Gunung Padang Surganya Bagi Para Pemanjat Tebing


Post by Dinas kebudayaan dan pariwisata(Dinas kebudayaan dan pariwisata) | Posted on 24 Maret 2014 02:16:13 WIB | Pariwisata | 1904 kali dibaca


Bagi para pecinta olah raga extrem panjat tebing, rasanya akan ada yang kurang jika datang ke kota padang tidak mencoba tantangan rute pemanjatan yang disuguhkan Gunung Padang. Gunung Padang sebuah bukit yang tak terlalu tinggi yang terletak persis di depan pelabuhan pantai Muaro Padang itu saat ini sudah menjadi tempat tersendiri bagi atlit panjat tebing. Selain dapat mengasah kemampuan, pemanjat juga dapat serta merta menikmati keindahan wisata bahari. Bagaimana tidak, saat pemanjat sampai ke top jalur pemanjatan, bentangan luas lautan nan indah serta jejeran bangunan baik perkantoran maupun rumah warga terlihat jelas, apalagi jika dilihat pada senja hari, paduan lampu pijar dan sunset akan menambah keelokan kota Padang.

Ada sekitar Tujuh jalur pemanjatan yang dibuat oleh pemanjat asal Sumbar di tebing Gunung Padang yang menjulang dengan ketinggian kurang lebih 30 meter. Masing-masing jalur itu memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi. Jalur yang diberi nama H&R dengan Grade 5.9, yang dibuat pada tahun 1991, Jalur Camp, Grade 5.11 c/d tahun 1990, Jalur Fasting, Grade 5.12 tahun 1992, serta jalur Trek Eureka dengan Grade 5.11 C/d menjadi jalur-jalur favorit bagi pemanjat, tak sedikit pemanjat yang gagal menaklukan jalur tersebut, namun juga banyak yang berhasil menjajal trek itu.

Disela menghabiskan energi, mengasah daya endurance, strategi dan tekhnik pemanjatan, para Climber juga akan ditawarkan kharisma wisata alam yang tak kalah menarik dibandingkan tempat lain, di Gunung Padang konon pernah dikubur jasad Siti Nurbaya yang sebagaimana diketahui merupakan perwakilan budaya kelam kawin paksa wanita Minang. Bahkan kisah Roman Kasih Tak Sampai karya Marah Rusli dibuat bermula dari keindahan Gunung Padang.

Selain itu, di Gunuang Padang Juga terdapat sejumlah meriam tua peninggalan tentara Jepang, yang diletakkan sebagai bentuk pertahanan untuk menghalau musuh yang hendak masuk ke tepian Muaro Pantai Padang kala itu. Pengunjung objek wisata Gunung Padang harus melewati ratusan anak jenjang yang panjang dan berliku serta menanjak. Namun, walaupun lelah semua akan terobati ketika sampai di puncak atau sisi tebing gunung Padang, mata kita akan dimanjakan dengan kekayaan dan keindahan ciptaan yang kuasa. Tak hanya itu saja, dataran di puncak bukit juga dapat di manfaatkan sebagai area Camping Ground, ratusan kuburan Cina dengan motif dan ukiran nan indah juga menghiasi setiap jengkal puncak gunung padang.

Jadi, bagi setiap Climber sejati, sebelum bertolak ke lokasi pemanjatan seperti yang terdapat di Lembah Harau, Payakumbuh, dan tempat lainnya, harus terlebih dahulu melakukan pemanasan awal di jalur pemanjatan Gunung Padang. Dipastikan setiap yang mencoba potensi tebing Gunung Padang tidak akan menyesal. (*)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh