Arena Paralayang Taeh Bukik12 October 2014 15:35 WIB Wartawan : limapuluhkotakab.go.id - Editor : elpi


Post by Dinas kebudayaan dan pariwisata(Dinas kebudayaan dan pariwisata) | Posted on 30 Oktober 2014 02:20:52 WIB | Pariwisata | 1236 kali dibaca


Daerah Taeh Bukik, sering digunakan sebagai arena paralayang baik lokal, nasional maupun internasional.

Daerah Taeh Bukik, sering digunakan sebagai arena paralayang baik lokal, nasional maupun internasional.

Salah satu wisatawan asing dari Jepang,Yokota mengatakan bahwa arena paralayang di Taeh Bukik ini sangat baik dari sisi safety dimana di daerah ini secara topografi relatif datar, tempat yang luas untuk bereksplorasi karena tidak banyak daerah hutan. Yokota menilai di daerah Taeh Bukik bisa diperlukan untuk pendaratan darurat atlet bisa mendarat dimana saja karena cukup banyak lapangan terbuka dan pesawahan.

Hal ini dibenarkan, Dodo, seorang paralayang senior andalan Lima Puluh Kota, di lokasi ini tingkat keamanannya lebih baik dibanding tempat lain, karena bentangan alam yang luas dan relatif datar dan kawasan hutan yang relatif sedikit, pemain bisa terbang sampai ke Mungka terus ke Balubuih terus ke arah Lubuak Batingkok.

Sedangkan ditempat lain arena untuk bereksplorasi dibatasi oleh perairan dan hutan serta bentangan alam yang berbukik-bukit. Lokasi take off Paralayang di TaehBukik ini berada di Ketinggian 1100 m dari permukaan laut (dpl) dan tempat landing 650 m dpl, sehingga ketinggian antara tepat landing dengan take off hanya 450 m  dan tidak setinggi yang di Puncak Lawang Maninjau.

Lebih lanjut  Dodo yang juga mantan atlet motocross tersebut,  menambahkan,  ketinggian tersebut bukanlah jaminan utama,  karena kalau anginnya bagus maka ketinggian dari 1110 m tadi dapat ditingkatkan sampai 2000 m.

Dari pengamatan langsung di lokasi , terlihat mereka semua sangat menikmati permainan di arena Paralayang Taeh Bukik , di kawasan Gunung Bungsu ini. Mereka berputar-putar dan bekeliling saja mengekplorasi keindahan lokasi melalui udara, sekitar 40 menit di udara,  baru mereka turun. Sesaat,  setelah landing seorang anggota rombongan Koichi Simamura (73) tahun mengacungkan jempol. "Tahun depan kami berencana akan datang lagi dengan peserta yang lebih banyak," ungkapnya penuh rasa puas. Direncanakan rombongan dari Jepang yang berkekuatan 6 orang laki-laki dan 2 orang perempuan ini akan kembali berlomba ke Maninjau Jumat (19/4) besok (*)


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh