Usulan PAW Hasranita Tunggu Keputusan Mendagri


Post by Sekretariat DPRD Prov. Sumbar(DENY SURYANI, S.IP) | Posted on 10 Februari 2014 00:59:03 WIB | Berita Terkini | 1122 kali dibaca


PADANG- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat sudah memproses usulan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Hasranita, anggota DPRD Sumbar yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. KPU Sumbar juga telah menyerahkan kembali surat usulan PAW tersebut ke DPRD untuk ditindaklanjuti.

" Surat usulan PAW Hasranita sudah kami proses pada 22 Januari 2013 dan sudah diserahkan kembali ke DPRD Sumbar untuk ditindaklanjuti," kata Kepal Bagian Hukum, Teknis dan Humas KPU Sumbar Agus Catur Rianto, Rabu (5/2).

Catur menjelaskan, untuk calon Pengganti Antar Waktu terhadap Hasranita, Partai Demokrat mengajukan Sabar AS. Proses selanjutnya, terang Catur, dari DPRD nantinya akan dikirim ke Kementerian Dalam Negeri melalui gubernur. Setelah Surat Keputusan Mendagri, barulah proses pelantikan dapat dilakukan.

Sementara itu, KPU juga sudah menerima satu usulan PAW terhadap anggota DPRD Sumbar lainnya, yaitu Musmaizer Datuak Gamuak (Partai Golongan Karya). Partai Golkar mem - PAW - kan Musmaizer karena pindah partai dan mencalonkan diri dari partai lain untuk periode 2014-2019.

" Namun surat usulan PAW Musmaizer masih diproses di KPU, mungkin dalam sepekan ini juga akan disampaikan ke DPRD," terangnya.

Untuk Calon Pengganti Antar Waktu Musmaizer, menurut Catur, Partai Golkar mengajukan tiga nama. Mereka adalah Asrul Nurhasan, M. Sayuti Datuak Rajo Penghulu dan Delvi Meiyeti. Surat usulan PAW tersebut baru diterima KPU Sumbar pada 27 Januari lalu.

Catur menjelaskan, proses PAW anggota DPRD masih dimungkinkan hingga Pebruari mendatang. Sesuai Peraturan KPU nomor 22 tahun 2010 yang diubah dengan Peraturan KPU nomor 3 tahun 2011, PAW bisa dilaksanakan enam bulan sebelum masa tugas DPRD berakhir.

 Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar H. Yulteknil mengaku, surat usulan PAW almarhumah Hasranita sudah disampaikan ke Kemdagri melalui gubernur untuk di-SK-kan.

" PAW Hasranita sudah dikirim ke Mendagri melalui gubernur. Jika SK Mendagri sudah sampai di DPRD, kita segera melakukan proses penggantian," ujarnya.

 Sedangkan untuk PAW Musmaizer, Yulteknil menegaskan hingga saat ini DPRD Sumbar belum menerima suratnya dari KPU.

" Kalau memang ada usulan, mungkin sedang dalam proses di KPU. Jika sampai di DPRD, kita segera memprosesnya sesuai ketentuan," tegasnya.

Selama periode 2009-2014, di DPRD Sumatera Barat sudah terjadi empat kali PAW terhadap anggota DPRD. Pertama terjadi pada 2010 lalu atas nama almarhum Aswanil Asmara Datuak Rajo Johan (PPPP) yang meninggal dunia dan digantikan oleh Syafril Ilyas.

Selanjutnya pada 2013 terjadi PAW terhadap tiga anggota DPRD yaitu Djonimar Boer (PBB) yang meninggal dunia digantikan oleh Zaldi Heriwan. Kemudian Israr Jalinus (PAN) digantikan oleh Eri Rai Muncak Sutan dan Supardi (PBB) digantikan oleh Syahrul Ramadhan Tanjung.

 Jika PAW terhadap Hasranita dan Musmaizer dilakukan, maka enam anggota DPRD Sumbar telah di- PAW pada periode ini. (www.padangmedia.com)

 


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh