Penuhi Kebutuhan Darah. PMI Harus Berinovasi


Post by Sekretariat DPRD Prov. Sumbar(DENY SURYANI, S.IP) | Posted on 24 Januari 2020 14:53:43 WIB | Berita Terkini | 73 kali dibaca


Penuhi Kebutuhan Darah. PMI Harus Berinovasi

PADANG,- Selama tahun 2019, Kebutuhan darah di Kota Padang mencapai 200 kantong per hari. Kondisi itu tidak jauh berbeda di kabupaten/kota lainya. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Suwirpen Suib mendorong, Palang Merah Indonesia (PMI) Sumbar melakukan inovasi program agar kebutuhan itu terpenuhi.

“ Inovasi program harus disertai dengan perhatian pemerintah provinsi (pemprov), kebutuhan darah di seluruh pelosok Sumbar akan terus meningkat per tahun ,” katanya saat ditemui, Sabtu (18/1).

Dia mengatakan PMI telah berperan dalam bidang kesehatan. Dulu PMI hanya membantu ketersedian darah, namun sekarang berkembang pada tanggap bencana.

Di sisi lain, DPRD juga menjalankan amanat undang-undang untuk membantu PMI dalam anggaran. 

Dirinya berharap koordinasi PMI dengan DPRD terus dijalin sehingga bisa memberikan dampak lebih besar lagi.

Untuk sekarang PMI telah memiliki klinik yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam peningkatan kesehatan. 

Menurutnya upaya itu tentunya mendapatkan respon positif dari anggota dewan. 

"Hibah juga akan kita sesuaikan dengan kebutuhan PMI tang membutuhkan penambahan sarana dan prasarana lainnya,” katanya.

Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar saat ditemui baru-baru ini mengatakan, PMI untuk keseharian telah membuka klinik kesehatan untuk masyarakat yang berada di Jalan Sisingamaraja Kota Padang.

"Klinik ini juga telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam melayani masyarakat," katanya

Ia mengatakan untuk saat ini status klinik sudah klinik pratama. Pihaknya ingin fasilitas agar masyarakat ramai berkunjung ke klinik PMI.

"Salah satu kendalanya saat ini adalah sarana dan prasarana yang minim,” katanya.

Ia mengatakan perhatian pemerintah daerah selama ini sudah ada namun perlu ditingkatkan lagi.

"Kita juga mendapatkan hibah APBD dan laporan penggunaannya kita sampaikan juga ke DPRD,” katanya.

Ia menjelaskan saat ini PMI telah berkembang sesuai dengan aturan yang ada, organisasi ini tidak hanya membantu ketersediaan darah semata tapi juga harus tanggap bencana 

"Misalnya jika terjadi bencana, organisasi ini bisa dilibatkan ke daerah bencana," katanya. *Humas.(dprd.sumbarprov.go.id)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh