Wakil Ketua DPRD Sumbar Sorot Kasus Asusila


Post by Sekretariat DPRD Prov. Sumbar(DENY SURYANI, S.IP) | Posted on 24 Januari 2020 14:59:39 WIB | Berita Terkini | 171 kali dibaca


Wakil Ketua DPRD Sumbar Sorot Kasus Asusila

PADANG,- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Suwirpen Suib,  menyoroti terjadinya beberapa kasus asusila yang meresahkan masyarakat akhir-akhir ini.  Menurutnya, seluruh unsur harus andil untuk menekan dan mempersempit ruang kejahatan tersebut.

" Mulai dari pendidikan keluarga, hingga pihak keamanan termasuk universitas. Harus terlibat mempersempit ruang terjadinya kejahatan asusila, " katanya saat diwawancarai kemarin.

Dia mengatakan mencuatnya kasus asusila yang terjadi baru-baru ini, harus menjadi pelajaran bahwa suluruh unsur harus melakukan pengawasan agar kejahatan tersebut tidak terjadi.

Terjadinya kasus asusila, lanjutnya, akan berdampak buruk terhadap daerah. Sumbar merupakan daerah yang memegang filosofis adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Moral yang baik merupakan kunci selamat dalam menjalani kehidupan, tanpa moral yang baik berilmu tidak ada artinya. 

Dia mengatakan asusila merupakan kejahatan yang bisa terjadi diseluruh lini kehidupan dari lingkup keluarga hingga ke tingkat lebih tinggi. Pihak terkait harus melakukan sinergi, agar generasi penerus memiliki moral yang baik. 

" Peran unsur tigo sejarangan harus lebih optimal mejaga serta mendidik guna menciptakan generasi yang berkualitas," katanya. 

Dia mengatakan, lembaga Ninik Mamak Minangkabau seperti LKAM dan Bundo Kanduang mesti diperkuat secara moril atau materil, dua lembaga tersebut memiliki tanggung jawab untuk menjaga moral anak kemanakan di Minangkabau.

Dia menambahkan, DPRD Sumbar telah menyatakan komitmen untuk memerangi asusila, salah satunya meminta pemerintah provinsi untuk merevisi Peratunan Daerah (Perda) tentang maksiat.

Permasalahan asusila seharusnya menjadi perhatian bersama, dinas terkait mesti melakukan sinergi dengan pihak termasuk tempat-tempat yang berpotensi terjadinya praktik prostitusi salah satunya, perhotelan. 

" jika tidak dilakukan maka industri protitusi akan terus menjamur," katanya. 

Dia menambahkan, terungkapnya kasus prostitusi yang juga terjadi baru-baru ini dilakukan oleh ibu dan anak warga di kawasan lubuk Buaya Kota Padang,  menarik perhatian berbagai pihak. Termasuk DPRD Sumbar. 

Ketika dinas terkait melakukan razia, dia meminta para pelaku jangan hanya dilepaskan kembali, berikan tindakan dan pembinaan yang optimal. (03)

" Masalah ini mesti dituntaskan oleh seluruh elemen tidak cukup hanya satu pihak melainkan banyak pihak," katanya. *humas.(dprd.sumbarprov.go.id)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh