal maka tak sayang.” Kini, setelah 5 tahun TDS berjalan, Sumatera Barat makin dikenal dan dicintai. Jika tahun lalu TDS diikuti oleh 16 negara, tahun ini diikuti oleh 27 negara. Kita yakin jumlah tersebut terus bertambah dan bertambah dari tahun ke tahun.

            Antusiasme masyarakat menyaksikan TDS juga meningkat luar biasa. Saat pembukaan Sabtu (1/6/2013) malam yang dihadiri Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar di pelataran Jam Gadang kota Bukittinggi, masyarakat tumpah ruah memadati pelataran kawasan bersejarah di kota wisata itu. Diperkirakan jumlah masyarakat yang menyaksikan pembukaan TDS tahun ini, sekitar dua kali lipat tahun sebelumnya. Ditambah dengan dentuman semarak cahaya kembang api serta kehadiran group band kondang Purwacaraka Big Band membuat suasana Kota Bukittinggi saat itu makin meriah dan semarak.

            Saat start yang ditunggu-tunggu juga tak kalah berkesan. Sejak pagi para pembalap yang mayoritas merupakan pembalap asing tampak antusias, seolah-olah tak sabar menunggu bendera start diangkat oleh Ibu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. Masyarakat datang lebih banyak lagi memadati pelataran Jam Gadang menunggu detik-detik dimulainya lomba yang selain menyuguhkan keindahan alam juga menawarkan hadiah milyaran rupiah ini.

           Seperti yang diharapkan, meningkatnya kedatangan pengunjung ke kota Bukittinggi diharapkan akan mendongkrak geliat ekonomi di kota sentral wisata Sumatera Barat itu. Secara kasat mata, apa yang diharapkan itu memang jadi kenyataan. Boleh dikatakan, semua hotel di Bukittinggi penuh, meski umumnya telah memanfaatkan extra bed. Pusat-pusat kuliner dan souvenir juga terlihat bergairah karena diserbu para pembeli. Hal itu tentu akan mendongkrak ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha bagi kita.

            Masyarakat luas bahkan dunia telah tahu dan kenal Sumatera Barat, kita tentu ingin mereka cinta dan rajin berkunjung ke Sumatera Barat, agar peluang ekonomi itu makin terbuka. Karena itu tugas kita adalah memberikan yang terbaik dan memberikan kesan yang baik kepada mereka. Jika kita menawarkan jasa kuliner, berikanlah kuliner yang terbaik. Begitu juga jika kita menawarkan souvenir, berikanlah souvenir terbaik dan berkualitas. Jangan kecewakan mereka, buktikan bahwa masyarakat Minang adalah masyarakat yang berbudaya tinggi, jangan buat mereka kapok untuk datang lagi, jangan berikan kesan yang jelek yang membuat mereka memberikan penilaian negatif tentang Sumatera Barat.

            Mari kita bersama-sama menyukseskan tour de Singkarak, mari kita saling bahu membahu untuk membuka peluang perbaikan ekonomi yang lebih baik bagi ranah yang indah dan kita cintai ini.(Oleh Irwan Prayitno)

           


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh