Pamutusan, Surga Indah di Sumatera Barat


Post by Dinas kebudayaan dan pariwisata(Dinas kebudayaan dan pariwisata) | Posted on 31 Oktober 2014 02:21:29 WIB | Pariwisata | 1543 kali dibaca


Pamutusan ini adalah daratan (pulau) yang sebenarnya menyatu dengan Pulau Sumatera.

Sumatera Barat yang merupakan kaya dengan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah ternyata menyimpan sejuta pesona yang luar biasa. Salah satunya adalah pemandangan pulau-pulau kecil yang terdapat didalamnya. Jika ditelusuri, ternyata pulau-pulau tersebut tidak kalah dengan pulau lain yang ada di dunia, termasuk didalamnya Pulau Pamutusan, yang berada sekitar satu jam perjalanan laut dari kota Padang.

Pamutusan ini adalah daratan (pulau) yang sebenarnya menyatu dengan Pulau Sumatera. Namun, jika laut pasang daratan ini akan terputus dan menjadi pulau tersendiri dan mungkin inilah yang mengilhami penamaannya dengan Pamutusan. Sebagian orang mungkin belum pernah mendengar apalagi mengunjungi, tapi bagi yang pernah berkunjung sudah dipastikan akan kembali lagi kesana.

Selain itu, pesona keindahan Pulau Pamutusan ini tidak terdapat di Pulau Pagang, namun dapat terlihat dari Pulau Pagang. Bonus keindahan ini terlihat tepat di depan Pulau Pagang yang menghadap daratan Sumatera. Dan yang pasti, Pulau Pamutusan ini bisa disebut sebagai salah satu potensi wisata yang luar biasa di Sumbar.

Terletak di Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung atau sekitar satu jam perjalanan dari Kota Padang, pulau ini dikenal dengan surga tersembunyi yang belum banyak terjamah wisatawan.

Pulau Pamutusan bisa ditempuh dengan menggunakan kapal kecil dari Pelabuhan Muara Kota Padang sekitar satu jam perjalanan laut dan juga bisa ditempuh melalui jalur darat melewati kawasan Sungai Pisang yang bisa menempuh waktu satu setengah jam dari kota Padang.

Pulau dengan luas delapan hektar ini memiliki pasir putih serta tumbuhan pohon kelapa dan tanaman mangrove serta perbukitan yang masih hijau. Selain itu, di pulau ini adalah sorganya para pecinta snorkling karena menawarkan pemandangan alam bawah laut yang luar biasa.

Pulau ini ibarat sepotong surga yang tersembunyi di tengah Samudera Hindia yang belum banyak dijamah oleh wisatawan karena belum pernah terekspos dengan baik. Pulau ini cocok bagi wisatawan penggemar landscape atau fotografer karena banyak terdapat spot-spot cantik dengan hamparan pemandangan nan asri dan indah, walaupun ditempuh dengan sedikit tracking untuk mencapai puncak bukitnya.

Selain itu, biota ikan hias dan terumbu karang yang terdapat di dalam laut di sekitar pulau ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar snorkling. Nah, untuk melepas kepenatan setelah berwisata, terdapat sebuah cottage yang bisa disinggahi dan bersantai menikmati pemandangan alam pulau-pulau kecil yang
menghampar di depannya.

Polin (53), penjaga pulau menyebut, keberadaan pulau ini baru diketahui pada tahun 2013 lalu. Dulunya, Pulau Pamutusan dikenal dengan nama Pulau Polin, karena memang Polin sendirian yang menjaga di pulau itu, tapi seiring waktu, pulau itu saat ini sudah mulai dikelola oleh masyarakat Sungai Pinang secara swadaya.

“Tidak ada larangan untuk masuk ke pulau ini, hanya dipungut retribusi sebesar Rp 15 ribu perorang saja untuk kebersihan,” jelas Polin.

Dijelaskannya, pulau ini pun dulunya hanya sebagai tempat persinggahan para penyelam ataupun pecinta olahraga air, tapi lama-kelamaan, potensinya pun terlihat dan masyarakat sudah mulai ramai mengunjunginya. Namun sayang, keindahan itu tidak dibarengi dengan perhatian dari pemerintah setempat.

“Saya hanya ingin ada perhatian dari pemerintah terhadap pulau ini agar apa yang didalamnya semakin terjaga,” harap Polin.Pamutusan, Surga Tersembunyi di Tengah Laut.

06 September 2014 03:26 WIB Wartawan : Sumber : parimbo.com - Editor : sri


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh