Di Sisi Tol Sumatera Dibangun Rel Kereta


Post by Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu(AMRIZAL, S.Sos) | Posted on 30 Agustus 2014 13:41:40 WIB | Pembangunan | 3920 kali dibaca


Jalan yang direncanakan sepanjang 2.700 km tersebut akan diikuti dengan pembangunan rel kereta api untuk angkutan barang. Kesepakatan itu diambil gubernur se-Sumatera disaksikan lima menteri di Padang, Jumat (29/8).

Gubernur yang hadir yakni, Sumbar, Sumsel, Lampung, Sumut, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung. Kemudian Wakil Gubernur Jambi, Sekda Nanggroe Aceh Darussalam dan Asisten Bidang Perekonomian Kepulauan Riau.
Kesepakatan itu disaksikan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Menteri PU Joko Kirmanto, Menteri Pertanian Siswono, Menteri Perhubungan, EE. Mangindaan. Kemudian Kepala BKPM RI, Mahendra Siregar dan Menko Perekonomian Chairul Tanjung.
Mereka yakin Sumatera menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional, maka seluruh pembangunan di pulau ini akan digenjot. Didukung dengan anggaran dari lima kementerian yang mewadahi pembangunan perekonomian.

Selain itu sepuluh provinsi juga setuju dengan alih basis perekonomian, dari pertanian dan perkebunan menjadi industri perkebunan.
“Program utama TTS menjadi prioritas, kemudian berkembang pada pembangunan konektivitas jalur kereta dari Aceh hingga Lampug mengikuti Trans Sumatera,” sebutnya.
Tahap satu
Mengawalinya, tol tersebut dibangun dengan dana dari konsorsium BUMN, sehingga harus dilakukan bertahap. Untuk pertama akan dibangun empat ruas, yakni Tol Bakauheni-Bandar Lampung, Jalan Tol Medan-Binjai, Tol Kapaltung (Kayuagung-Palembang-Betung) dan Tol Pekanbaru-Duri-Dumai
Meski rapat tersebut membahas pembangunan infrastruktur, namun guna percepatan pertumbuhan ekonomi Sumatera. Lima kementerian bidang perekonomian akan melaksanakan pembangunan sesuai dengan bidangnya, seperti, Kementerian PU, akan melanjutkan pembangunan TTS. Kemudian diikuti dengan jalan penghubung antar provinsi agar terkoneksi dengan TTS
Selain itu Kementerian PU juga bertugas untuk menambah jaringan irigasi di Sumatera. Seperti di Sumbar, dengan irigasi Panti-Rao Pasaman. Mengikuti program itu, Kementerian Pertanian akan membangun cetak sawah baru, serta program pengembangan ternak.
Begitu juga perhubungan akan melengkapi sejumlah fasilitas transportasi, seperti pembangunan pelabuhan. “Tadi semua provinsi pada meminta pelabuhan semuanya, mudah-mudahan ke depan dapat direalisasikan,” ujar Chairul.
Dalam kesempatan itu Menko Perekonomian Chairul Tanjung juga memastikan Sumbar masuk dalam TTS. “Tidak ada daerah yang tidak terlewati oleh TTS,” sebut Chairul.
Sudah dimulai
Sementara Gubernur Irwan Prayitno mengatakan untuk mempercepat proses pembangunan tol itu, Pemprov Sumbar sudah memulai dengan pembangunan 5 jembatan 2014. Kemudian pembebasan lahan ruas Padang-Sicincin . “Kita sudah memulainya, malahan tahun ini kita sudah membangun 5 jembatan,” sebut Irwan.
Diharapkan jika sudah ada investor untuk pembangunan dan pembebasan lahan tersebut dapat menjadi opsi penyertaan modal pemerintah daerah. Sehingga ketika tol terealisasi, setiap daerah memiliki penyertaan modal.
Kepala Dinas Prasarana Jalan Jembatan dan Tarkim Sumbar, Suprapto mengatakan pelaksanaan pembangunan jalan tol Sumatera akan melewati Sumbar sepanjang 180 kilometer. Dengan demikian, tol yang melewati bagian timur Sumatera, telah menjadikan Sumbar bagian terlintas dalamnya. Sebelumnya, di Sumbar ada lima ruas tol akan dikerjakan, yakni Tol Padang-Sicincin, Tol Sicincin-Padang Panjang, Tol Padang Panjang-Bukittinggi, Tol Bukittinggi-Payakumbuh dan Tol Payakumbuh – Bandar Udara Dabo.
Hanya saja, kapan tol ini dimulai tergantung dari kesiapan pembebasan lahan yang dilakukan oleh kepala daerah masing-masing. “Semuanya berpacu, mana yang duluan selesai, itu yang mulai pembangunan. Pembebasan lahan ini menjadi kendala utama di Sumbar. Kini baru 22 kilometer yang sudah dibebaskan di Padang Pariaman,” jelas Suprapto di sela-sela kegiatan rapat koordinasi gubernur se-Sumatera bersama para menteri bidang ekonomi.
Kendala lain yang membuat tol sulit diwujudkan di Sumbar, tidak adanya industri di sini. “Ini yang membedakan tol di Sumbar dengan Jawa,” ucapnya. (401)


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh